Ketika Tim dengan Pertahanan Terbaik Terancam Degradasi

Berita

by redaksi 48650

Ketika Tim dengan Pertahanan Terbaik Terancam Degradasi

Attack wins you games, defence wins you title. Kutipan dari mantan manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, tersebut merupakan salah satu kutipan populer di dunia karena cukup terbukti. Banyak kesebelasan yang meraih juara karena mereka memiliki pertahanan yang kuat nan kokoh.

Namun jika kita melihat apa yang dialami kesebelasan Serie B musim ini, Pisa, kutipan Fergie tersebut agaknya bisa diperdebatkan. Karena meski Pisa memiliki pertahanan terbaik di Serie B, nyatanya sepanjang musim Pisa begitu tertatih-tatih untuk lolos dari jurang degradasi.

Saat artikel ini ditulis, Pisa belum menjalani pertandingan ke-40 Serie B mereka musim ini. Dari 39 laga, mereka menjadi kesebelasan dengan pertahanan terbaik karena hanya kebobolan 29 gol saja. Jumlah ini lebih sedikit dari SPAL 2013 yang memuncaki klasemen (kebobolan 36 gol). Namun, dengan hanya kebobolan 29 gol, Pisa saat ini berada di posisi ke-21 dari 22 kesebelasan Serie B.

Apa yang dialami Pisa ini memang cukup ironis. Dari segi pertahanan, mereka merupakan salah satu yang terbaik. Dari 39 laga, 14 clean sheets diraih skuat asuhan legenda Milan, Gennaro Gattuso, ini. Banyaknya catatan tanpa kebobolan itu diraih lewat hasil imbang. Dari 20 kali imbang, 10 di antaranya berakhir dengan skor 0-0.

Pisa sendiri menjalani musim ini dengan pengurangan empat poin. Posisi 21 poin yang mereka tempati saat ini pun dikarenakan di bawahnya, Latina, mendapatkan pengurangan tujuh poin. Namun bukan pengurangan poin yang membuat mereka berada di zona degradasi.

Tentu salah satu penyebab Pisa berada di jurang degradasi adalah betapa kesulitannya mereka mencetak gol. Jika dilihat dari tabel di atas, dari 39 laga, Pisa hanya mencetak 22 gol saja. Jumlah tersebut merupakan yang tersedikit di Serie B, bahkan merupakan yang tersedikit di lima liga top Eropa (plus divisi dua).

Di lini serang, Pisa sebenarnya diperkuat oleh beberapa pemain yang cukup memiliki nama di Italia. Misalnya saja Diego Peralta, Andrea Lazzarri, Gaetano Masucci, hingga Edgar Cani. Namun strategi menyerang ramuan Gattuso tampaknya tidak efisien dan mudah ditaklukkan lawan.

Meskipun begitu, harapan untuk Pisa bertahan di Serie B belum tertutup. Syaratnya, mereka harus menang di tiga laga sisa sembari berharap Ternana dan Vicenza kalah di dua laga terakhir mereka. Dengan begitu, mereka akan memiliki kesempatan bertahan lewat babak play-off degradasi.


Baca juga: Bangkrut Empat Kali Tak Membuat SPAL Putus Asa ke Serie A

foto: Francesco Batoni

Komentar