Dybala: Pendukung Milan Selalu Komplain Tentang Juventus Sejak 6 Tahun Lalu

Berita

by redaksi 32459

Dybala: Pendukung Milan Selalu Komplain Tentang Juventus Sejak 6 Tahun Lalu

Kontroversi kembali menyelimuti sepakbola Italia. Kemenangan Juventus atas AC Milan pada laga yang berlangsung di Juventus Stadium, Sabtu (11/3) dini hari WIB, ditentukan lewat tendangan penalti Paulo Dybala detik-detik akhir jelang pertandingan. Kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma, mengkritik keputusan wasit tersebut.

"Itu tidak mungkin [penalti], ini [penalti terjadi] karena selalu mereka [Juventus]," ujar Donnarumma seperti yang dikutip ESPNFC. Hal ini langsung didukung oleh pendukung-pendukung Milan yang merasa bahwa Juventus selalu diuntungkan oleh keputusan wasit.

Menanggapi hal ini, Dybala, sebagai eksekutor penalti tersebut, menilai bahwa tak aneh jika pihak Milan akan mempermasalahkan soal keputusan wasit tersebut, khususnya para fansnya. Menurutnya, memprotes keputusan wasit sudah mereka lakukan sejak beberapa tahun lalu, hingga sekarang. Padahal menurutnya, terdapat sebuah insiden ketika di babak pertama ia juga dilanggar oleh pemain Milan namun tidak penalti.

"Pendukung Milan selalu komplain tentang Juventus sejak enam tahun lalu atau lebih," kata Dybala pada Mediaset. "Kita harus menerimanya. Mereka harus mencoba hal lain daripada terus komplain tentang wasit. Saya membayangkan jika ada seseorang yang mengingat pelanggaran [Cristian] Zapata pada saya di babak pertama dan itu harusnya penalti. Kalian harus jujur. Ketika hal seperti ini terjadi, kita harus move on dan terus berusaha."

Pelatih Juventus, Massimilliano Allegri, berpendapat jika wasit telah mengambil keputusan yang tepat. Bahkan menurutnya, Juventus memang layak mendapatkan kemenangan ini karena bermain lebih baik ketimbang sang tamu. Hanya saja setiap peluang yang mereka dapatkan selalu bisa digagalkan kiper Milan, Donnarumma.

"Posisi wasit sudah tepat. Sepakbola diciptakan dengan banyak insiden dan 70 poin yang kami dapatkan seolah menceritakan segalanya," tutur Allegri usai pertandingan. "Kami bermain lebih baik. Kami memberikan kesempatan pada lawan terlalu banyak, tapi saya bersyukur dengan kemampuan teknik para pemain kami, kami bisa menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol."

"Tidaklah mudah menghadapi Donnarumma yang bermain sangat brilian, melakukan sebuah penyelamatan gemilang ketika beberapa detik jelang waktu berakhir."

Sementara itu, pelatih Milan, Vincenzo Montella, enggan berkomentar tentang keputusan wasit. Ia tak ingin memperkeruh suasana. Ia lebih tertarik pada permainan anak asuhnya juga kesempatan timnya untuk berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

"Komplain [terhadap keputusan wasit] sangatlah tidak berguna. Anda harus tetap tenang dan berpikir jernih untuk menerima keputusan tersebut," ungkap Montella seperti yang dikutip Mediaset. "Kami perlu mengirimkan pesan perdamaian pada semua orang yang menonton kami di rumah."

"Jika kami bermain kompak seperti ini, pasti kami bisa melangkah ke kompetisi Eropa," ujar Montella pada MTV. "Kami bermain bagus melawan tim yang memiliki segalanya di seluruh lapangan. Ini memberikan kebanggaan karena kami merepotkan mereka [Juventus] dan kami nyaris selevel."

Pada laga ini, Milan sebenarnya lebih banyak tertekan. Dari total 30 tembakan yang tercipta pada laga ini, Milan hanya melakukan enam tembakan saja, sementara 24 kali dilakukan Juventus. Penguasaan bola pun dimiliki Juventus dengan keunggulan 59% berbanding 41%.

Sementara itu banyak yang mempertanyakan keputusan wasit yang tidak mengakhiri pertandingan lebih dini. Gol Dybala terjadi pada menit 96, sementara tambahan waktu hanya diberikan selama empat menit. Meskipun begitu, pertandingan sempat terhenti pada menit ke-93 ketika wasit mengkartumerah gelandang Milan, Jose Sosa, yang mendapatkan kartu kuning kedua.

foto: juventus.com

Komentar