Misi Bangkit Semen Padang di Putaran Dua Liga 1

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Misi Bangkit Semen Padang di Putaran Dua Liga 1

Agak sedikit memprihatinkan melihat performa Semen Padang di Liga 1 Indonesia 2017. Mereka saat ini terdampar di posisi papan bawah, tepatnya peringkat 13 di tabel klasemen sementara Liga 1 dengan 28 poin dari 23 pertandingan yang sudah dilakoni. Agak sedikit miris tentunya bagi Juara Liga Primer Indonesia musim 2011/2012 itu, karena mereka hanya unggul dua poin dari PS TNI yang duduk di posisi 15, atau sau strip di atas zona degradasi.

Melihat komposisi pemain yang dimiliki, Semen Padang sebenarnya cukup mumpuni untuk merajai papan atas kompetisi. Belum lagi tidak banyak perubahan komposisi pemain yang berubah dari musim lalu. Sinyal bahaya bagi para kontestan Liga 1 dari semen Padang juga sudah mereka tebar saat berhasil menduduki peringkat empat di turnamen pra musim Piala Presiden 2017. Tapi saat menapaki kompetisi, kondisi berubah hampir 180 derajat.

Semen Padang terpuruk selama mengarungi kompetisi musim 2017 ini, mereka juga sering kali kehilangan poin dalam beberapa laga kandang yang seharusnya bisa mereka manfaatkan dengan baik untuk mendulang poin penuh. Tercatat, dari 11 pertandingan yang mereka lakoni di Stadion Haji Agus Salim, ada lima laga yang membuat mereka harus kehilangan poin di kandang sendiri.

Bahkan, dari lima laga tersebut satu di antaranya berakhir dengan kekalahan, yaitu saat mereka menjamu Bali United, sementara sisanya berakhir imbang. Selain itu rekor pertandingan tandang mereka juga terbilang buruk. Dari total 12 pertandingan tandang yang dilakoni, Semen Padang hanya mencatatkan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Saat ini kompetisi sudah memasuki putaran kedua, namun belum ada sinyal kebangkitan dari Kabau Sirah. Setelah mengalahkan Persegres Gresik United di laga perdana putaran dua Liga 1, Semen Padang harus menelan serentetan hasil yang kurang baik dengan melewati lima pertandingan terakhirnya tanpa sebiji pun kemenangan.

Meski pada pertandingan terakhirnya mereka bisa menahan imbang Persib Bandung 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9) lalu, namun itu belum cukup untuk mengangkat posisi Kabau Sirah dari papan bawah. Akan tetapi pelatih Seman Padang, Nil Maizar mengungkapkan bahwa dirinya optimistis bisa mengangkat performa Semen Padang di kompetisi 2017 ini.

“Tetap kita yakin bisa bangkit di kompetisi ini. Menurut saya ini adalah pendakian sulit tapi kami yakin bisa melaluinya,” Kata Nil saat ditemui di Bandung, belum lama ini.

Meski hanya meraih hasil imbang saat dijamu Persib, tapi itu bisa menjadi modal berharga bagi Semen Padang menapaki kebangkitan di sisa laga kompetisi. Maklum, Persib tengah berada dalam puncak performa saat kompetisi memasuki putaran dua, selain itu "Maung Bandung" juga merupakan kesebelasan yang kuat saat bertanding di kandang sendiri.

Peluang bagi Semen Padang untuk merangkak naik hingga ke papan atas memang masih sangat terbuka lebar. Sebab kompetisi juga masih menyisakan banyak pertandingan, Semen Padang harus bisa memaksimalkan setiap pertandingan dengan meraih hasil positif agar kans finis di papan atas bisa terealisasikan. Sebab dalam kondisi seperti ini, tidak ada yang tidak mungkin asal terus bekerja keras.

Tanpa Zokora, maksimalkan pemain yang ada

Meski begitu, saat ini komposisi pemain yang dimiliki Semen Padang sudah berubah dibanding putaran pertama lalu. Mereka tidak lagi menggunakan jasa pemain berstatus marquee player setelah Didier Zokora didepak menjelang putaran kedua bergulir. Manajemen Semen Padang memutuskan untuk mendepak Zokora, entah apa alasannya, karena sebenarnya performa mantan pemain Tottenham Hostspur itu di lapangan tengah Semen Padang cukup baik.

Tanpa kehadiran Zokora mungkin akan sedikit berat bagi Semen Padang mengarungi kompetisi, sebab sebagian besar kontestan menggunakan jasa mantan pemain kelas dunia dalam skuatnya. Namun Nil enggan larut dalam kondisi tersebut, ia mengaku optimis meski tanpa kehadiran Zokora dalam skuatnya saat ini.

Nil mengungkapkan bahwa kehilangan Zokora memang cukup berpengaruh bagi performa tim. Namun itu sudah menjadi kebijakan dari manajemen untuk tidak menggunakan marquee player pada putaran kedua ini. Sehingga yang bisa dilakukan Nil saat ini adalah memaksimalkan potensi pemain yang ada. Ia meyakini bahwa potensi pemain-pemain yang dimilikinya, khususnya di lini tengah sangat mumpuni untuk mendongkrak prestasi tim di kompetisi.

“Didier Zokora itu diberhentikan di putaran kedua, Itu adalah kebijakan dari manajemen Semen Padang (tidak menggunakan marquee player). Berpengaruh pasti (hilangnya Zokora), karena dia punya nama besar, dia bisa mendamaikan, tapi saya sebagai pelatih berusaha memanfaatkan potensi yang ada di dalam skuat kami,” tukasnya.

Komentar