Kompetitifnya Kompetisi Kawasan Asia Tenggara

Berita

by Septian Nugraha 33957

Septian Nugraha

Kontributor

Kompetitifnya Kompetisi Kawasan Asia Tenggara

Sejak bergulir pada 15 April lalu, seluruh kontestan Liga 1 Indonesia 2017 rata-rata sudah melakoni 10 pertandingan. Melihat yang tersaji di papan klasemen sementara, terlihat sekali kalau persaingan berlangsung ketat. Selisih poin dari satu peringkat ke peringkat lainnya hanya berjarak satu sampai dua poin saja.

Seperti Madura United dan PSM Makassar yang berada diperingkat pertama dan kedua, poin keduanya hanya berselisih dua poin saja, Madura unggul dengan 22 poin sementara PSM 20 poin (dengan catatan Madura lebih banyak satu pertandingan). Begitu pula dengan gap antara PSM dengan Bhayangkara FC yang berada di peringkat ketiga. Evan Dimas dan kawan-kawan juga tertinggal dua angka dari klub berjuluk Juku Eja itu dengan 18 poin.

Selain itu, perolehan poin sama juga menjadi pemandangan tersebdiri. Dari peringkat empat sampai tujuh yang dihuni Bali United, Persela Lamongan, Persib Bandung, dan Persipura Jayapura persaingan empat tim tersebut harus ditentukan melalui selisih gol atau head to head, karena keempatnya sama-sama mengoleksi 16 poin dari 10 pertandingan yang sudah dilakoni. Hal yang sama juga terjadi pada Mitra Kutai Kartanegara (Kukar), Arema FC, dan PS TNI yang menempati posisi delapan sampai 10, tiga kesebelasan tersebut memiliki poin sama 15. Poin sama juga terjadi di posisi 11-13, Sriwijaya FC, Borneo FC, dan Semen Padang sama-sama mengoleksi 14 poin.

Dari data tersebut terlihat sekali bagaimana persaingan tim di Liga 1 sangatlah ketat dan juga rapat. Bisa dibilang kekuatan tim di Liga 1 masih sama kuat, tidak ada tim yang superior, karena semua kontestan pernah merasakan kekalahan. Selain Terlihat juga terjadi fluktuasi posisi yang dialami oleh tim di Liga 1, PS TNI misalnya. Pada pekan awal mereka konsisten berada di posisi tiga besar, namun setelahnya mereka harus terjerembab ke posisi 10 setelah menelan dua kekalahan beruntun di pekan kesembilan dan sepuluh.

Berbeda dengan PS TNI yang mengalami fluktuasi posisi di tabel klasemen sementara, Bhayangkara FC, Bali United, dan Persela Lamongan justru menunjukkan peningkatan. Buktinya, saat ini mereka mampu merangsek ke posisi lima besar, padahal pada pekan-pekan awal mereka lebih sering berkutat di papan tengah.

Meski beberapa tim terlihat menunjukkan performa yang naik turun, PSM Makassar justru terlihat sangat stabil. Klub berjulukan Juku Eja itu kokoh di puncak klasemen sejak pekan keempat hingga pekan ke-10. Di puncak, PSM memiliki modal enam kemenangan yang tercatat sebagai jumlah kemenangan terbanyak yang ditorehkan klub di Liga 1 sampai bergulirnya pekan ke-10.

Selain PSM, Bhayangkara pun sukses mencatatkan enam kemenangan, sayang mereka justru menderita empat kekalahan sehingga perolehan poin mereka tertinggal dua poin dari PSM, yang meraih enam kemenangan, dua imbang, dan dua kalah. Tapi yang patut diingat bahwa posisi PSM di klasemen sementara belum sepenuhnya aman. Sebab, para kontestan lain juga terus menunjukkan performa yang meningkat.

Memasuki pekan ke-11 saja posisi PSM tergusur sementara oleh Madura yang lebih dulu memainkan laga di pekan ke-11. Sementara PSM, baru akan memainkan pertandingan pada 19 Juni nanti melawan Borneo FC. Kalau menang, mereka kembali ke puncak, namun bila draw apalagi kalah, tim asuhan Roberts Rene Alberts itu bisa tertahan di posisi dua, atau justru turun ke posisi tiga, andai Bhayangkara FC memetik kemenangan.

Kompetitif Namun Belum Menjadi yang Paling Kompetitif

Melihat apa yang terjadi selama 10 pekan kompetisi Liga 1 2017 bergulir, agaknya tidak berlebihan juga kalau menyebut kompetisi Indonesia begitu kompetitif. Selain karena ketatnya persaingan setiap tim di tabel klasemen, superioritas di Liga 1 pun tak berlaku.

Pelatih PSM, Robert Rene Albert, mengakui kalau mempertahankan posisi satu di klasemen Liga Indonesia tidaklah mudah. Dibutuhkan perjuangan keras untuk bisa konsisten berada terus di atas. Dalam format kompetisi penuh, setiap poin yang diraih tim dari setiap pertandingannya tentu akan sangat berpengaruh pada pencapaian tim di akhir musim nanti.

"Kalau kita ada di nomor satu sekarang, tentu akan kerja keras untuk tetap di nomor satu. Harus tetap nomor satu lawan siapapun itu. Saya kira Liga Indonesia, tidak sama dengan negara Asia Tenggara, seperti Thailand, saya kira Liga Indonesia cukup kompetitif seperti Liga Inggris, tim manapun punya kesempatan menang melawan tim atas, jadi tergantung dari pada tim itu mampu atau tidak,” ucap Rene seperti dikutip dari halaman resmi Liga 1 Indonesia.

Kompetisi sepakbola Indonesia memang kompetitif, tapi sebenarnya bukan yang paling kompetitif juga khususnya di kawasan Asia Tenggara. Sebab beberapa kompetisi seperti Liga Primer Thailand, Liga Super Malaysia, hingga Liga 1 Vietnam juga menyuguhkan persaingan yang ketat, dengan posisi kompetisi mereka yang saat ini sudah memasuki paruh musim .

Di Liga Primer Thailand yang saat ini sudah memasuki paruh musim, Buriram United dan Muangthong United bersaing ketat untuk memperebutkan posisi puncak klasemen, dengan poi sama 37. Pembeda posisi keduanya hanya dari head to head, karena saat keduanya bertemu, Buriram sukses mengalahkan Muangthong dua gol tanpa balas.

Selain itu, persaingan ketat juga terlihat dari perebutan posisi tiga di klasemen sementara. Ada Chiangrai United dan Bangkok Glass yang saling bersaing menempati posisi tiga besar. Meski kedua tim sama-sama mengumpulkan 33 poin, namun Chiangrai saat ini masih menduduki peringkat tiga karena unggul selisih gol.

Kondisi yang tak jauh berbeda juga terjadi di Liga 1 Vietnam, di sana poin per tim di setiap posisi berjarak satu sampai dua poin. Bahkan, ada juga tiga tim di posisi lima sampai tujuh yang dihuni Than Quảng Ninh, Quang Nam, dan Saigon FC sama-sama mengumpulkan 20 poin dari 13 pertandingan yang sudah mereka lakoni.

Sementara di Liga Super Malaysia, tampak sekali Johor Darul Takzim FC kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan enam poin dari Pahang yang berada di posisi kedua. Meski ada gap yang terlihat jauh antara pemegang posisi pertama dan kedua, namun persaingan tetap sengit di bawahnya. Seperti Pahang dan Kedah FA yang sebenarnya sama-sama memiliki 24 poin, namun Pahang unggul selisih gol.

Kalau melihat perbandingan dengan tiga kompetisi terbesar di Asia Tenggara itu, Liga 1 memang terlihat yang paling ketat dari segi persaingan. Namun yang harus diingat, jumlah pertandingan yang dimainkan di Liga 1 masih lebih sedikit ketimbang Liga Thailand, Vietnam dan Malaysia yang notabene sudah memasuki paruh musim. Indonesia masih memainkan 10 pertandingan, yang artinya langkah menuju akhir kompetisi masih seperempat jalan.

Masih ada tujuh pertandingan sebelum akhirnya Liga 1 memasuki paruh musim, masih akan banyak yang terjadi. Perubahan-perubahan di susunan klasemen sementara akan dengan cepat terjadi sebelum akhirnya kesebelasan-kesebelasan tersebut menemukan konsistensi permainan.

Komentar