Deulofeu Nikmati Peran False 9 di AC Milan

Berita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Deulofeu Nikmati Peran False 9 di AC Milan

Didatangkan oleh AC Milan dengan status pinjaman dari Everton di bursa transfer Januari lalu, Gerard Deulofeu langsung mampu memikat hati para pendukung Milan berkat penampilan apik yang ditunjukkannya. Walau belum mencetak satu pun gol dalam empat pertandingan yang telah dijalaninya, namun pemain jebolan akademi La Masia tersebut setidaknya berhasil memberikan dampak yang cukup signifikan bagi permainan I Rossoneri.

Dalam pertandingan terakhirnya melawan Bologna, Deulofeu bahkan berperan besar setelah satu asisnya mampu dimaksimalkan oleh Mario Pasalic menjadi gol. Gol itu pun menjadi satu-satunya yang terjadi pada pertandingan tersebut.

Di laga itu, pemain berusia 22 tahun tersebut sempat ditempatkan oleh Vincenzo Montella sebagai false 9 ketika Carlos Bacca ditarik keluar pada menit ke-62. Menanggapi hal ini, Deulofeu pun tampaknya sangat menyukai peran barunya itu. Memiliki kecepatan dan kemampuan dalam hal melewati lawan, dirasanya menjadi atribut yang sempurna ketika digunakan oleh dirinya dalam posisi False 9.

Walau begitu, Deulofeu enggan untuk disamakan dengan Dries Mertens, False 9 milik Napoli yang memang mampu menampilkan permainan yang menakjubkan sejauh ini.

“Ini adalah pilihan yang aku suka. Aku memiliki kecepatan dan sangat senang bermain dengan melewati pemain belakang lawan. Tapi tolong, jangan bandingkan aku dengan Dries Mertens. Ia jelas sangat berbeda. Sama halnya dengan Napoli yang memiliki gaya bermain yang berbeda,” cetus Deulofeu seperti yang dikutip Football-Italia.

“Semua orang dapat meningkatkan (permainan), bahkan seorang pemain terbaik di dunia sekalipun, jadi aku pun pasti bisa. Aku yakin jika aku dapat membuat kesan yang baik di sini. Aku memilih Milan karena ini adalah tim besar, dan aku pikir aku dapat bermain secara reguler.”

Selain itu, Deulofeu pun memuji pelatihnya, Montella, sebagai allenatore yang selalu memberikan kepercayaan, yang juga mampu menularkan ide-ide yang hebat. Sementara Suso dan Bonaventura menjadi salah dua pemain yang cukup membuatnya terkesan sejauh ini.

“Montella adalah pelatih dengan ide-ide yang jelas, ia mempercayaiku dan mengajariku tentang pergerakan yang benar. Kami harus bekerja hari demi hari tanpa membicarakan Liga Europa dan Liga Champions. Karena itu tidak baik untuk memikirkan apa yang menjadi tujuan kami sekarang.”

“Para pemain yang mengesankanku sejauh ini adalah Suso dan Bonaventura, karena mereka benar-benar memiliki kualitas,” tambahnya.

Sementara mengenai nomor pungguh tujuh yang dipilihnya di Milan, Deulofeu enggan merasa untuk terbebani. Walaupun ia mengetahui jika nomor tersebut merupakan salah satu nomor keramat di San Siro karena dikenal lekat dengan salah satu legenda Milan, Andriy Shevchenko.

“Aku tahu nomor itu adalah nomor penting di Milan, maka dari itu aku ingin memberikan yang terbaik bagi tim ini. Aku tidak merasa tertekan atau terbebani dengan perbandingan itu (dengan Shevchenko). Aku tidak ingin menyerupai orang lain, aku hanya ingin bermain sebagaimana yang pelatih inginkan,” cetus Deulofeu.

Baca juga: Cara Sukses a la Dries Mertens

Sumber: Football-Italia

Komentar