Setelah Makelele, Giliran Leboeuf yang Beberkan Kekurangan Kante

Berita

by Muhammad Firza Richsan 26177

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Setelah Makelele, Giliran Leboeuf yang Beberkan Kekurangan Kante

N’golo Kante adalah sosok pemain yang sangat krusial bagi permainan Chelsea di musim ini. Keberadaannya di lini tengah memberikan garansi aman bagi Cesar Azpilicueta, David Luiz, dan Gary Cahill yang ditempatkan sebagai tiga bek dalam skema 3-4-3 yang diusung oleh Antonio Conte.

Selain kemampuan bertahannya yang sangat yahud, Kante juga tak sedikit berperan besar dalam proses penyerangan yang acap kali dibangun oleh para skuat The Blues. Catatan golnya memang baru menyentuh angka dua hingga sejauh ini, walau demikian, hal tersebut pun tak mengahalanginya untuk mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik di London tahun ini, mengalahkan para pemain yang membukukan lebih banyak gol daripadanya, seperti Diego Costa, Alexis Sanchez dan Dele Alli.

Akan tetapi, meski penampilan spartannya kerap kali mengundang decak kagum, mantan punggawa Leicester City itu pun tetap tak bisa lepas dari sebuah kritikan. Setelah Claude Makelele yang membeberkan kekurangan Kante, kali ini, mantan pemain timnas Prancis dan juga Chelsea lainnya, Frank Leboeuf, yang turut juga mengemukakan kekurangan yang dimiliki oleh Kante.

Apa yang dibeberkan oleh pria yang identik dengan kepala plontos itu pun tidak jauh berbeda dengan apa yang diutarakan oleh Makelele beberapa waktu lalu. Menurut Leboeuf, Kante bukanlah sosok pemain yang dapat mengendalikan permainan seperti Zinedine Zidane. Leboeuf pun beralasan hal tersebut memang tidak terlepas dari ketiadaannya jiwa pemimpin yang berada di diri Kante.

"Pemain yang sangat vital untuk Chelsea, tapi dia bukan seorang bos karena dia bukan orang yang bisa menyampaikan maksudnya dengan baik. Dia pemalu dan kurang melakukan pergerakan yang diperlukan. Dia merupakan prajurit yang luar biasa dan seorang petarung. Tapi, dia tak mempunyai suatu kepribadian yang menonjol dan juga kaliber untuk menjadi pemimpin,” cetus Leboeuf kepada RMC.

"Dia pemalu dan kurang mempunyai perawakan. Apakah dia mempunyai jiwa `bos` dalam hatinya? Saya tak berpikir begitu. Di Chelsea, di tengah para pemain bintang, dia merupakan Mr Essential dan Conte percaya padanya. Tapi, ia tak pernah menjadikannya seorang bos. Dia tak bermain seperti seorang bos --dia bukan figur seperti Zinedine Zidane.”

"Soal teknik, dia bahkan bukan seorang pemimpin. Dia adalah pemain yang akan merebut bola untuk tim Anda sekitar 800.000 kali di setiap pertandingan. Anda dapat menyimpulkan dia dalam satu kalimat. Dia adalah mesin, tapi bukan pengemudi. Dia bisa jadi mesin timnas Prancis, tanpa jadi bos mereka. Ia tidak memiliki kaliber yang seharusnya diperlukan,” tambahnya.

Sumber lain: Goal International

Komentar