Sempat Diminati Barcelona, Ini Alasan Karsdorp Pilih AS Roma

Berita

by Abelio Pramayoga

Abelio Pramayoga

True football fans and an introvert writer. #RESPECT

Sempat Diminati Barcelona, Ini Alasan Karsdorp Pilih AS Roma

AS Roma cukup banyak menjual pemain kunci pada bursa transfer musim panas ini. Selain itu, pemain anyar yang didatangkan pun terbilang cukup asing. Salah satunya Rick Karsdorp. Tapi, meski bukan nama top, Karsdorp tampaknya bisa meningkatkan kualitas sisi kanan Roma.

Karsdorp berposisi sebagai bek kanan. Ia merupakan hasil polesan akademi Feyenoord sejak usia 9 tahun. Musim 2014/15, pemain berusia 22 tahun itu menjalani debutnya bersama tim Feyenoord senior di laga playoff Liga Champions melawan Besiktas.

Karsdorp tampil 25 kali di musim pertamanya bersama Feyenoord di semua kompetisi. Ia mulai dimainkan secara reguler di musim berikutnya dengan tampil 35 kali. Ia juga membawa Feyenoord menjuarai Piala Belanda musim itu.

Musim berikutnya, karier Karsdorp kian bersinar setelah membawa tim berjuluk De Trots van Zuid (kebanggaan dari Selatan) itu menjuarai Eredivisie 2016/17. Selain itu, ia mencetak gol perdananya pada musim 2016/2017 saat menghadapi Heerenveen yang berkesudahan 2-2.

Musim ini, Karsdorp resmi berseragam AS Roma setelah dibeli pada 28 Juni lalu seharga 14 juta euro beserta klausul performa sebesar 5 juta euro. Karsdorp juga menjadi pemain termahal yang pernah dijual Feyenoord.

Potensinya yang cerah membuat sejumlah kesebelasan top Eropa meliriknya. Pada awal 2017 lalu, Barcelona disebut-sebut menjadikannya sebagai alternatif andai mereka gagal mendapatkan Hector Bellerin dari Arsenal. Namun akhirnya, Karsdorp memilih bergabung ke kesebelasan berjuluk Giallorossi tersebut. Kompatriotnya sesama Belanda, Kevin Strootman, membujuknya untuk bergabung dengan Roma.

“Dia [Strootman] memang membujuk saya ke Roma dan itu bukan keputusan sederhana, karena saya ragu meninggalkan Feyenoord, tapi Kevin meyakinkan saya datang ke Roma. Pemain manapun yang hijrah dari Liga Belanda ke Italia harus bekerja keras dan mempelajari gaya sepakbola baru,” tandas Karsdorp dilansir Football Italia.

Sebelumnya, Karsdorp sempat menjalani operasi lutut dari cedera yang dideritanya setelah laga internasional bersama timnas senior Belanda. Ia diperkirakan akan menjalani pemulihan selama empat minggu pasca operasi tersebut.

“Saya harap ini [cedera] bisa segera pulih dalam tiga atau empat minggu. Saya ingin segera bermain untuk klub ini dan membuktikan diri saya. Liburnya terlalu lama,” ujar Karsdorp seperti dilansir situs resmi Roma.

Meski berposisi sebagai bek kanan, Karsdorp bisa menambah daya gedor Roma untuk lini serang. Hal ini tak lepas dari rekam jejaknya di mana ia sempat berkarier sebagai gelandang. Pergantian posisi yang sempat ia jalani dari posisi gelandang ke bek serta hijrah ke Italia membuat ia harus meningkatkan kemampuan bertahannya.

“Saya memulai sebagai gelandang serang lalu berganti menjadi bek kanan di usia 20. Sulit bagi saya membandingkan dengan bek kanan lain, jadi saya hanya ingin membuktikan yang terbaik di lapangan. Saya menganggap diri saya pemain kecil, jadi jangan berekspektasi tinggi kepada saya. Saya pemain yang berkarakter menyerang, jadi saya juga harus belajar bertahan lebih baik lagi. Saya yakin bisa menjadi pemain yang lebih lengkap lagi di sini,” tambah Karsdorp.

Di Roma, ia akan bersaing dengan Bruno Peres, bek kanan asal Brasil. Peres juga memiliki karakter permainan yang mirip dengan Karsdorp; bisa menambah daya serang dan gemar melewati pemain lawan. Hanya saja, Peres kerap terlambat membantu pertahanan usai membangun serangan. Namun, Peres memiliki rekor kedisiplinan sedikit lebih baik dari Karsdorp sejauh ini dengan tidak pernah mendapat kartu merah langsung. Sementara Karsdorp telah menerima dua kartu merah saat masih berseragam Feyenoord.

Selain itu, dilansir Squawka, keduanya sama-sama mencatatkan 25 tekel musim lalu namun Karsdorp memiliki persentase tekel sukses lebih baik dari Peres dengan 40% berbanding 32% Squawka. Meski penyelesaian operan Karsdorp masih kalah dari Peres dengan 81% berbanding 85%, Karsdorp unggul dari jumlah asis, empat berbanding dua.

Kedatangan Karsdorp memang diperlukan Roma mengingat mereka sebelumnya hanya mengandalkan Bruno Peres. Alessandro Florenzi, yang biasa ditempatkan di bek kanan, berposisi asli sebagai gelandang dan mulai rentan mendapatkan cedera. Lebih spesifik, Karsdorp bisa menjaga skema permainan Roma yang agresif menyerang melalui kedua sayapnya meski mereka tak lagi dilatih Luciano Spaletti.

foto: voetbalzone.nl

Komentar