Sisi Lain Insiden Sergio Ramos dan Juan Cuadrado

Berita

by Abelio Pramayoga 69489

Abelio Pramayoga

True football fans and an introvert writer. #RESPECT

Sisi Lain Insiden Sergio Ramos dan Juan Cuadrado

Real Madrid berhasil memenangkan gelar ke-12 mereka di Liga Champions usia mengalahkan Juventus 4-1 di Millennium Stadium, Minggu (04/06) dini hari WIB. Mereka juga menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar mereka di era Liga Champions.

Namun, kemenangan Madrid sempat ternodai dengan aksi tak terpuji dari kapten mereka, Sergio Ramos. Sebelum insiden terjadi, Ramos merebut bola dengan cerdik dari pemain asal Kolombia, Juan Cuadrado. Namun, saat Cuadrado hendak mengambil bola, Ramos terjatuh kesakitan setelah ‘disentuh’ oleh Cuadrado.

Cuadrado tentu tak terima dengan aksi Ramos. Namun, wasit asal Jerman, Felix Brych kemudian menghadiahi Cuadrado dengan kartu kuning kedua yang membuat ia harus keluar lapangan. Kontan saja apa yang dilakukan Sergio Ramos kepada Cuadrado mendapat kecaman dari banyak pihak. Mereka menuding Ramos sengaja melakukan aksi tersebut dan membuat Juventus terpuruk.

Dilansir dari Twitter, banyak pihak yang menuliskan kecaman mereka terhadap aksi Ramos. Berikut beberapa lansiran cuit yang diunggah menanggapi aksi Ramos.

Aksi ini juga turut dikecam oleh mantan pemain Manchester United, Rio Ferdinand. Ia mengatakan Ramos harusnya malu pada dirinya sendiri setelah melakukan aksi tipuan tersebut.

“Ramos pasti merasa malu [akan perbuatannya]. Ketika ia bangun pada esok hari, ia akan merasa malu. Jika anak saya yang melakukan itu, saya pun akan malu melihat anak saya,” ujar Ferdinand soal insiden tersebut dilansir Daily Telegraph.

Namun, sebuah rilis video terbaru memperlihatkan Ramos terlihat seperti diinjak oleh Cuadrado pada insiden tersebut. Meski injakan Cuadrado terkesan tak sengaja, diduga inilah yang membuat wasit mengusir Cuadrado dan membuat Ramos bereaksi seperti itu. Soal injakan tersebut disengaja atau tidak masih menjadi misteri.



Meski demikian, Sergio Ramos tak mau mengomentari soal insiden tersebut dan lebih memilih merayakan kemenangan mereka yang memenangkan Liga Champions secara berturut-turut.

“Saya sangat bangga dengan tim ini. Kami ‘berkencan’ dengan sejarah, kami sangat ingin memenangkannya, dan kami berhasil mencapai sesuatu yang belum dicapai tim lain; memenangkan Liga Champions dua kali berturut-turut. Kemenangan ini saya persembahkan kepada semua yang telah mendukung saya, termasuk istri, anak, orang tua saya dan seluruh penggemar Madrid,” ucap Ramos dilansir Football Italia.

Insiden tersebut mungkin jadi sedikit noda bagi kapten berusia 31 tahun tersebut. Namun, satu hal yang pasti, Ramos kini sukses menggantikan Iker Casillas memimpin Los Merengues meraih trofi Liga Champions bahkan secara berturut-turut.

Komentar