Bola17an: Kemeriahaan Sepakbola di Hari Kemerdekan

Berita

by Haikal Kharisma

Haikal Kharisma

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Bola17an: Kemeriahaan Sepakbola di Hari Kemerdekan

Indonesia baru saja merayakan kemerdekaannya yang ke-72. Banyak rangkaian acara hiburan yang tersaji untuk merayakan kemerdekaan Indonesia. Salah satu acara menghibur dari banyaknya rangkaian acara 17 Agustusan ini tentunya yaitu Lomba 17an.

Ragam Lomba 17an akan menjadi daya tarik tersendiri. Dari mulai lomba balap karung, makan kerupuk, sampai panjat pinang memang menghibur setiap tahunnya dan entah kenapa menjadi Lomba yang paling identik dari 17 Agustusan ini.

Selain lomba yang saya sebutkan tadi, lomba Bola 17an selalu menjadi salah satu lomba yang paling ditunggu setiap tahunnya. Biasanya Lomba Bola 17an ada yang digelar secara serius, ada juga yang hanya sekadar `hura-hura` semata. Lomba ini juga biasanya digelar di berbagai skala, mulai dari skala RW, Kelurahan sampai Kota.

Setiap tahunnya, di beberapa tempat memang Lomba Bola 17an ini digelar secara serius dan skalanya cukup luas. Seperti yang terjadi di Pacitan:

Piala kemerdekaan ini rutin digelar tiap tahunnya dan menyuguhkan pertandingan yang menarik, bahkan pemilik akun @IkiDikii mengatakan bahwa turnamennya mirip dengan La Liga Spanyol, karena hanya ada dua kesebelasan yang bisa mendominasi turnamen ini setiap tahunnya.

Di tempat lain, ada juga pemain asing yang pernah pentas di Liga tertinggi Indonesia turut serta di turnamen bola 17an ini.

Menurut pemilik akun @riphanpradipta, turnamen yang digelar di Cibaliung, Banten menghadirkan mantan pemain asing yang pernah mencicipi kompetisi teratas Indonesia. Adalah James Koko Lomel, pemain yang pernah bersinar bersama PSMS medan turut meramaikan Sepakbola 17 Agustusan. Namun, ia hanya bisa mengantarkan kesebelasan yang dibelanya sampai ke babak semi-final.

Jangan lupakan lomba sepakbola 17 Agustusan yang bisanya dibuat untuk para ibu-ibu dan bapak-bapak. Lomba yang selalu mengundang gelak tawa bagi penonton, terkadang malah mereka yang main tertawa sendiri.

Daster memang identik dikenakan untuk Lomba Bola 17an ini. Terlihat ribet memang, tapi justru di situ lah letak kelucuannya. Seperti kiriman dari pemilik akun @luq_07. Ibu-ibu terlihat bersemangat saling rebut bola (yang saya yakini, lebih dominan teriakan ketimbang sepakan).

Bapak-bapak pun tak mau kalah, mereka juga sama menggunakan kostum yang menyerupai Ibu-ibu. Jangan pernah meremehkan lomba yang satu ini, karena bagi bapak-bapak ini tingkat kesulitannya luar biasa disamping malunya itu, ya. Saya rasa Messi atau Ronaldo pun akan kesulitan jika harus mengenakan daster ketika bermain sepakbola.

Lomba sepakbola anak-anak juga selalu menjadi perhatian. Ajang ini seolah menjadi pembuktian para anak-anak untuk unjuk gigi di depan orang banyak. Tak sedikit juga orang tua mempersiapkan anaknya agar tampil maksimal di sepakbola 17 Agustusan ini.

Jika kalian ingin merasakan Joga Bonito di Indonesia, datanglah ke Bandung. Pemilik akun @Firzarichsan mengirimkan salah satu lomba sepakbola tahunan yang menampilkan para anak-anak mengolah si kulit bundar. Bukan tidak mungkin dari ajang ini, lahir pesepakbola macam Ronaldinho ataupun Neymar.

**

Sepakbola dan hari kemerdekaan memang selalu saling berkaitan, terkadang dari Lomba Sepakbola yang dibuat untuk merayakan kemerdekaan ini bisa menghadirkan pesepakbola handal yang bisa bermain di kompetisi tertinggi Indonesia, bahkan dunia.

Dirgahayu Republik Indonesia!

Komentar