Maitimo Anggap Wajar Rivalitas Persib-Persija

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Maitimo Anggap Wajar Rivalitas Persib-Persija

Rivalitas antara Jakmania dan Bobotoh bukanlah satu-satunya yang membuat laga antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta dianggap sebagai salah satu pertandingan bergengsi di sepakbola nasional. Banyak faktor yang membuat pertandingan tersebut menarik untuk saksikan. Selain rivalitas suporter kedua kesebelasan, kiprah pemain yang pernah berseragam Persib atau Persija pun menjadi hal yang juga menjadi bumbu dalam pertarungan Macan vs Maung itu.

Sebenarnya merunut pada sejarah perjalanan kedua kesebelasan di pentas sepakbola nasional, hubungan antara Persib dan Persija cukup harmonis. Hal tersebut bisa dilihat dari lazimnya ekspansi perpindahan pemain dari dua kesebelasan, bahkan hingga saat ini.

Dulu, mungkin hal tersebut menjadi hal yang biasa saja. Namun ekspansi tersebut kini menjadi hal yang agaknya tabu bagi pendukung kedua tim, terutama sejak memasuki era Millennium, atau saat hubungan antara Jakmania dan Bobotoh kian memanas.

Pemain-pemain yang pernah berkostum Persib dan Persija selalu menjadi sorotan, tat kala Persib dan Persija bersua. Mantan pemain Persija yang memilih hijrah ke Persib dipandang sebagai sosok antagonis bagi para Jakmania, begitu pula sebaliknya. Bahkan, label ‘penghianat’ tak jarang dialamatkan kepada pemain tersebut.

Pada kompetisi musim 2017, Persib Bandung dan Persija Jakarta akan saling bersua untuk kali pertama pada Sabtu (22/7) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung. Saat ini beberapa pemain menjadi sorotan (satu dari Persija dan tiga dari Persib) bagi dua kubu suporter.

Bagi Bobotoh, ada Maman Abdurrahman yang sebelumnya pernah membela panji Persib pada musim 2008 hingga 2013. Sementara bagi kubu Jakmania, pemain-pemain seperti Atep yang bermain untuk Macan Kemayoran dari tahun 2004 hingga 2008 dan Tony Sucipto (2010/2011) juga menjadi sorotan karena status mereka sebagai mantan penggawa Persija.

Selain Atep dan Tony, masih ada satu sosok yang agaknya tidak bisa dilepaskan begitu saja. Dia adalah Raphael Maitimo. Gelandang naturalisasi asal Belanda itu pernah menjadi bagian penting Macan Kemayoran pada tahun 2015 lalu, dan akhirnya berlabuh di Persib pada musim 2017 ini. Ia sadar, keputusannya untuk membela Persib pada musim ini mungkin membuat sebagian Jakmania kecewa. Namun, Maitimo mengatakan bahwa dalam sepakbola ini adalah hal yang biasa.

“Saya pikir semua fans di manapun sangat luar biasa. Mereka mau support klub dengan sepenuh hati. I have a good time saat di Persija, saya hormat dengan Jakmania, mereka juga hormati saya. Sama juga sekarang, saya hormat dengan Bobotoh, mereka juga hormat kepada saya, mereka dukung saya juga. Makanya saya selalu main 100 persen dan mau menang untuk klub dan fans,” ucapnya.

Maitimo tahu betul bagaimana panasnya tensi pertandingan antara Persib dan Persija, namun baginya merasakan atmosfer pertandingan dengan tempo tinggi bukanlah hal yang baru. Diakui pemain berusia 33 tahun itu, saat masih bermain di Belanda bersama SC Feyenoord Rotterdam atmosfer panasnya laga pernah juga ia rasakan saat tim yang dibelanya itu menghadapi Ajax Amsterdam.

“Saya tahu bagaimana panasnya tensi pertandingan ini. Tapi dalam pertandingan nanti saya harus bersikap profesional. Dulu, sewaktu saya masih main di Belanda, saya pernah main di Feyenoord dan waktu itu rivalnya adalah Ajax,” katanya.

“Saya hanya menikmati atmosfer pertandingan besar. Saya harus hormat sama lawan, tapi saya mengerti kalau pertandingan ini sangat penting untuk fans (Bobotoh), jadi saya akan kasih 100 persen kemampuan saya untuk pertandingan sangat besar melawan Persija,” sambungnya.

Maitimo menyadari, laga melawan Persija tidak akan mudah bagi Persib. Menurutnya, Macan Kemayoran adalah tim yang solid. Buktinya, mereka mampu melewati 10 laga terakhir di kompetisi tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Berbeda dengan Persib, yang dalam tiga pertandingan terakhirnya harus menelan hasil negatif. Selain itu, mereka juga baru saja ditinggal pelatih kepala Djadjang Nurdjaman, yang memutuskan mundur dari jabatannya.

“Persija sekarang adalah tim bagus, mereka juga solid dan kompak. Tapi, kami tidak boleh under estimate sama lawan. Ya biasa saja. Memang mereka sekarang lagi naik, tapi saya pikir mereka sedikit beruntung. Kita juga punya tim yang lebih baik, mudah-mudahan kami bisa meraih hasil yang bagus,” tegasnya.

Komentar