Borja Valero, Pemain Spanyol Yang Terlupakan

Berita

by Abelio Pramayoga

Abelio Pramayoga

True football fans and an introvert writer. #RESPECT

Borja Valero, Pemain Spanyol Yang Terlupakan

Usai merekrut bek muda Slovakia, Milan Skriniar dan kiper Torino, Daniele Padelli, Inter resmi mengamankan jasa gelandang Spanyol, Borja Valero. Pemain berusia 32 tahun itu diikat kontrak selama tiga tahun bersama Nerazzurri. Pemain yang meraih puncak kesuksesannya bersama Fiorentina itu mengatakan, siap menjalani tantangan baru bersama Inter.

“Saya sangat senang, ini merupakan tantangan terbaik untuk bermain di Inter. Itulah yang telah saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir; bermain di berbagai posisi di tengah, terutama jika ada pemain yang absen. Saya akan melakukan yang terbaik dan menunjukkan yang saya bisa,” ujar Valero dalam perkenalannya dilansir Inter Channel.

Valero termasuk pemain yang cukup berpengalaman karena telah bermain di banyak klub Eropa seperti Villarreal, Mallorca hingga West Bromwich Albion. Ia juga merupakan didikan akademi Real Madrid pada 1995.

Perjuangan di Spanyol

Borja Valero lahir di Madrid, 12 Januari 1985. Sejak 1995, Valero sudah bermain untuk akademi Real Madrid. 10 tahun berselang, Valero debut bersama tim cadangan Real Madrid dan tampil 39 kali.

Musim berikutnya, ia berkesempatan bermain di tim utama Madrid, namun ia hanya tampil dua kali sepanjang musim 2006/07. Tak kunjung mendapat tempat utama di Madrid, ia akhirnya dilepas ke Real Mallorca. Kariernya perlahan mulai meningkat setelah tampil 34 kali di La Liga bersama Mallorca.

Penampilannya yang menanjak bersama Mallorca menarik minat klub Inggris, West Bromwich Albion. Meski awalnya sempat menolak, ia tetap hijrah ke klub berjuluk The Baggies tersebut. Valero cukup sering dimainkan bersama West Brom dengan tampil 30 kali. Nahasnya, West Brom terdegradasi di akhir musim 2008/09; catatan yang menjadi sedikit noda karier Valero.

Valero awalnya tetap berkomtimen membela West Brom dengan alasan ia menghargai sisa kontraknya. Namun, Valero mengubah pikirannya dan memutuskan meninggalkan West Brom setelah sempat sekali bermain di divisi Championship musim 2009/10.

Ia pun kembali ke klub lamanya, Mallorca. Kali ini, keputusannya berbuah manis. Ia berhasil membawa Mallorca finis di peringkat ke-5 La Liga musim 2009/10, yang juga membawa mereka lolos ke Liga Europa musim berikutnya. Karena kontribusinya ini, Valero meraih penghargaan Don Balon Award, penghargaan untuk pemain terbaik di La Liga.

Valero kemudian menjalani masa pinjaman dengan klub Spanyol lainnya, Villarreal FC. Di sana, ia selalu tampil sebagai starter di 37 penampilannya bersama tim Kapal Selam Kuning di musim pertamanya. Ia juga membantu Villarreal lolos ke Liga Champions musim 2011/12 setelah finis di posisi keempat La Liga.

Villarreal akhirnya membelinya secara permanen menyusul hasil bagus tersebut. Sayang, musim 2011/12 tak berakhir baik bagi kariernya. Meski ia tampil di 36 pertandingan Villarreal di Liga dan mencetak 5 gol, Villarreal terdepak dari La Liga setelah hanya finis di peringkat ke-18. Untuk kedua kalinya, Valero harus merasakan klubnya terdegradasi.

Fiorentina, Rumah Kedua Valero

Karier yang tak begitu baik di musim keduanya bersama Villarreal, membuat Valero terpaksa hengkang. Fiorentina menjadi tujuan Valero berikutnya. Ini akan menjadi pengalaman pertamanya bermain di Italia setelah menghabiskan 3 tahun terakhir di Spanyol.

Di sana, Valero langsung memberikan dampak positif untuk Fiorentina di debutnya. Ia bermain di 37 pertandingan Fiorentina di Serie A dan mencetak lima gol. Ia juga membawa Fiorentina lolos Liga Europa musim depan. Sejak saat itu, ia selalu tampil reguler. Musim selanjutnya, ia sukses membawa Fiorentina menjadi runner-up Piala Italia setelah dikalahkan Napoli.

Prestasi terbaiknya datang ketika ia mengantarkan La Viola lolos semifinal Liga Europa 2014/15. Sayangnya, mereka dihentikan Sevilla yang akhirnya menjadi juara. Ia juga termasuk dalam skuat terbaik Liga Europa untuk musim itu; mengulangi prestasinya di musim sebelumnya. Ia kemudian menjadi pemain yang dielu-elukan oleh fans karena kehebatannya sebagai gelandang dan tumbuh menjadi ikon untuk Fiorentina.

Dengan segala prestasinya itu, agak mengherankan Valero jarang dilirik oleh timnas Spanyol. Ia tercatat hanya pernah tampil sekali bersama Spanyol di pertandingan persahabatan melawan Amerika Serikat 2011 lalu. Namun, prestasinya lebih menonjol saat bermain di level junior. Ia merupakan bagian dari kesuksesan Spanyol U19 menjuarai Piala Eropa U19 2004 lalu.

**

Valero mengakhiri kariernya di Fiorentina dengan total 211 penampilan 17 gol dan 42 assist. Ini juga menjadi musim terakhirnya bersama Fiorentina setelah ia direkrut Inter seharga 5.5 juta euro. Harus meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya tersebut, ia mengaku sempat tak bisa tidur memikirkan keputusan ini.

"Saya ingin berterima kasih kepada fans dan segenap pemain Fiorentina karena telah menerima keputusan saya untuk pindah ke klub baru," ujar Valero dilansir akun twitter resminya, @bvalero20.

Kini, bersama Inter Milan, Valero siap meneruskan tuah nomor 20; nomor milik sang legenda Uruguay, Alvaro Recoba. Mungkin ia ingin tertular kehebatannya yang bermain sebagai gelandang atau bahkan melampaui prestasinya.

Komentar