PSM Krisis Pemain Muda Jelang Laga Melawan Borneo FC

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

PSM Krisis Pemain Muda Jelang Laga Melawan Borneo FC

Jelang pertandingan ke-11 Liga 1 Indonesia 2017 menghadapi Borneo FC pada 19 Juni mendatang, PSM Makassar mengalami krisis pemain muda. Klub berjulukan Juku Eja itu dipastikan bakal kehilangan Asnawi Mangkualam dan Reva Adi Utama karena mendapatkan akumulasi kartu kuning. Selain itu, mereka juga kemungkinan besar tidak bisa memainkan Ridwan Tawainella yang masih mengalami cedera.

Praktis saat ini PSM hanya menyisakan Muhammad Syafei, Muhammad Arfan, dan Romario Rumpaisum sebagai tiga pemain di bawah 23 tahun yang bisa diandalkan di laga nanti. Seperti diketahui bahwa Liga 1 Indonesia 2017 mewajibkan setiap kontestan memainkan tiga pemain berusia di bawah 23 tahun tampil sebagai starter minimal selama 45 menit.

Selain tiga nama tersebut, PSM sebenarnya masih bisa mengandalkan Muhammad Hilman (kiper) dan Nurhidayat (stoper) yang saat ini masih menjalani Pelatnas timnas Indonesia U-19. Keduanya pun kemungkinan besar bisa dimainkan oleh Rene dalam laga nanti. Namun kans Nurhidayat jauh lebih besar, karena Rene tampaknya lebih membutuhkan sosok pemain 23 tahun di luar posisi penjaga gawang.

"Kami masih harus mencari solusi terbaik. Saat ini kami mempunyai tiga pemain U-23 yang bisa bermain, kecuali penjaga gawang,” kata Rene. “Nurhidayat kalau dia datang jadi kami bisa punya empat pemain U-23 yang bisa dipakai dalam pertandingan (Melawan Borneo)," lanjutnya seperti dikutip dari Tribun Timur.

Meski sedang mengalami krisis pemain muda, namun ada hikmah yang bisa diambil dari banyaknya pemain muda Juku Eja yang terpaksa absen, salah satunya melihat potensi para pemain muda mereka lainnya dalam pertandingan melawan Borneo FC yang akan berlangsung di Stadion Mattoangin, Makassar itu.

Dari empat nama pemain muda yang siap ditampilkan PSM pada pertandingan nanti, ada Arfan dan Romario pemain yang terbilang cukup potensial. Arfan memang bukan nama asing, karena ia sering berduet bersama Marc Klok di lini tengah Pasukan Ramang. Peran dan kontribusinya pun cukup baik bersama PSM.

Apalagi, saat Juku Eja berhasil mengalahkan Perseru Serui di Stadion Manora, Kepulauan Yepen. Dalam laga itu Arfan tampil memukau, saking bagusnya penampilan Arfan, Rene juga sampai melempar pujian bahwa Arfan akan menjadi gelandang masa depan Pasukan Ramang di masa mendatang. Hal tersebut juga yang kemudian menjadi alasan kenapa Rene selalu mempercayakan pos gelandang bertahan kepada pemain berusia 21 tahun itu.

Sama halnya dengan Arfan, Romario juga sering masuk dalam starting eleven PSM, meski intensitas bermainnya tak sesering Arfan. Namun dari tiga pertandingan terakhir di Liga 1, Romario tampil sebagai starter sebanyak dua kali. Bahkan di pertandingan terakhirnya melawan Semen Padang pada pekan lalu, satu gol berhasil dibukukan. Meski pada akhirnya PSM harus menyerah dari Semen Padang, setelah tuan rumah berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1. Romario bisa menjadi pengganti sepadan bagi Ridwan Tawainella di sektor sayap Juku Eja.

Satu nama lainnya adalah Nurhidayat, yang merupakan bagian dari skuat Indonesia di ajang Toulon turnamen di Prancis pada pekan lalu. Meski gagal membawa Indonesia lolos ke fase gugur, namun kala itu tim asuhan Indra Sjafri itu mampu memberikan perlawanan terbaik hingga banyak yang memuji mereka. Nurhidayat juga punya kontribusi yang baik di lini pertahanan Indonesia di ajang tersebut. Dengan pengalaman dan kapabilitasnya, ia bisa menjadi solusi dari kehilangan Reva Adi Utama di sektor kiri pertahanan mereka.

“Nurhidayat telah kembali dari turnamen di Perancis dan saat ini sudah di Indonesia. Kami dari manajemen tentu ingin agar Nurhidayat dapat datang ke Makassar, dan bergabung bersama tim. Saat seperti ini tentu saja kehadiran Nurhidayat dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi tim," kata CEO PSM, Mufari seperti dilansir dari halaman resmi klub.

Satu nama lain adalah Muhammad Syafei, meski jarang ditampilkan setidaknya kepercayaan yang bisa saja diberikan Rene kepadanya bisa membuat motivasi bermain Syafei semakin berlipat, dan menjadikan laga melawan Borneo sebagai laga pembuktian baginya.

Komentar