Dukungan Carlo Ancelotti untuk Paul Clement

Berita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Dukungan Carlo Ancelotti untuk Paul Clement

Pelatih Bayern Muenchen, Carlo Ancelotti, mengaku terkejut dengan keputusan cepat yang diambil oleh Paul Clement untuk meninggalkan Jerman dan kembali ke Inggris demi menangani Swansea City. Walaupun mengaku merasa kehilangan, tetapi Ancelotti mendoakan Clement dapat meraih kesuksesan di Swansea City.

“Ini sungguh mengejutkan karena segalanya terjadi di akhir tahun. Dia mendapatkan tawaran dari Swansea dan memutuskan untuk kembali ke Inggris. Saya harap ia dapat meraih kesukesan karena ia merupakan asisten yang hebat, dia teman yang baik, dan kami pun tak pernah memiliki masalah,” ungkap Ancelotti seperti yang dilansir Guardian.

“Saya rasa ia memiliki motivasi tinggi karena ingin kembali Inggris untuk menjadi manajer di Liga Primer. Ia mendapatkan kesempatan ini, ia pun memulainya dengan baik, meraih kemenangan atas Crystal Palace, dan saya harap ia dapat menjadi manajer yang hebat di Swansea,” tambahnya.

Clement pun sebelumnya sempat menjadi manajer Derby County pada musim 2015/16. Namun perjalanannya tidak berjalan dengan mulus. Walau sempat hanya meraih satu kali kekalahan dalam 19 pertandingan dari bulan September ke Desember, Clement dipecat dari kursi kepelatihan Derby pada 8 Februari 2016 setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan di Divisi Championship.

Clement kemudian bekerja sama kembali dengan Ancelotti di Bayern Muenchen musim ini. Persahabatan Clement dengan Ancelotti terjadi ketika Don Carlo memutuskan untuk meninggalkan AC Milan dan memilih untuk melatih Chelsea. Clement, yang saat itu menjabat sebagai staff kepelatihan Chelsea, ditunjuk oleh Ancelotti untuk menjadi asistennya.

Hubungan keduanya pun berlanjut ketika Ancelotti memilih untuk membesut Paris Saint-Germain pada musim 2012-13, dan Real Madrid dari musim 2013 hingga 2015.

foto: skysport

Komentar