Kasus Handball dan Perubahan Keputusan Wasit dari Piala Eropa Perempuan

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kasus Handball dan Perubahan Keputusan Wasit dari Piala Eropa Perempuan

Sebuah drama menarik terjadi dalam gelaran Piala Eropa Perempuan 2017 yang diadakan di Belanda, 16 Juli sampai 6 Agustus 2017. Drama ini terjadi dalam lanjutan laga Grup D yang mempertemukan antara Spanyol melawan Inggris.

Pada pertandingan tersebut, Inggris berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 0-2 lewat gol dari Fran Kirby dan Jodie Taylor. Spanyol, meski menguasai pertandingan dengan rataan penguasaan bola mencapai 70%, gagal menyarangkan bola ke dalam gawang Inggris. Lucy Bronze, pemain bertahan timnas Inggris perempuan, berhasil menyabet gelar Man of the Match dalam laga tersebut karena kejeniusannya dalam mengatur lini pertahanan Inggris yang terus menerus digempur oleh Spanyol.

Namun, bukan kemenangan Inggris saja yang cukup menarik perhatian dalam laga tersebut, melainkan sebuah kejadian yang terjadi di tengah-tengah pertandingan, ketika Inggris masih unggul 0-1 lewat gol dari Kirby. Wasit yang memimpin pertandingan, Carina Vitulano, secara tiba-tiba mengubah keputusannya. Mulanya ia akan memberikan penalti kepada Spanyol, tapi tidak lama setelah itu, ia mengubah keputusannya dan memberikan hadiah tendangan bebas kepada Inggris.

Peristiwa ini bermula ketika Spanyol sedang menyerang. Terjadi sebuah insiden di dalam kotak penalti yang melibatkan pemain Inggris, Ellen White. Bola yang sedang bergulir mengenai tangan dari Ellen. Carina pun langsung menunjuk titik putih, tanda hadiah penalti diberikan kepada Spanyol.

Para pemain Inggris pun langsung mengerubungi wasit. Mereka tidak terima dengan keputusan ini karena menganggap bahwa Ellen tidak sengaja menyentuh bola dengan tangannya, apalagi Ellen saat itu terpeleset. Tak berapa lama, keputusan pun berubah dan wasit menghadiahkan tendangan bebas kepada Inggris. Sontak kejadian ini menimbulkan kebingungan di seantero stadion, plus protes dari para pemain Spanyol.

BBC melansir, salah satu faktor yang menyebabkan berubahnya keputusan dari Carina ini adalah bek dari Inggris, Lucy Bronze. Carina mengubah keputusannya ini setelah ia berdiskusi dengan Bronze. Bronze pun mengakui hal ini, karena ia merasa Ellen tidak melakukan sebuah handball dengan sengaja.

"Sebelum turnamen dimulai. UEFA mengadakan pertemuan dengan wasit untuk membahas peraturan apa saja yang diterapkan di pertandingan nanti, dan salah satu poinnya membahas soal handball. Jika bola mengenai tangan pemain secara tidak sengaja, maka itu bukanlah handball. Saya yakin itu," ujarnya dilansir BBC.

"Saya melihat kejadian tersebut dengan mata saya sendiri dan saya pun bergumam, "Oh, itu bukan penalti". Bola mengenai tangannya dengan tidak sengaja. Saya pun mengobrol dengan wasit dan ia berkata, "Oh, kau benar. Saya salah. Maaf,". Sebuah hal yang berani dari wasit, mengubah keputusannya di tengah pertandingan yang bertensi tinggi seperti ini," tambahnya.

Lalu, apakah yang dilakukan oleh wasit Carina sudah benar? Mari kita merujuk kepada Laws of the Game dari FIFA.

Berdasarkan Laws of the Game FIFA yang membahas perihal handball, disebutkan bahwa handball adalah "aksi dari seorang pemain yang dengan sengaja menghalangi bola dengan tangannya". Namun, untuk menilai bahwa itu handball atau bukan, ada beberapa situasi yang harus diperhatikan wasit. Situasi-situasi tersebut adalah:

  1. Pergerakan tangan terhadap bola (bukan pergerakan bola terhadap tangan)
  2. Jarak antara pemain dengan bola (bola yang tak terduga)
  3. Posisi dari tangan
  4. Ketika ada benda lain yang dikenakan di tangan mengenai bola, maka itu adalah pelanggaran
  5. Menyentuh bola dengan benda yang bisa dilempar (sepatu/shin guard), maka itu adalah pelanggaran

Jika merunut pada aturan di atas, apa yang dilakukan oleh wasit dengan tidak memberikan penalti sudah betul. Tapi, soal mengubah keputusan, apakah itu hal yang benar?

Dalam Laws of the Game yang membahas soal wasit (Law 05) poin ke-2, disebutkan bahwa wasit tidak bisa mengubah keputusannya, setelah diberi saran oleh match official atau berdasarkan kesadarannya sendiri, jika permainan sudah dilanjutkan (ditandai dengan bola yang kembali bergulir) atau ketika wasit sudah mengakhiri babak (baik itu babak pertama maupun pertama) dan meninggalkan lapangan, atau ketika wasit membatalkan pertandingan.

Maka, perlu diperhatikan juga apakah Carina mengubah keputusannya ini ketika permainan sudah bergulir atau belum. Jika ketika permainan sudah bergulir ia mengubah keputusannya, maka ia sudah melanggar Laws of the Game. Jika belum, maka Carina tidak salah.

Hal yang sama pun pernah terjadi di Bundesliga. Ketika itu, dalam pertandingan antara Eintracht Frankfurt melawan VfB Stuttgart, wasit mengubah keputusannya untuk memberikan penalti setelah ia berdiskusi dengan asisten wasit. Keadaan pertandingan saat itu sedang terhenti, dan bola belum bergulir, menandakan permainan belum kembali berlangsung.

foto: @BBCSport

Komentar