Chelsea, Pembuka Keran Gol Crystal Palace

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Chelsea, Pembuka Keran Gol Crystal Palace

Crystal Palace harus berterima kasih kepada Chelsea. Setelah tujuh pertandingan tanpa gol, akhirnya Chelsea menjadi gawang pertama yang berhasil mereka jebol. Tak tanggung-tanggung, selain dua kali menjebol gawang Chelsea, mereka juga sukses mengalahkan sang juara bertahan dengan skor akhir 2-1.

Tujuh laga tanpa mencetak gol, serta tujuh kali mencatatkan kekalahan, adalah hasil yang ditorehkan oleh The Eagles jelang laga melawan The Blues. Dengan hasil seburuk itu, banyak yang memprediksi bahwa Palace akan menjadi lumbung gol, atau setidaknya mencatatkan kekalahan ke delapan mereka dalam ajang Liga Primer musim 2017/2018 ini.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Membalikkan prediksi, Palace menjungkalkan Chelsea dengan skor akhir 2-1 dalam laga yang dihelat di Selhust Park, Sabtu (14/10/2017). Ada dua hal yang langsung didapatkan Palace dalam laga tersebut: gol perdana dan kemenangan perdana dalam ajang Liga Primer musim 2017/2018.

Kembalinya Zaha memengaruhi permainan Crystal Palace

Wilfried Zaha, salah satu pemain yang cukup berpengaruh bagi The Eagles, sama sekali belum pernah memperkuat Palace dari tujuh pertandingan yang sudah dilalui oleh The Eagles pada musim 2017/2018 ini. Laga melawan Chelsea ini menandakan kembalinya Zaha ke Palace setelah absen di tujuh laga. Kehadirannya langsung memberikan pengaruh bagi Palace.

Pergerakan liarnya di lini depan, juga kerja samanya yang cukup mumpuni dengan Andros Townsend merepotkan lini pertahanan Chelsea yang digalang oleh trio Gary Cahill-David Luiz-Cesar Azpilicueta. Hasilnya, ia berhasil menyumbangkan satu gol kemenangan Palace dan membuat lini depan Palace menjadi lebih hidup.

Pada dasarnya, permainan lini depan Palace dari tujuh pertandingan yang sudah mereka lalui tidaklah buruk-buruk amat. Mereka beberapa kali mampu menciptakan peluang, namun tidak ada yang berhasil menjadi gol. Dengan kehadiran Zaha ini, selain lini depan yang lebih menggigit, Palace tampaknya tidak perlu khawatir soal ketersediaan pemain di lini depan. Hal ini pun diakui oleh Roy Hodgson, manajer Palace.

"Saya pernah melihatnya (Zaha) mengubah permainan. Saya tahu bahwa ia punya kemampuan dan kapabilitas untuk melakukan itu. Namun untuk sekarang, kita harus berhati-hati. Jangan sampai Zaha bekerja sendiri, yang pada akhirnya hal tersebut akan merusak permainan itu sendiri. Biarkan ia jadi pusat permainan, mendukung pemain lain agar tampil baik juga, serta mendukung sebuah mesin yang bernama Crystal Palace agar tetap bisa melaju" ujar Hodgson seperti dilansir dari ESPN FC.

Buntut dari krisis ketersediaan pemain

Bagi beberapa tim, terkadang cedera menjadi sebuah masalah yang cukup menakutkan. Ketika ada salah satu pemain yang cedera, skema yang berusaha untuk diterapkan oleh manajer kerap jadi tidak jalan. Inilah yang dialami oleh Chelsea.

Absennya pemain-pemain seperti N`Golo Kante, Alvaro Morata, serta Victor Moses memengaruhi permainan dari Chelsea itu sendiri. Setelah dikalahkan Manchester City sebelum jeda internasional, sekarang mereka juga harus menderita kekalahan dari Palace, sekaligus menjadi tim yang berhasil dibobol pertama kali oleh The Eagles dalam ajang Liga Primer musim 2017/2018 dan memberikan kemenangan perdana bagi Palace.

Meski merekrut beberapa pemain pada bursa transfer musim panas seperti Antonio Ruediger ataupun Davide Zappacosta, hasil minor yang diterima oleh Chelsea ini mencerminkan bahwa masih ada kekurangan yang belum dibenahi Chelsea. Transfer musim panas 2017 kemarin tampaknya belum memberikan jalan keluar bagi Chelsea untuk mengatasi permasalahan kedalaman skuat yang sekarang mulai menghinggapi The Blues.

Hal ini juga diamini oleh kapten The Blues, Gary Cahill. Namun Cahill juga mengungkapkan bahwa sebenarnya para pemain Chelsea bisa tampil lebih baik lagi.

"Sekarang ini, saya rasa cedera memang sedikit memengaruhi permainan kami. Kami sedang berada pada situasi sulit, kehilangan beberapa pemain kunci yang kerap berkontribusi kepada tim. Skuat ini memang tidak terlalu dalam, namun bukan berarti kami tidak bisa menghasilkan penampilan yang bagus," ujar Cahill disitat dari situs resmi Chelsea.

"Kami memang berusaha untuk menampilkan yang terbaik, tapi apa kami sudah menunjukkan kualitas kami? Saya rasa kami bisa melakukan yang lebih baik lagi. Kami kecewa atas hasil ini dan apa yang kami tunjukkan di atas lapangan. Kami masih bisa melakukan lebih," ujar Cahill.

***

Palace memang tim yang kerap memberikan kesulitan tersendiri bagi Chelsea. Total dari enam pertandingan terakhir, mereka bisa mencuri dua kali kemenangan dari The Blues, dan itu dilakukan di kandang Chelsea, Stamford Bridge. Sekarang mereka kembali menyulitkan The Blues, dan membuat langkah Chelsea dalam mengejar Manchester City menjadi sedikit terganjal.

Tapi di sisi lain, kita juga patut berbahagia. Keran gol Palace yang sempat macet sudah terbuka, dan mereka berhasil melakukannya ke gawang tim sebesar Chelsea. Hal itu setidaknya dapat menambah kepercayaan diri mereka dalam mengarungi Liga Primer musim 2017/2018.

foto: @ChelseaFC

Komentar