Barito Resmi Perkenalkan Willian Lira

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Barito Resmi Perkenalkan Willian Lira

Tidak butuh waktu lama bagi Barito Putera untuk mencari sosok pengganti Thiago Cunha yang dilepas ke Chonbury FC secara cuma-cuma. Beberapa pekan setelah melepas Thiago yang penampilannya dianggap kurang memberikan kontribusi bagi tim, manajemen "Laskar Antasari" secara resmi memperkenalkan Willian Lira sebagai sosok anyar di sektor penyerangan mereka.

Perkenalan Lira kepada publik sepakbola Banjarmasin dilakukan pada jeda laga antara Barito Putera melawan Persiba Balikpapan di Stadion 17 Mei, Minggu (9/7) waktu setempat. Sebelumnya Lira tampak asyik menyaksikan jalannya pertandingan babak pertama di kursi penonton tribun VVIP dengan ditemani oleh sang agen.

Kemudian ketika turun minum tiba, ia diboyong ke tengah lapangan untuk diperkenalkan. Tampak Lira mengenakan seragam kuning khas Barito bernomor punggung 11 yang sebelumnya dimiliki oleh Cunha. Ia terlihat berdiri didampingi salah satu perwakilan manajemen, M Arifin, sambil membentangkan syal kesebelasan kebanggaan masyarakat Banjarmasin itu.

Sesaat sebelum laga paruh kedua dimulai, Lira kembali ke bangku penonton untuk menyaksikan pertandingan babak kedua. Laga tersebut dimenangkan Barito dengan skor tipis 1-0 melalui gol yang diciptakan oleh Dandi Maulana.

Meski sudah diperkenalkan, namun Lira masih harus bersabar untuk menjalani debut bersama kesebelasan anyarnya itu. Sebab berdasarkan yang sudah ditetapkan di Transfer Matching System milik FIFA, Indonesia baru membuka jendela transfer paruh kedua pada 16 Juli 2017 dan ditutup pada 13 Agustus 2017.

Meski begitu, Lira sudah bisa mengikuti latihan bersama Barito. Pelatih Barito, Jacksen F. Tiago mengungkapkan bahwa Lira mulai bergabung bersama rekan setimnya dalam sesi latihan Senin (10/7). Pelatih asal Brasil itu mengungkapkan, Lira harus bisa cepat beradaptasi dengan gaya permainan Barito.

“Selain itu, dalam setiap laga yang dijalani Barito Putera, Willian juga harus menyaksikan walaupun tidak duduk bersama pemain di bench untuk sementara waktu,” kata Jacksen seperti dikutip dari Portal Kalimantan.

Salah satu perwakilan manajemen Barito, M. Arifin, mengungkapkan bahwa Lira merupakan sosok potensial bagi lini depan Barito. Usianya yang masih muda, yakni 23 tahun, dipercaya bahwa kualitas dan staminanya dirasa sangat ideal untuk mengangkat performa tim di kompetisi.

Selain itu, optimisme manajemen terhadap talenta Lira tak terlepas juga dari rekam jejak pemain asal Brasil itu di kesebelasannya dulu, Salgueiro Atletico. Di sana, Lira kabarnya sempat menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi sembilan gol. Hal tersebut yang kemudian membuat pihaknya yakin bahwa Lira bisa menjadi juru gedor andalan "Laskar Antasari".

“Saya optimistis, Willian adalah salah satu harapan terbaik untuk Barito Putera di kompetisi ini. Di klub sebelumnya, yakni Salgueiro Atletico, Willian merupakan pemain bintang yang banyak mencetak gol. Mudah-mudahan Willian juga bisa bersinar di Barito Putera,” lanjutnya.

Manajemen Barito mengikat Lira dengan durasi waktu tujuh bulan. Meski begitu, manajemen enggan mengungkapkan besaran uang yang dikeluarkan untuk menggaet pemain kelahiran 9 Desember 1993. Arifin pun enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

Melihat tayangan video, Lira yang punya postur tinggi memiliki kemampuan bola udara yang baik. Terlihat dari tayangan video yang di unggah di situs YouTube, Lira sering memenangkan duel bola udara dengan pemain bertahan lawan. Selain itu, ia juga punya mobilitas dan kecepatan yang cukup baik. Keunggulan lainnya adalah kemampuan penguasaan bolanya yang juga tak kalah baik.

Tentunya tayangan video tidak bisa dijadikan rujukan obyektif untuk menilai bagaimana kemampuan Lira. Biar bagaimanapun, kualitasnya akan terlihat saat ia sudah memainkan laga bersama Barito. Semoga saja, ekspektasi yang membuncah dari manajemen kepada Lira bisa dibalas dengan kontribusi maksimal bagi "Laskar Antasari".

foto: twitter Barito Putera

Komentar