Pemain Serie D Dihukum 5 Pertandingan Gara-gara Kencing

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Pemain Serie D Dihukum 5 Pertandingan Gara-gara Kencing

Sebuah kisah menarik terjadi di Serie D Italia. Seorang pemain mendapatkan hukuman larangan bertanding sebanyak lima kali karena dianggap mengencingi tribun suporter lawan. Sontak hal ini menjadi buah bibir.

Giovanni Liberti, pemain yang bermain di Serie D untuk klub Turris, mungkin tidak akan menyangka bahwa tindakannya dapat menimbulkan sebuah keriuhan di Italia. Pihak federasi sepakbola Italia menghukum Liberti karena ia dinilai mengencingi tribun suporter Sarnese. Ia juga dinilai menunjukkan alat kelaminnya ke arah suporter Sarnese. Atas tindakannya ini, Liberti pun dikenai hukuman yang cukup berat, yakni larangan bertanding untuk Turris dalam lima pertandingan Serie D.

Hukuman yang cukup berat ini pun membuat pihak Turris mengajukan keberatan. Menurut mereka, Liberti sama sekali tidak punya niatan untuk melakukan hal tersebut (mengencingi dan menunjukkan alat kelaminnya kepada suporter Sarnese). Pihak Turris, melalui presidennya Antonio Colantio, berencana akan mengajukan banding atas hukuman yang diterima Liberti ini.

"Sekali lagi, ketidakadilan menghampiri kami. Pemain kami, Liberti, tidak melakukan apa yang dituduhkan (kencing dan menunjukkan alat kelamin). Sebenarnya, di dekat area tempat pemanasan pemain, ada sebuah air mancur yang terletak di dekat tribun penonton. Liberti ketika itu sedang minum dan membetulkan bajunya, yang berdasarkan regulasi memang harus berada di dalam celana," ujar Colantio disitat dari Football Italia.

"Hal lain yang juga harus menjadi pertimbangan adalah dalam menentukan hukuman ini, pihak federasi hanya didukung oleh pernyataan dari asisten wasit yang posisinya justru jauh dari tempat kejadian. Klub lawan juga menyebut bahwa tidak ada hal yang salah yang dilakukan oleh pemain kami. Atas semua ketidakjelasan ini, kami akan mengajukan banding atas hukuman ini," tambahnya.

Hukuman larangan main di lima pertandingan ini ternyata tidak hanya diterima oleh Liberti saja. Francesco Ferrieri, pemain klub Frattese juga dihukum larangan main di lima pertandingan karena memukul dan menendang masseur dari klub Nardo saat Frattese dan Nardo bersua. Ferrieri dianggap melakukan tindakan indisipliner sehingga dihukum sedemikian berat.

Mengenai aturan kencing sendiri, sebenarnya tidak ada aturan resmi yang melarang seorang pemain kencing di lapangan. Yang perlu diketahui adalah jika pun harus kencing di lapangan, sang pemain tidak boleh memperlihatkan alat vitalnya sehingga harus melakukan segala cara agar organ genitalnya tak terlihat. Tak sedikit yang sudah melakukannya dan tak mendapatkan hukuman, salah satu yang paling dikenal adalah Jens Lehmann (Stuttgart) saat kencing di tengah pertandingan.

Yang perlu disoroti di sini adalah soal terlihatnya organ genital. Dalam aturan FIFA, memperlihatkan organ genital merupakan tindakan yang dilarang. Mungkin ini yang menjadi penyebab Liberti dihukum, karena yang dituduhkan pada Liberti adalah dugaan Liberti kencing dan menunjukkan alat kelaminnya pada suporter lawan.

foto: @NATTERFOOTBALL

Komentar