Schalke Tekan Balik Dortmund, Revierderby Berakhir Imbang

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Schalke Tekan Balik Dortmund, Revierderby Berakhir Imbang

Revierderby sesi kedua pada musim 2016/2017 berakhir imbang. Setelah pada pertemuan pertama musim 2016/2017 di Signal Iduna Park berakhir sama kuat, pertemuan kedua yang dilangsungkan di Veltins Arena juga menelurkan hasil serupa.

Hasil 1-1 mewarnai pertemuan Schalke 04 melawan Borussia Dortmund yang dilangsungkan di Veltins Arena, Sabtu (1/4/2017) malam. Satu gol dari Pierre-Emerick Aubameyang tidak mampu membawa Dortmund menang setelah Schalke menyamakan kedudukan lewat Thilo Kehrer. Bagi Kehrer, ini adalah gol pertamanya dalam ajang Bundesliga 2016/2017.

Walau menguasai pertandingan, Die Schwarzgelben tidak mampu mencuri kemenangan dari Schalke. Ini tidak lain karena respon yang ditampilkan oleh Die Knappen dalam pertandingan tersebut.

Kuasa Penuh Dortmund Terhadap Pertandingan

Sejak awal pertandingan, Dortmund sudah mengambil kendali pertandingan. Tekanan langsung mereka lancarkan ke pertahanan Schalke, dengan garis pertahanan yang tinggi, sehingga membuat pemain Schalke beberapa kali sempat kehilangan bola di area pertahanannya sendiri.

Kuasa bola Dortmund di pertandingan ini terlihat jelas dengan keunggulan rataan penguasaan bola yang mereka tunjukkan. Dortmund mencatatkan 53% penguasaan bola, lebih besar enam persen dari Schalke yang mencatatkan penguasaan bola sebesar 47%. 486 umpan mereka catatkan dengan catatan umpan sukses sebanyak 394 kali.

Sirkulasi bola Dortmund, yang diatur oleh Julian Weigl pun berjalan sedemikian rupa. Mereka juga menyerang sama baiknya dari sisi kiri maupun sisi kanan lewat manuver Ousmane Dembele dan Felix Passlack. Tapi, apakah hal ini membawa mereka pada kemenangan?

Umpan-Umpan yang Malah Terlalu Melebar ke Sayap

Umpan-umpan yang dilepaskan oleh Dortmund, nyatanya lebih banyak mengalir di areanya sendiri. Umpan-umpan yang dialirkan ke sayap pun jarang yang menembus kotak penalti Schalke. Dembele dan Passlack malah banyak melepaskan umpan silang (12 kali mereka mencatatkan umpan silang dalam pertandingan ini) yang cukup sulit dijangkau oleh Pierre-Emerick Aubameyang di lini serang.

Dalam usahanya mencetak peluang untuk Dortmund, Auba malah banyak melebar ke samping. Mungkin tujuannya baik, yaitu untuk mengalihkan perhatian Matija Nastasic maupun Benedikt Höwedes di lini pertahanan sehingga ada ruang yang bisa dimaksimalkan oleh Shinji Kagawa. Tapi nyatanya ruang yang ada tersebut kerap gagal dimanfaatkan oleh Kagawa.

Baiknya Nastasic maupun Kehrer dalam menjaga zona pertahanan mereka membuat Kagawa maupun para pemain Dortmund yang muncul dari second line sulit melepaskan tembakan.

Respon Baik Schalke Setelah Kebobolan

Setelah tertinggal lewat gol Aubameyang, Die Knappen menunjukkan respon yang seharusnya mereka tunjukkan dalam pertandingan sekelas derby. Alih-alih panik, Schalke mulai menyusun kekuatan dan berusaha menekan balik Dortmund. Sisi kiri, salah satu titik lemah Dortmund dalam pertandingan tersebut, mereka serang habis-habisan.

Cemerlangnya penampilan Eric Maxim Choupo-Moting yang kerap berkolabarosi dengan Thilo Kehrer yang menusuk ke lini pertahanan Dortmund membuat Felix Passlack yang kerap terlambat turun selalu kerepotan. Lubang-lubang menganga di sisi kanan pertahanan Dortmund dieksploitasi sedemikian rupa, sehingga beberapa peluang emas Schalke kerap tercipta dari sisi tersebut.

Selain cemerlangnya sisi kiri Schalke, penampilan apik dari Leon Goretzka serta Guido Burgstaller di lini serang juga membuat serangan Schalke lebih menggigit. Pergerakan mereka yang kerap membingungkan Marc Bartra maupun Sokratis Papasthatopoulos membuat koordinasi di antara keduanya kerap kali kacau. Pada sebuah kejadian di menit ke-77, miskomunikasi itulah yang dimanfaatkan oleh Kehrer untuk mencetak gol.

***

Thomas Tuchel kembali dihadapkan pada sebuah pertandingan derby yang berat. Hasil imbang ini membuat mereka harus berjuang lebih keras untuk melengserkan RB Leipzig dari peringkat kedua. Ini belum menghitung ancaman dari TSG 1899 Hoffenheim yang bisa mengancam sewaktu-waktu dan menggusur posisi mereka di posisi empat besar.

Sementara bagi Schalke, hasil imbang ini membuat mereka harus berjuang lebih keras untuk mencapai peringkat zona Eropa. Di atas mereka masih ada klub-klub yang harus mereka lewati macam Hertha Berlin, Eintracht Frankfurt, ataupun FC Köln agar mereka minimal bisa meraih tiket ke Liga Europa musim depan.

Tapi, dengan respon yang mereka tunjukkan dalam laga derby ini, setidaknya hal ini akan menjadi sebuah berkah tersendiri bagi Markus Weinzierl. Schalke masih bisa naik lebih tinggi lagi musim ini.

foto: @Squawka

Komentar