Carlton Cole Ingin Persib Memaksimalkannya Sebagai Target Man

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Carlton Cole Ingin Persib Memaksimalkannya Sebagai Target Man

Carlton Cole sedang berada dalam masa sulitnya di Persib. Sempat digadang-gadang sebagai salah satu pemain berkualitas, sekarang keinginannya untuk berkontribusi kepada Persib seolah terhalang dinding tebal.

Cole didatangkan ke Persib pada awal musim Liga 1 2017. Ia datang bersama dengan Michael Essien, dan berstatus sebagai pemain mahal yang merumput di Liga 1. Bahkan, status Cole sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi marquee player, istilah yang digunakan PSSI dalam ajang Liga 1 ini untuk pemain-pemain bergaji mahal.

Didatangkan sebagai pemain mahal, harapan pun tersemat di pundak Cole, apalagi ia pernah merasakan atmosfer Liga Primer bersama West Ham dan pernah main untuk timnas Inggris. Ia juga diharapkan dapat menjadi pengganti Serginho van Dijk yang tidak bisa turun membela Persib karena mengalami cedera.

Namun apa yang terjadi di Persib tampaknya menjadi sesuatu yang sulit bagi Cole. Masalah fisik yang belum fit karena sudah lama tidak bermain membuat Cole sulit untuk beradaptasi dengan permainan Persib. Akibat permainan buruknya ini, ia pun menjadi sasaran kritik bobotoh yang menilai bahwa Cole sudah habis sehingga tidak bisa tampil maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Cole pun berujar bahwa ia butuh bantuan dari rekan satu timnya. Sebagai target man, ia mengaku bahwa ia butuh suplai bola bagus, karena ia bukan pemain yang setipe seperti Lionel Messi.

"Pertandingan terakhir saya bermain, kami bermain dengan dua pemain muda, satu di tengah, dan satu di sayap kanan. Keduanya masih sangat muda. Di dalam situasi ini, tidak adil jika saya harus bergantung kepada mereka," ujar Cole.

"Saya adalah target man, saya tidak bisa berlari ke kiri dan kanan tetapi saya harus ada di tengah kotak penalti. Permainan saya adalah menunggu winger mendekat ke kotak penalti, kirimkan bola ke kotak agar saya bisa shooting, itu pekerjaan saya. Cara main saya mirip seperti Sergio yang diam di tengah. Jika semua ingin saya main seperti Messi, saya turun cari bola sendiri jauh ke dalam dan berlari sambil menggiring bola sendiri dan melewati pemain, saya tidak bisa melakukan itu," tambah Cole.

Pada laga melawan Persipura, Cole memang tidak berlalu banyak memegang bola. Tercatat sedikit umpan silang yang mengarah ke dalam kotak penalti untuk Cole, sehingga sedikit peluang yang bisa ia ciptakan untuk Persib. Ia pun mengingatkan elemen Maung Bandung akan peran penyerang no. 9 di dalam tim.

"Ketika saya datang ke sini pasti tahu harus memainkan strategi seperti apa dengan tipe pemain `nomor 9` yang bertubuh besar. Pertandingan terakhir juga kami tidak bisa memberi banyak peluang untuk Sergio, makanya saya bersimpati padanya, itu juga kenapa kita tidak bisa mencetak gol," ungkapnya.

Soal Tim yang Harus Mulai Menyatu dan Kontribusi yang Ingin Ia Berikan

Jelang lawan Bhayangkara FC pada Minggu (4/6/2017), Cole pun menyerukan agar elemen tim bersatu. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk berkontribusi, setelah manajer Persib, Umuh Muchtar mengungkapkan bahwa ia masih memberikan Cole kesempatan untuk tampil bersama skuat Persib.

"Hasil bagus akan datang jika kita terus berlatih sebagai tim dan berhenti menyalahkan satu sama lain. Kita bekerja sebagai tim dan semua pemain punya peran, bukan individual. Kita punya banyak pemain bagus dan kita butuh menyatu sebagai tim supaya bisa berkembang bersama."

"Saya mau tetap di sini, saya akan tetap fight dan bermain untuk mencapai sukses. Tapi saya butuh bantuan dari semua orang yang mendukung saya, bukan menempatkan saya pada posisi tertekan. Saya datang ke sini meninggalkan keluarga untuk bermain sepakbola dan menggapai sukses, saya mengambil risiko besar karena menolak tim lain karena saya melihat ada basis suporter besar di sini dan karena itu saya datang ke sini," ungkap Cole.

Laga melawan Bhayangkara FC di Stadion Patriot mungkin saja akan menjadi kesempatan terakhir Cole untuk menunjukkan kemampuannya. Jika ia tidak bisa menunjukkan kemampuannya, bukan tidak mungkin keinginannya untuk berkontribusi di skuat Persib akan lenyap begitu saja. Sebaliknya, jika ia mampu tampil prima, ia akan bisa melanjutkan keinginannya berkontribusi untuk skuat `Maung Bandung` di Liga 1 2017 ini.

Komentar