Belum Sebulan di Tampil di Liga Thailand, Thiago Cunha Langsung Mendapat Masalah

Berita

by Septian Nugraha 26019

Septian Nugraha

Kontributor

Belum Sebulan di Tampil di Liga Thailand, Thiago Cunha Langsung Mendapat Masalah

Belum genap sebulan Thiago Chunha berkiprah di liga Thailand, nasib nahas harus ia alami. Mantan penyerang Barito Putera itu mengalami patah tulang hidung setelah terkena bogem mentah dari pengawas pertandingan yang mempertemukan Chonburi FC melawan Ratchaburi FC, Sabtu (8/7) lalu di Mitr Pol Stadium.

Saat itu Cunha terlibat insiden dengan manajer Ratchaburi, Tanawat Nitikanchana, pada akhir babak pertama. Keributan tersebut terjadi saat ia memprotes keputusan wasit, setelah babak pertama berakhir. Melihat reaksi berlebihan Cunha, Tanawut memprotes aksi tersebut hingga suasana di lapangan saat itu memanas.

Keduanya pun terlibat perselisihan, spontan Cunha menyiram air kepada Tanawat. Kabarnya, Tarawat melempar ejekan kepada Cunha, yang membuat pemain asal Brasil itu semakin naik pitam. Kejadian tersebut mengundang sikap represif dari pengawas pertandingan yang melihat aksi itu. Si pengawas pertandingan itu langsung berlari dan kemudian memukul Cunha sampai wajahnya berlumuran darah.

Kabarnya, pemain asal Brasil itu mengalami patah tulang hidung, dan sampai harus menerima enam jahitan untuk menghentikan pendarahan di wajahnya. Sikap yang dilakukan oleh pengawas pertandingan tersebut, tentu tidak bisa dibenarkan apapun alasannya.

Tanawat mengaku kecewa dengan insiden yang terjadi itu. Ia juga menyesalkan dengan tindakan represif yang dilakukan oleh pengawas pertandingan tersebut. Menurutnya, itu adalah sikap tidak terpuji yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Tanawat melanjutkan bahwa pengawas pertandingan hanya cukup melerai keduanya, tanpa harus melakukan tindakan kekerasan yang sampai membuat Cunha terluka parah. Atas kejadian tersebut, Tanawat pun meminta maaf kepada semua pihak. Menurutnya, kejadian yang tak sepatutnya terjadi itu merupakan tanggung jawabnya.

“Saya sepakat bahwa pengawas pertandingan bertindak berlebihan pada saat itu. Menurut saya, seharusnya ia cukup melerai kami dan tidak melukai Cunha seperti itu,” terangnya seusai pertandingan seperti dikutip dari eyesoccer.id.

Tarawut melanjutkan bahwa pengawas pertandingan tersebut sudah mendapatkan hukuman yang sepadan. Menurutnya, pelaku pemukulan terhadap Cunha tidak lagi ditugaskan sebagai pengawas pertandingan dalam setiap laga kandang Ratchaburi.

Akibat kejadian tersebut, Asosiasi Sepakbola Thailand (FAT) pun tak tinggal diam dengan kejadian tersebut. Keduanya dijatuhi sanksi yang cukup berat. Tanawat dijatuhi sanksi larangan untuk terlibat aktif dalam sepakbola, termasuk memasuki stadion pertandingan selama tiga bulan. Selain itu, Tanawat diwajibkan untuk membayar denda sebesar 60.000 baht.

Tim Ratchaburi juga tak lepas dari hukuman. FAT menilai kalau keteledoran juga dilakukan pihak klub atas kejadian tersebut. Meski begitu hukuman yang dijatuhi tidaklah terlalu berat. FAT hanya mewajibkan klub untuk membayar denda sebesar 100.000 baht. untuk tindakan pengamanan mereka yang tidak efektif. Sementara Cunha dilarang tampil selama lima pertandingan dan denda sebesar 50.000 baht.

Atas hukuman tersebut, Tanawat, Cunha dan Ratchaburi diberikan kesempatan untuk melakukan banding kepada federasi. Namun Tanawat sepertinya tidak akan melakukan haknya tersebut, sebab ia sudah memutuskan untuk rehat sementara dari jabatannya sebagai manajer tim untuk waktu yang belum bisa ditentukan.

Foto: portfcsandpit

Komentar