Guardiola: Saya Tidak Cukup Baik bagi Para Pemain Manchester City

Berita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Guardiola: Saya Tidak Cukup Baik bagi Para Pemain Manchester City

Manchester City kini sedang dalam tekanan. Di saat performanya belum menemui kestabilan, mereka harus sudah kembali berhadapan dengan tim terbaik di Liga Inggris dalam enam pertandingan terakhir, Tottenham Hotspur, Minggu (22/1) dini hari nanti.

Pep Guardiola pun sadar jika kini para anak buahnya tengah memikul beban yang teramat hebat. Banyak kritikan yang dilayangkan kepada para pemain City jika mereka sangat tak layak untuk dilatih manajer sekaliber Pep karena kesulitan untuk mencerna apa yang Pep inginkan.

Namun Pep tak setuju, alih-alih mengkritik performa para pemainnya, ia justru menjadi orang nomor satu yang melindungi para pemainnya dari berbagai hujatan. Pep menyebut jika dirinya lah yang tidak cukup baik untuk melatih para pemain Manchester City, dan para pemain sesungguhnya telah menunjukkan penampilan yang benar.

“Mereka adalah pemain hebat. Saya menaruh rasa hormat terhadap para pemain, jadi mengapa saya harus mengatakan para pemain tidak bermain baik?” ungkap Pep seperti yang dikutip Sky Sport.

“Jadi saya pun tidak mengerti dengan kurangnya rasa hormat terhadap para pemain profesional ketika mereka adalah pemain yang luar biasa, dan orang-orang berkata jika mereka tidak cukup baik bagi saya. Mungkin saya-lah yang tidak cukup baik bagi mereka.”

“Mereka adalah pemain Manchester City, pemain top. Mereka sangat berkualitas. Mereka sudah sering menunjukkan hal ini berkali-kali di masa lalu dan di musim ini,” cetus Pep.

Ucapan Pep itu pun berlaku bagi setiap pemain, tidak terkecuali bagi Claudio Bravo. Bravo memang sedang mendapatkan sorotan tajam belakangan ini. Didatangkan oleh Pep, dengan alih-alih untuk menyempurnakan skema yang diidamkannya, Bravo justru tampil bak pesakitan.

Pep pun mencoba untuk membela Bravo, yang disebut sebagai masalah bagi City, sebagai tanggung jawab dirinya. Ia pun mencoba untuk menambahkan alasan yang membuat Manchester City mudah untuk kebobolan sejauh ini adalah mungkin karena seringnya terjadi otak-atik pemain dan formasi di lini belakang.

“Mungkin, mungkin. Ya, mungkin. Ya, sebagai manajer saya mengambil semua tanggung jawab ini,” ungkap Pep ketika ditanyai perihal masalah Manchester City adalah karena seringnya terjadi pergantian pemain dan formasi di lini belakang.

“Dalam hidup saya, saya tak akan pernah mengatakan Claudio Bravo sebagai alasan mengapa Manchester City mengalami kekalahan. Ini menjadi salah satu alasan mengapa, akan tetapi ada banyak alasan di balik penyebab kekalahan ini.”

“Mungkin penyebab kekalahan ini dikarenakan kami melakukan perubahan di lini belakang – mungkin – akan tetapi kita tidak pernah tahu akan hal itu,” tutup manajer yang berulang tahun pada tanggal 18 Januari lalu itu.

Sumber: Sky Sport

Komentar