Borneo FC `Rujuk` dengan Iwan Setiawan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Borneo FC `Rujuk` dengan Iwan Setiawan

Manajemen Borneo FC resmi menunjuk Iwan Setiawan sebagai penerus Dragan Djukanovic yang dipecat sebelum putaran pertama Liga 1 Indonesia 2017 berakhir.

Sebelumnya kekosongan posisi pelatih kepala Pesut Etam diisi oleh Ricky Nelson yang diangkat dari jabatan Director Youth Development Borneo FC. Namun hanya lima pertandingan saja kesempatan yang diberikan kepada Ricky sebelum akhirnya Iwan berlabuh kembali ke Samarinda.

Manajer Borneo FC, Farid Abubakar, mengungkapkan bahwa Iwan akan dikontrak hingga akhir musim nanti. Farid menambahkan bahwa mantan pelatih Persija Jakarta itu akan langsung memimpin para penggawa Pesut Etam berlatih pada Senin (14/8) sebagai persiapan jelang pertandingan melawan Persipura Jayapura pada 21 Agustus mendatang di Stadion Segiri, Samarinda.

"Ini sudah pasti. Malam ini (Minggu-RED) coach Iwan akan berada di Samarinda dan besok akan memimpin pemain Borneo FC latihan. Tandatangan kontrak besok sebelum latihan, kami ikat kontrak hingga akhir musim," katanya seperti dilansir dari halaman resmi klub.

Iwan bukan sosok asing bagi publik sepakbola Samarinda. Ia tercatat pernah membawa Borneo FC menjadi kampiun di kompetisi divisi utama musim 2014, yang membuat Borneo akhirnya bisa mencicipi panasnya persaingan di kompetisi level pertama Indonesia.

Pelatih berusia 49 tahun ini juga tercatat pernah menukangi Borneo di ajang Piala Presiden 2015 lalu. Hanya saja Iwan gagal membawa Borneo menggenggam trofi turnamen tersebut. Kemudian pada tahun 2016, Iwan juga sukses membawa Borneo menjuarai turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

Melihat rekam jejaknya yang begitu kental bersama Borneo FC, Iwan diprediksi telah mengenal seluk beluk Pesut Etam. Apalagi ia juga tak asing dengan sebagian besar penggawa Borneo saat ini seperti Lerby Eliandri, Wahyudi Hamisi, Dody Al Fayed, Riswan Yusman, Sultan Samma, Terens Puhiri, hingga Diego Michiels yang pernah ia asuh dulu. Ikatan yang pernah terjalin antara Iwan dan Borneo tentu saja menjadi alasan manajemen Pesut Etam untuk ‘rujuk’ kembali bersama pelatih jebolan Villa 2000 itu.

"Karena jeda waktu yang sangat singkat dan mungkin hanya coach Iwan yang bisa beradaptasi cepat dengan lingkungan klub ini, dan karena dia bukan orang baru di Borneo FC, jadi manajemen sepakat mengontrak dia lagi,” lanjut Farid.

Kembali ke Borneo, tentu ini akan menjadi tantangan bagi Iwan untuk bisa mengangkat performa Borneo FC di kompetisi. Saat ini, kesebelasan yang terbentuk pada tahun 2014 masih bercokol di papan tengah kompetisi, tepatnya di posisi delapan dengan 27 poin hasil dari delapan menang, tiga imbang, dan delapan kalah. Pekerjaan rumah bagi Iwan tentunya adalah memperbaiki performa Pesut Etam di laga tandang, selain harus mampu menjaga performa apik Borneo di partai kandang.

Mereka memang memiliki catatan impresif saat bertanding di Stadion Segiri dengan meraih delapan kemenangan dari sembilan partai kandang mereka. Satu-satunya hasil minor yang dialami Borneo di kandang adalah saat mereka jumpa Sriwijaya FC pada 5 Agustus lalu, saat itu mereka takluk dengan skor 0-1.

Namun performa impresif Borneo di kandang tak berbanding lurus dengan pencapaian mereka di laga tandang. Dari 10 laga tandang yang telah dilakoni, belum ada satu pun kemenangan yang mereka raih. Tercatat dari jumlah tersebut Borneo mengalami tujuh kekalahan dan tiga laga lainnya berakhir imbang.

Ricky Nelson Kembali Menjadi ke Tim Junior

Ditunjuknya Iwan sebagai pelatih anyar Borneo tentu membuat posisi Ricky tergusur dari tim senior Borneo FC. Namun manajemen memastikan bahwa Ricky tetap menjadi bagian dari Borneo FC. Farid melanjutkan bahwa pelatih asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, itu dikembalikan ke posisi asalnya sebagai Director Youth Development tim Borneo FC. Farid mengungkapkan bahwa itu sudah menjadi kesepakatan antar kedua belah pihak.

“Tadi malam selepas pertandingan saya ketemu dengan Coach Ricky, saya menyampaikan beberapa hal dan kami sepakat Coach Ricky tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala di skuat senior Borneo FC," kata Farid.

"Pada intinya kami tetap bersama, hanya status dia kembali sebagai pelatih tim junior. Karena pada dasarnya dia memang menjabat sebagai Director Youth Development di Borneo FC," sambungnya.

Setelah ditunjuk sebagai pelatih sementara untuk menggantikan posisi Dragan, Ricky yang sebelumnya juga pernah menangani tim senior Borneo FC di Piala Presiden 2017 itu membesut tim selama kurang lebih satu bulan lamanya. Tercatat ada lima pertandingan Borneo yang didampingi oleh Ricky.

Meski pada debutnya menangani Borneo kompetisi diwarnai kekalahan tipis 0-1 dari Persija Jakarta, namun melihat perjalanannya kiprah Ricky sebenarnya cukup baik. Sebab Dari lima laga tersebut, ada dua kemenangan yang berhasil diraih atas Perseru Serui (2-0) dan PS TNI (1-0). Selain itu, Borneo juga sukses menahan Arema FC 0-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Kemudian sisanya berakhir dengan kekalahan dari Persija Jakarta dan Sriwijaya FC (0-2).

Sebelumnya, setelah berhasil membawa Borneo meraih kemenangan atas PS TNI, Minggu (13/8), melalui akun Instagram pribadinya, Ricky sudah mengucapkan salam perpisahan dan rasa terima kasihnya, atas kepercayaan klub kebanggaan Samarinda itu mempercayakan posisi pelatih pelatih kepala tim senior dalam lima pertandingan terakhir.

Foto: Josstoday

Komentar