Dipanggil Timnas Brasil, Cedera Coutinho Jadi Tanda Tanya

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Dipanggil Timnas Brasil, Cedera Coutinho Jadi Tanda Tanya

Philippe Coutinho masuk dalam daftar skuat Brasil melawan Ekuador pada Kamis (31/8) dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018, Rusia. Pemain berusia 25 tahun itu saat ini tengah berada di Porto Alegre untuk mengikuti pemusatan latihan bersama timnas Brasil. Agak mengherankan sebenarnya melihat nama Coutinho tercantum dalam daftar pemain yang siap diturunkan pelatih Adenor Leonardo Bacchi. Sebab sebelumnya mantan pemain Inter Milan itu terkonfirmasi mengalami cedera punggung.

Setelah pertandingan Audi Cup melawan Bayern Muenchen, Coutinho mengeluhkan nyeri pada punggungnya. Hal tersebut memaksanya untuk beristirahat hampir selama sebulan akibat cedera yang dialaminya itu. Coutinho juga absen dalam lima pertandingan Liverpool di Liga Primer Inggris melawan Watford, Crystal Palace, dan Arsenal, serta dua laga play-off Liga Champions melawan Hoffenheim.

Namun Dokter timnas Brasil, Rodrigo Lasmar, mengungkapkan bahwa tidak ada masalah bagi Coutinho untuk tampil membela Brasil melawan Ekuador. Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukannya, Coutinho dalam kondisi sempurna untuk bermain di laga melawan Ekuador. "Dari sudut pandang medis, Philippe dalam kondisi sempurna untuk bermain," terangnya seperti dilansir dari Liverpool Echo.

Sedikit berspekulasi soal keadaan Coutinho yang agaknya menjadi tanda tanya besar, ada tiga kemungkinan kenapa Coutinho bisa membela Brasil di babak kualifikasi Piala Dunia, sementara ia absen dalam lima pertandingan bersama Liverpool.

Pertama, karena memang cederanya sudah sembuh dan bisa kembali merumput. Kedua Coutinho menjadikan alasan cedera sebagai aksi mogok main karena tidak dilepas ke Barcelona. Ketiga adalah upaya Liverpool untuk memagari pemainnya itu dengan dalih cedera agar Barcelona mundur secara perlahan.

Seperti diketahui bahwa Coutinho memang menjadi target buruan utama Barcelona sebagai pengganti Neymar yang hengkang ke Paris Saint-Germain. Barca kemudian dikabarkan tiga kali mengajukan penawaran, namun selalu mentah karena ditolak Liverpool. Dikabarkan bahwa Coutinho sendiri juga sudah meminta agar dijual, namun klub bersikukuh untuk mempertahankannya.

Namun sebuah pernyataan dikeluarkan Michael Simoni, yang merupakan Direktur Kesehatan tim Fluminense, yang juga sahabat karib Coutinho. Dikatakan bahwa pada Minggu (27/8) lalu ia bertemu dengan Coutinho, namun tidak ada pemeriksaan yang ia lakukan kepadanya. Saat itu, ia hanya mengobrol sebagai seorang teman.

"Pada Minggu saya bertemu dengan Coutinho, tapi saya tidak memeriksanya, tidak ada penangan medis apa-apa. Saya menelepon Rodrigo Lasmar dan menjelaskan semuanya bahwa Coutinho bisa berlatih secara normal. Saya tidak melakukan pemeriksaan, dia datang untuk mengobrol, dia datang untuk berbicara dengan seorang teman,” ungkapnya seperti dilansir dari ESPNFC.

Meski tidak melakukan pemeriksaan kepada Coutinho, Simoni mengakui bahwa Coutinho memang sempat mengalami cedera punggung. Namun menurutnya proses pemulihan yang dilakukan Coutinho seharusnya tidak terlalu lama. Tapi ada beberapa faktor yang membuat proses pemulihannya mengalami hambatan. Salah satunya, Coutinho mengalami stres karena masa depannya yang belum jelas.

Simoni mengungkapkan bahwa dalam masa pemulihan cedera, pemain diharuskan terhindar dari hal-hal yang bisa membuat pikirannya terganggu hingga akhirnya mengalami depresi. Sebab hal tersebut sangat berpotensi untuk membuat proses pemulihan cedera pemain berlangsung lambat. Hal tersebut diungkapkan Simoni terjadi pada Coutinho yang sebenarnya ia ingin pindah ke Barcelona.

"Dia agak cemas tentang kemungkinan pindah ke klub lain. Tentu saja kita membicarakan kemungkinan transfer ini (ke Bracelona), tentang hal-hal yang ada di hatinya saat ini. Sakit punggungnya yang tak berangsur membaik menurut pendapat saya, dijelaskan oleh kegelisahan yang ia alami,” ungkapnya.

Foto: RushTheKop

Komentar