Gol Bunuh Diri yang Indah, Cermin Kefrustrasian Kondogbia?

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Gol Bunuh Diri yang Indah, Cermin Kefrustrasian Kondogbia?

Dalam laga International Champions Cup 2017 menghadapi Chelsea, Geoffrey Kondogbia melakukan sesuatu yang terlalu luar biasa untuk dilewatkan. Ia mencetak gol dari hampir setengah lapangan ke dalam gawang. Uniknya, hal itu ia lakukan ke gawangnya sendiri, gawang Inter Milan.

Ajang International Champions Cup 2017 ini, walau hanya bertajuk laga pramusim, tetap mampu menyajikan sesuatu yang menarik untuk disaksikan. Selain menyajikan laga "El Clasico" yang diprediksi akan mendatangkan banyak pundi-pundi uang, ajang ICC 2017 ini menorehkan sebuah cerita yang unik. Hal ini terjadi dalam laga antara Chelsea melawan Inter Milan yang dihelat di Singapura, Sabtu (29/7/2017) malam.

Kejadian yang melibatkan Geoffrey Kondogbia ini bermula di menit ke-74. Saat itu, ia menerima bola dari salah satu pemain Inter di lini tengah. Merasa mendapatkan tekanan dari para pemain Chelsea, dari jarak 40 yard, dekat tengah lapangan, ia pun memilih untuk melakukan backpass ke arah penjaga gawang. Namun, sang penjaga gawang, Daniele Padelli berada di posisi yang salah. Alhasil, bola yang ditendang oleh Kondogbia pun meluncur mulus ke arah gawang.

Sontak gol bunuh diri yang kelewat indah ini pun mengundang reaksi dari para netizen di media sosial. Beberapa di antaranya berkomentar satir atas gol ini, namun banyak juga yang menjadikan gol Kondogbia ini sebagai bahan candaan.

Di balik segala candaan dan juga komentar satir yang menghiasi gol yang dicetak oleh Kondogbia ini, sebenarnya tampak satu hal yang mungkin juga bisa menjadi sebab kenapa Kondogbia sampai mencetak gol bunuh diri seindah itu. Hal ini berkaitan dengan kondisi terkini Kondogbia di Inter, yang sudah mulai tidak aman sejak musim 2016/2017.

Pada musim 2015/2016, Kondogbia yang pada saat itu masih berusia 22 tahun didatangkan dari AS Monaco dengan harga yang cukup mahal, yaitu 30 juta euro. Sontak mahalnya harga Kondogbia ini (ketika itu ia digadang-gadang sebagai salah satu gelandang berbakat) memunculkan pertanyaan: Apakah pemuda yang harganya hanya kalah mahal dari Christian Vieri dan Hernan Crespo ini punya kualitas sebagus itu?

Pertanyaan itu pun perlahan langsung menemukan jawabannya sendiri seiring dengan penampilan yang Kondogbia tunjukkan di Inter Milan. Pada musim 2015/2016, dari total 30 penampilan yang ia torehkan bersama Inter di semua ajang, Kondogbia hanya mencetak satu gol dan satu asis. Di musim 2016/2017, ia malah pernah ditepikan oleh pelatih Frank de Boer dari skuat utama Inter Milan karena ia tidak mengindahkan instruksi dari De Boer.

Di musim 2016/2017, Kondogbia pun kalah bersaing dengan Ever Banega ataupun Marcelo Brozovic yang mampu tampil lebih ciamik. Pada musim tersebut, Kondogbia hanya mencatatkan 26 penampilan di semua ajang bagi Inter, menorehkan satu gol dan dua asis saja. Pendukung Inter pun mulai sadar bahwa Nerazzurri sudah menghamburkan uang dengan membeli Kondogbia.

Sekarang, memasuki musim 2017/2018, posisi Kondogbia pun belum terlalu aman di skuat Inter. Meski Ever Banega sudah hengkang, ada nama Borja Valero yang siap menjadi pesaing Kondogbia di posisi lini tengah. Nama Brozovic pun masih ada dalam skuat, yang berarti persaingan di lini tengah Inter untuk musim 2017/2018 pun akan panas. Hal ini tampaknya yang bikin Kondogbia sedikit frustrasi, dan mungkin melepaskan tendangan yang berujung gol bunuh diri yang indah tersebut.

Tapi, jika memang benar Kondogbia bikin gol bunuh diri itu karena frustrasi, berarti posisinya musim 2017/2018 di skuat pun akan makin terancam.

Komentar