Duet Jesus-Aguero Mulai Padu, Lini Serang Man City Semakin Tajam

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Duet Jesus-Aguero Mulai Padu, Lini Serang Man City Semakin Tajam

Suasana ruang ganti Manchester City kondusif pada Sabtu (16/9) malam WIB. Mereka mempertahankan tren tak terkalahkan di Liga Primer Inggris setelah menggulung Watford enam gol tanpa balas di Vicarage Road. Melihat kemenangan yang berhasil diraih City di kandang Watford, ini menjadi kemenangan telak kedua mereka secara beruntun di Liga Primer Inggris, atau lebih tepatnya ketiga bila hasil di Liga Champions melawan Feyenoord Rotterdam masuk dalam hitungan.

Dari tiga pertandingan terakhirnya itu, 15 gol berhasil ditorehkan City dengan tanpa sekalipun kebobolan. Dengan torehan tersebut mereka dianggap sebagai salah satu kesebelasan paling produktif saat ini.

Melihat produktivitas City yang begitu luar biasa, duet penyerang Gabriel Jesus dan Sergio Aguero punya kontribusi besar bagi 15 gol yang sudah ditorehkan City dalam tiga pertandingan terakhirnya itu. Tidak hanya gol, duet Jesus dan Aguero pun kerap saling bekerjasama untuk mempermudah satu sama lain dalam menceploskan si kulit bundar ke gawang lawan.

Sejak awal musim, Pep seolah mencari skema yang tepat untuk menduetkan Aguero dan Jesus. Ini menjadi penting karena awal kehadiran Jesus dianggap sebagai kompetitor utama Aguero untuk meraih tempat pertama di lini serang The Citizens. Bahkan berpikir bahwa Jesus dan Aguero bermain bersama pun agaknya menjadi hal yang naif kala itu. Maklum, dengan skema tiga penyerang dalam formasi 4-3-3, Jesus terlihat klop bermain bersama Sterling dan Leroy Sane yang bermain lebih melebar.

Namun Pep mengubah anggapan kebanyakan orang yang meragukan bahwa Aguero dan Jesus bisa bermain bersama sebagai duet yang mematikan. Di awal musim Liga Primer Inggris 2017/2018, Pep memasang skema dua penyerang dengan formasi 3-5-2, Aguero dan Jesus langsung dipasangkan saat City jumpa tim promosi Brighton.

Kemenangan 2-0 berhasil diraih, namun duet tersebut belum berfungsi dengan baik, setidaknya hal tersebut berlaku hingga pertandingan ketiga mereka melawan Bournemouth, sebelumnya bahkan City mampu ditahan imbang Everton 1-1 di Etihad. Tapi di Bournemouth City mampu meraih kemenangan 2-1.

Semua berubah ketika memasuki pekan keempat. Duet Jesus dan Aguero tampaknya sudah mulai panas ketika jelang pertandingan melawan Liverpool. Trio penyerang The Reds yang digalang Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Roberto Firmino jauh lebih diunggulkan dan di puja-puji. Ketiganya dianggap mampu merepotkan pertahanan City. Namun pada kenyataannya ketiga penyerang Liverpool tak berkutik.

Duet Jesus dan Aguero justru yang menunjukkan dominasinya. Dalam pertandingan tersebut City mengamuk di Etihad dengan mengoyak The Reds lima gol tanpa balas oleh tim asuhan Josep Pep Guardiola itu. Duet tersebut menyumbang tiga gol dengan dua melalui Jesus dan satu Aguero. Selain itu, Aguero juga memberikan satu asis untuk gol kedua Jesus. Sementara dua gol lainnya dalam laga tersebut dicetak Leroy Sane.

Kemudian giliran Feyenoord yang gawangnya diberondong empat gol tanpa balas di Liga Champions, dan terakhir adalah Watford yang babak belur setelah enam gol bersarang ke gawang mereka yang dikawal Heurelho Gomes. Total dari 15 gol yang dicetak City, 9 di antaranya diciptakan duet Aguero dan Jesus (lima gol Aguero dan empat Jesus).

Lambat tapi pasti, Pep tampaknya mulai menemukan skema yang tepat. Dimulai dari 3-1-4-2, 4-3-3 sampai 4-1-3-2 dicoba olehnya. Apapun skemanya, duet Jesus dan Aguero merupakan tumpuan utama City dalam mencetak gol. Keduanya pun kini saling melengkapi.

Jesus merupakan penyerang lincah yang punya kemampuan mempertahankan bola cukup baik. Sementara Aguero bertipikal penyerang kuat dalam berduel dengan pemain lawan. Tapi keduanya sama-sama memiliki naluri membunuh yang baik di depan gawang sehingga menjadi hal yang wajar ketika duet Aguero dan Jesus bisa menjadi lumbung gol bagi City.

“Gol Aguero berbicara sendiri. Levelnya luar biasa dan saya sangat senang dengan gol ketiganya. Di dalam kotak, dia sangat pintar. Dia memiliki kekuatan untuk melakukan ini dan kami membutuhkan golnya,” kata Guardiola seperti dilansir dari situs resmi klub, usai laga melawan Watford.

“Musim lalu kami hanya memiliki tujuh atau delapan pertandingan bersama Jesus. Saya pikir dia dan Sergio bisa bermain bersama dan mereka telah menunjukkan ini. Jesus adalah petarung, dia membantu kami karena berbagai alasan, dia mencetak gol, dan dia sangat penting bagi kami," sambungnya.

Jesus dan Aguero pun tentu tak bisa mendapatkan peluang-peluang matang dari gelandang-gelandang kreatif City. Tak bisa dimungkiri bahwa peran David Silva dan Kevin de Bruyne di sektor tengah City juga turut memberikan sumbangsih untuk ketajaman duet tersebut. Pep sempat mencoba Bernardo Silva, pemain yang dibeli seharga 50 juta paun. Namun tampaknya pemain asal Portugal tersebut belum nyetel dengan pola permainan City. Selain itu sosok Fernandinho sebagai pelindung barisan pertahanan terakhir pun menjadi kunci penting kokohnya pertahanan City.

Musim ini, kita memang akan melihat kualitas Pep sebenarnya. Musim pertamanya di City terbilang gagal karena tak satupun gelar berhasil diraih. Tapi musim kedua, ia merombak skuatnya dan mendatangkan sejumlah pemain baru. Utamanya, ia harus bisa memadukan duet Jesus dan Aguero. Sejauh ini, Pep sudah berhasil. Namun musim 2017/2018 masih panjang.

Foto: Twitter Man City

Komentar