Untung-Rugi Kembalinya Zlatan Ibrahimovic ke Man United

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Untung-Rugi Kembalinya Zlatan Ibrahimovic ke Man United

Ucapan selamat datang kembali sudah selayaknya diucapkan para pendukung Manchester United kepada Zlatan Ibrahimovic. Penyerang asal Swedia itu resmi kembali menjadi bagian dari skuat "Setan Merah" di musim 2017/2018 ini. Ibrahimovic sebenarnya merupakan bagian dari skuat "Setan Merah" pada musim lalu, namun cedera lutut yang dialaminya membuat ia harus mengakhiri kompetisi lebih cepat. Tak hanya itu, kontraknya bersama United pun sempat tak diperpanjang.

Nahas memang nasib Ibrahimovic saat itu, seperti sudah jatuh tertimpa tangga karena sudah cedera, dibuang kesebelasan pula. Namun menjelang berakhirnya jendela transfer musim panas, United mengubah keputusannya. Mereka kemudian merekrut kembali Ibrahimovic di musim ini. Kondisi kebugarannya yang semakin membaik menjadi salah satu alasan Man United kembali meminang Ibrahimovic.

Satu hal lainnya, kontribusi Zlatan pada musim lalu cukup besar bagi United. Meski cedera lutut yang dialami penyerang berusia 35 tahun itu memaksanya absen di beberapa laga penting seperti final Liga Europa melawan Ajax Amsterdam, namun Zlatan punya peran yang dominan dalam mendompleng kesuksesan United musim lalu. Tercatat ada 28 gol dari total 46 penampilannya di semua ajang. Torehan tersebut, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak United di musim lalu.

"Kami senang karena kondisi Zlatan (Ibrahimovic) semakin membaik. Dia sudah menuju tahap pemulihan. Kami sangat antusias untuk menerimanya kembali, dia memiliki ambisi dan pengalamannya untuk kami. Setelah kontribusinya pada musim lalu, ia layak mendapat kepercayaan kembali dari kami dan kami akan sangat sabar menunggunya kembali,” kata Jose Mourinho seperti dilansir dari halaman resmi kesebelasan.

Desas-desus bakal kembalinya Ibrahimovic ke skuat "Setan Merah" musim ini sebenarnya sudah beredar luas. Sering terlihatnya Ibrahimovic di sekitar Kota Manchester dan kesempatan yang diberikan United bagi pemain kelahiran Malmoe itu untuk berlatih di Carrington (pusat pelatihan United), semakin memperbesar spekulasi kembalinya Ibrahimovic ke Old Trafford. Pada akhirnya, sepekan jelang ditutupnya bursa transfer musim panas ini, Ibrahimovic diperkenalkan sebagai "rekrutan baru" United.

"Saya kembali untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah saya mulai. Ini menyangkut niat baik saya dan kesebelasan untuk tetap berada di Man United. Namun, saya butuh waktu untuk memastikan saya siap bermain. Saya sudah bekerja keras, dan terus melakukannya untuk memastikan saya tetap dalam kondisi terbaik di lapangan," kata Ibra.

Kehadiran Ibrahimovic adalah keuntungan bagi Mourinho dan Lukaku

Kembalinya Ibrahimovic ke skuat United tentunya membuat persaingan lini depan mereka memanas. Namun itu adalah keuntungan tersendiri bagi Mourinho untuk mendapatkan skuat yang kompetitif pada musim ini. Selain itu Ibrahimovic adalah seorang profesional yang punya segudang berpengalaman setelah bertahun-tahun menggeluti karier sebagai pesepakbola. Ia juga berprestasi, karena hampir setiap kesebelasan yang diperkuatnya bisa meraih gelar juara.

Selain itu, secara fisik juga ia sangat luar biasa. Bertubuh jangkung dan besar, hingga sangat proporsional sebagai seorang penyerang. Melihat lini depan United saat ini yang sudah memiliki Romelu Lukaku yang tampil gemilang di laga-laga awal United di kompetisi, agaknya lebih memungkinkan bagi Mourinho untuk menjadikan Ibrahimovic sebagai pelapis. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kesempatan tampil sebagai pemain utama didapatkannya, mengingat kualitasnya yang masih terbilang mumpuni meski sudah 35 tahun.

Biar bagaimanapun Ibrahimovic hadir sebagai ancaman bagi para penyerang United saat ini, terlebih Lukaku yang secara peran dan posisi serupa. Secara kasat mata mungkin Ibrahimovic akan menjadi sosok antagonis bagi karier Lukaku di United. Tapi peran jahat tersebut bisa saja berubah, dan kehadirannya justru menguntungkan bagi Lukaku.

Alasannya, sepeninggal Wayne Rooney dan Ibrahimovic dulu, ekspektasi besar dipikul Lukaku. Ia dituntut bisa menutup lubang yang ditinggalkan Rooney dan juga Ibra. Ada tekanan besar yang dirasakan Lukaku, karena tuntutan harus selalu tampil gemilang.

Selain itu, kehilangan dua pemain tersebut pun awalnya membuat pemain berusia 24 tahun itu menjadi satu-satunya pilihan sebagai lumbung gol. Ada kesan, kalau Lukaku tidak boleh mengalami cedera, kesebelasan membutuhkannya dalam kondisi fit setiap saat, agar United tak kelimpungan mencari pengganti yang tepat saat ia cedera.

Tapi dengan kembalinya Ibrahimovic, beban yang ia pikul sedikit demi sedikit terlepas. Ibrahimovic akan menjadi pelapis paling potensial bagi Lukaku karena kemampuannya yang tak perlu diragukan lagi. Selain itu, Ibrahimovic bisa menjadi mentor yang bagus buat pemain asal Belgia itu dan juga untuk Marcus Rashford.

Tidak ada yang meragukan kemampuan Lukaku, dia adalah striker fantastis yang bisa mencetak banyak gol. Tapi permasalahannya ia jarang sekali menciptakan gol di pertandingan-pertandingan besar. Dia juga tidak memiliki rekam jejak yang terlalu bagus untuk membawa kesebelasan yang dibelanya menjadi juara.

Tapi Ibrahimovic punya kelebihan yang menjadi kekurangan-kekurangan dari Lukaku. Dengan pengalamannya mencetak gol El Clasico (bersama Barcelona), Derby della Madonnina (bersama AC Milan), De Klassieker (bersama Paris Saint Germain), hingga Derby Manchester, Ibrahimovic bisa menjadi sosok guru bagi Lukaku dan Rashford, karena pengalaman-pengalamannya itu.

Namun dalam hal ini, sosok yang sepertinya akan merasakan dampak kerugian dari kembalinya Ibrahimovic adalah Rashford juga alih-alih Lukaku. Sederhananya, dia sudah menjadi striker pilihan kedua kesebelasan tersebut sebelum kembalinya Ibrahimovic. Dia memang mendapat kesempatan tampil, hanya saja di sektor sayap kiri yang jelas-jelas bukan posisi terbaiknya.

Biar bagaimanapun, Rashford adalah pemain bernaluri penyerang, dia ingin bermain di depan, dan dia adalah pemain asli kelahiran Manchester. Kedatangan Lukaku dan kembalinya Ibrahimovic berpotensi membuat tujuan Rashford untuk tampil sebagai penyerang jauh lebih sulit dicapai. Kemungkinannya jika Mourinho ingin mencoba memasang dua penyerang, maka potensi pilihannya akan jatuh kepada duet Ibrahimovic dan Lukaku. Yang sabar, ya, Rashford.

Komentar