Penolakan Perpanjangan Kontrak Donnarumma Dianggap Pengkhianatan

Berita

by Randy Aprialdi 92167

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Penolakan Perpanjangan Kontrak Donnarumma Dianggap Pengkhianatan

Mino Raiola, agen Gianluigi Donnarumma, melakukan pertemuan dengan pihak AC Milan kemarin, Kamis (15/6). Dari pertemuan itulah masa depan Donnarumma akan lebih jelas, apakah akan memperpanjang kesetiaannya atau tetap pada kontraknya saat ini yang bisa membuatnya hengkang secara gratis pada musim depan. Pilihan terakhir bisa membuat Milan menjualnya pada musim panas ini.

Hasil pertemuan itu adalah Donnarumma tidak akan memperpanjang kontraknya dengan Milan. Raiola dan Milan gagal mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontraknya. Artinya, pintu keluarnya pada musim panas ini dibiarkan terbuka. Padahal CEO Milan, Marco Fassone, mengatakan bahwa Milan sudah membuat proposal yang kuat untuk memperpanjang kontraknya. Tapi Raiola dan Donnarumma melakukan beberapa evaluasi yang tidak hanya bersifat ekonomi.

Alhasil, romantisme Donnarumma bersama Milan akan berakhir pada 30 Juni 2018 jika tidak dijual pada musim panas ini, "Kami terkejut karena kami berharap Donnarumma akan menjadi penjaga gawang yang membawa Milan ke masa depan. Tentu keputusan itu meninggalkan rasa pahit di mulut, tapi sekarang kami harus maju," beber Fassone seperti dikutip dari Sportlens.

Keputusan itu langsung mengundang ragam pendapat. Salah satunya Enrico Albertosi yang merupakan mantan kiper Milan sejak 1970-an sampai 1980an. Ia mengatakan bahwa keputusannya menolak perpanjangan kontrak Milan adalah hal yang gila. Albertosi justru takut bahwa Donnarumma tidak menjadi pilihan penjaga gawang utama jika bergabung bersama kesebelasan lain.

"Dia melakukannya dengan baik di Milan, tapi juga membuat beberapa kesalahan menghkawatirkan yang pasang surut. Dia mengkhianati Milan, memunggungi klub besar yang menaruh kepercayaan kepadanya dan memberi debut di Serie-A pada usia 17 tahun. Saya pikir anak itu seharusnya membuat perjanjian yang jelas untuk agennya, karena para atlet selalu membuat keputusan akhir. Sejauh yang saya tahu, keinginan Donnarumma untuk pergi dan dia 100 persen salah," tegas Albertosi panjang lebar, seperti dikutip dari Football-Italia.

Donnarumma sendiri merupakan kiper termuda kedua yang bermain di Serie-A saat menjalani debutnya di Milan pada 2015 lalu. Selanjutnya ia selalu menjadi penjaga gawang pilihan utama kesebelasan berjuluk I Rossoneri tersebut. Sejak itu Donnarumma sebanyak 72 kali menjaga gawang Milan dari seluruh ajang yang diikutinya. Ia juga dipanggil memperkuat Tim Nasional Italia pada Agustus 2016. Donnarumma pun menjadi incaran kesebelasan-kesebelasan besar, di antaranya adalah Manchester United, Real Madrid dan lainnya berkat kemampuan dia yang memang luar biasa berbakat.

Komentar