Raut Kebahagiaan Terakhir Thomas Tuchel di Borussia Dortmund

Berita

by Randy Aprialdi 28150

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Raut Kebahagiaan Terakhir Thomas Tuchel di Borussia Dortmund

Borussia Dortmund akhirnya sukses mengangkat Piala Jerman 2016/2017 setelah di tiga edisi sebelumnya selalu takluk di laga puncak (dua kali melawan Bayern Muenchen dan sekali melawan VfL Wolfsburg). Pelatih Dortmund, Thomas Tuchel terlihat bahagia ketika kesebelasannya itu memenangkan Piala Jerman setelah mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 2-1.

Rupanya raut kebahagiaan Tuchel itu merupakan yang terakhir di Dortmund. Sebab Dortmund memutuskan untuk memecat Pelatih 43 tahun tersebut. Sebelum pemecatannya, Tuchel lebih dahulu mengkonfirmasi bahwa ia tidak lagi melatih Dortmund sejak musim depan melalui media sosialnya.

"Saya bersyukur atas dua tahun yang indah, penuh peristiwa dan seru. Terima kasih kepada para pendukung, tim, staf dan semua yang mendukung kami. Berharap semua yang terbaik untuk @BVB. TT," tulis Tuchel pada akun Twitternya.

Keputusan Tuchel dengan Dortmund ini agak mengherankan karena baru memenangkan satu gelar. Mengingat terakhir kali Dortmund mendapatkan gelar yaitu ketika menjuarai Piala Super Jerman 2014. Dortmund pun tetap masuk ke Liga Champions 2017/2018 atas posisinya di peringkat tiga klasemen akhir Bundesliga 2016/2017.

Diperkirakan bahwa selesai kerjanya Tuchel dengan Dortmund karena ketegangannya dengan CEO, Hans-Joachim Watzke pada April lalu. Hubungan buruk itu muncul ketika terjadi serangan bom sebelum pertandingan melawan AS Monaco pada babak delapan besar Liga Champions 2016/2017. Pada saat itu Tuchel keberatan Dortmund harus segera bermain, padahal Marc Bartra mengalami cedera akibat insiden bom tersebut.

Rasa geram pun muncul dari Tuchel karena pihak klub tidak berkonsultasi dengannya soal penundaan pertandingan tersebut. Tapi pihak klub membantah bahwa alasan berpisahnya Dortmund dengan Tuchel karena persitegangan dengan CEO. Pihak klub menegaskan bahwa tidak adanya kerja sama lagi dengan Tuchel karena hasil dari pembahasan yang panjang.

"BVB sangat mementingkan fakta bahwa penyebab perpisahan sama sekali tidak ada hubungannya dengan perselisihan antara kedua pihak. Kesejaterahan Borussia Dortmund, yang mana lebih dari sekadar kesuksesan di olahraga, akan selalu lebih penting daripada individu dan kemungkinan perbedaan di antara mereka," tulis pernyataan resmi seperti yang dikutip dari The Guardian.

Beberapa bulan ke belakang, Tuchel diisukan bakal menjadi manajer Arsenal. Tapi Arsenal sendiri sedang mempersiapkan perpanjangan kontrak untuk manajernya saat ini, Arsene Wenger. Sementara untuk pengganti Tuchel, Lucien Favre yang saat ini melatih OGC Nice digadang-gadang akan menjadi pelatih baru Dortmund.

Wenger Kemungkinan Akan Perpanjang Kontrak di Arsenal

Sumber lain: BBC, Metro.

Komentar