Silang Pendapat Javier Tebas dan Zinedine Zidane Soal VAR di La Liga Musim Depan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Silang Pendapat Javier Tebas dan Zinedine Zidane Soal VAR di La Liga Musim Depan

La Liga semakin mantap untuk menggunakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada musim depan. Kontroversi yang tersaji dalam pertandingan antara Valencia melawan Barcelona di Estadio Mestalla, akhir pekan lalu, yang membuat La Liga semakin yakin bahwa VAR bisa meningkatkan kualitas kompetisi utama sepakbola Spanyol itu.

Hasil pertandingan Valencia melawan Barcelona tidak memuaskan bagi Blaugrana sebagai tim tamu. Bagaimana tidak, seharusnya mereka bisa mengunci kemenangan setidaknya dengan skor akhir 1-0, andai gol Lionel Messi pada menit 30 disahkan wasit.

Tampak dalam tayangan ulang bahwa bola hasil tembakan pemain asal Argentina itu sudah melewati garis gawang, namun wasit memiliki keputusan lain, hingga Barcelona harus puas membawa pulang hasil satu poin karena laga berakhir dengan skor imbang 0-0.

Presiden La Liga, Javier Tebas mengungkapkan bahwa pada musim depan ketika VAR sudah digunakan, maka kejadian ‘gol hantu’ seperti yang terjadi di laga Valencia melawan Barcelona tidak akan lagi terjadi di kompetisi yang kali pertama bergulir pada tahun 1929 itu.

"Kejadian tersebut dilihat oleh seluruh masyarakat Spanyol dan seluruh dunia. Kalau saya bilang itu bukan gol, kalian akan menyebut saya buta. Itu memang gol dan bukan yang lain. Kami berharap musim depan dengan VAR kami bisa menyelesaikan masalah-masalah seperti itu," katanya seperti dilansir dari Soccerway.

Kalau hanya untuk meminimalisir masalah ‘gol hantu’, La Liga sebenarnya bisa saja cukup menggunakan teknologi garis gawang yang sudah diterapkan di beberapa kompetisi seperti Liga Primer Inggris, Serie A Italia , Bundesliga Jerman, Ligue 1 Prancis, hingga Liga Champions Eropa.

Namun sepertinya La Liga ingin agar berbagai permasalahan, atau lebih tepatnya kekeliruan yang bisa ditimbulkan dalam sebuah pertandingan bisa diselesaikan secara kompleks, sehingga mereka lebih memilih untuk menggunakan teknologi VAR pada musim depan.

Teknologi VAR tidak hanya digunakan untuk melihat sah atau tidaknya sebuah gol, namun juga akan berperan dalam mengatasi berbagai masalah lainnya seperti menentukan pelanggaran yang berakibat penalti, pemberian kartu merah kepada pemain, atau meminimalisir kesalahan pemberian kartu kepada pemain di lapangan. Hal-hal yang disebutkan di atas memang lazim terjadi dalam sepakbola. Wajar, karena wasit pun manusia yang bisa berbuat kesalahan.

Banyak pihak yang merespon soal rencana penggunaan VAR di La Liga pada musim depan salah satunya Manajer Real Madrid, Zinedine Zidane. Pelatih berkebangsaan Prancis itu menilai bahwa penggunaan VAR di kompetisi domestik pada musim depan memang akan berdampak positif, namun ia tidak memungkiri bahwa ada beberapa efek negatif yang juga akan ditimbulkan teknologi tersebut.

Zidane menerangkan, berbagai kontroversi atau kekeliruan yang dilakukan wasit dalam pertandingan memang bisa diminimalisir dengan bantuan VAR. Namun dengan penggunaan VAR, sepakbola akan kehilangan sisi spontanitas yang bisa dibilang sebagai salah satu hal yang menarik dari permainan 11 lawan 11 itu.

“Saya akui bahwa penggunaan VAR bisa diandalkan untuk mengurangi berbagai permasalahan yang ada dalam sepakbola, dan saya pastikan itu. Tentu saja dalam pertandingan akan ada lebih sedikit kontroversi, yang merupakan tujuan utama dari penerapan teknologi tersebut. Tapi di sisi lain, saya memandang bahwa itu akan menghilangkan spontanitas dari apa yang kita cintai, tapi kita tidak punya pilihan lain," terangnya seperti dilansir dari AS.

***

Pada musim 2017/2018 ini VAR sebenarnya sudah mulai digunakan pada beberapa kompetisi Eropa seperti Bundesliga dan Serie A Italia. Sementara di turnamen antarnegara, Piala Konfederasi 2017 menjadi turnamen pertama yang menggunakan teknologi VAR. Teknologi tersebut akan digunakan kembali di Piala Dunia 2018. Penggunaan teknologi tersebut memang belum sepenuhnya membuat banyak pihak puas. Di Italia, Manajer Juventus, Massimiliano Allegri beberapa kali mengeluhkan diterapkannya teknologi VAR di kompetisi domestik.

Komentar