Gagal di Milan, Inzaghi Torehkan Sejarah di Venezia

Berita

by Sandy Firdaus 104398

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Gagal di Milan, Inzaghi Torehkan Sejarah di Venezia

Filippo Inzaghi memang gagal saat melatih AC Milan pada kisaran 2014 sampai 2015 kemarin. Namun bersama Venezia F.C., ia sukses mencatatkan sejarah dengan meloloskan klub tersebut ke Serie B untuk pertama kalinya sejak 12 tahun silam.

Pemain yang pernah membela Juventus dan AC Milan ini memulai karier kepelatihannya pada awal musim 2012/2013 silam dengan menangani tim Primavera Milan. Di tim U19 Milan tersebut, ia menghabiskan waktu dua musim sebelum akhirnya naik jabatan menjadi pelatih tim senior Milan, tepat ketika mantan rekan setimnya, Clarence Seedorf, dipecat dari kursi kepelatihan Milan pada 2014 silam.

Sebagai pemain, Inzaghi dikenal sebagai pemain yang cerdik dan oportunis. Ia dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik karena kecerdasannya ini, walau tidak diberkati dengan kemampuan teknik yang baik. Namun sebagai pelatih, ia tidak terlalu mentereng-mentereng amat. Walau sempat meraih dua kemenangan beruntun dalam dua laga awal bersama Milan sebagai pelatih pada musim 2014/2015, ia terhitung gagal mengantarkan Milan kembali ke papan atas Serie A.

Sadar bahwa tekanan di Milan cukup tinggi, ia pun menerima pemecatan yang dilakukan oleh Adriano Galliani, CEO Milan pada 2015 silam. Menganggur selama kurang lebih setahun, akhirnya Inzaghi kembali ke dunia kepelatihan dengan menangani salah satu klub ambisius yang sedang menyusun kekuatan dari bawah, yaitu Venezia F.C.

Venezia F.C. ini pun bukanlah klub yang besar-besar amat. Klub yang berasal dari kota Venice ini tercatat pernah tiga kali berganti nama akibat kebangkrutan yang mereka derita. Yang pertama terjadi pada 2005 silam, mengubah nama klub yang awalnya bernama A.C. Venezia menjadi S.S.C. Venezia. Yang kedua terjadi pada 2009 silam dan mengubah nama klub menjadi Foot Ball Club Unione Venezia. Sedangkan yang terakhir terjadi pada 2015, mengubah nama klub menjadi Venezia F.C.

Di bawah kepemimpinan orang yang pernah menjadi presiden klub Bologna dan vice president AS Roma, Joe Tacopina, Venezia pun mulai menyusun kekuatan. Ia pun merekrut beberapa nama tenar untuk mengisi posisi di jajaran manajemen, dan salah satunya adalah nama Inzaghi yang ia rekrut pada awal musim 2016/2017 silam.

Perjalanan Venezia dimulai ketika mereka berhasil lolos dari Serie D pada 2016 silam. Pada kompetisi Lega Pro 2016/2017, di bawah komando Inzaghi sebagai pelatih, Venezia pun mencatatkan hasil memuaskan dengan menjadi pemuncak Girone B Lega Pro 2016/2017.

Lega Pro sendiri memiliki tiga Girone, yaitu A, B, C, dan tiap-tiap pemuncak Girone berhak untuk lolos otomatis ke Serie B musim depan. Di Girone B sendiri, posisi Venezia sudah tidak mungkin terkejar oleh Parma yang berada di peringkat kedua.

Dengan catatan mengesankan ini, meski pun Inzaghi gagal di AC Milan, namanya akan tercatat sebagai pelatih yang sukses mengantarkan Venezia promosi ke Serie B untuk pertama kalinya setelah 12 tahun.

foto: @SuporterTVFC

Komentar