Pemain Ini Berhasil Mencetak Gol Setelah Membuang Jimat Lawan

Berita

by Sandy Firdaus 77283

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Pemain Ini Berhasil Mencetak Gol Setelah Membuang Jimat Lawan

Okultisme dan hal-hal yang bersifat klenik pernah menjadi sebuah hal yang disoroti di Indonesia. Ternyata, praktik okultisme dan hal-hal bersifat klenik ini belum sepenuhnya hilang di Afrika.

Negara-negara di Afrika, seperti halnya Indonesia, masih memercayai klenik dan okultisme sebagai salah satu cara untuk meraih kemenangan. Bahkan, praktik klenik dan okultisme ini juga pernah dilakukan dalam gelaran Piala Afrika, tepatnya pada gelaran Piala Afrika 2002. Hal ini pun membuat CAF menjadi malu karena dalam ajang sebesar Piala Afrika, bentuk promosi mereka kepada dunia, hal seperti ini pernah terjadi.

Ternyata praktik okultisme dan hal-hal klenik belum sepenuhnya hilang di Afrika. Baru-baru ini, dalam ajang Liga Primer Rwanda, praktik okultisme ini kembali muncul. praktik itu muncul dalam pertandingan antara Mukura Victory melawan Rayon Sports.

Ketika itu, Rayon sedang dalam posisi tertinggal 0-1, dan para pemainnya sulit untuk mencetak gol ke gawang Mukura. Bahkan salah satu peluang emasnya cuma berhasil membentur mistar gawang. Dalam keadaan seperti itu, penyerang Rayon, Moussa Camara, tiba-tiba berlari ke arah gawang dan membuang (atau menyimpan) sesuatu di sekitar gawang Mukura. Para penonton dan pemain Mukura pun langsung mengaitkan hal ini dengan praktik okultisme.

Akibat alasan tersebut, sontak apa yang ia lakukan memancing amarah para pemain Mukura. Ia pun dikejar oleh penjaga gawang Mukura dan ditendangi oleh dua pemain Mukura. Wasit pun langsung mengeluarkan kartu kuning untuk Camara atas tindakannya ini. Tapi kejadian aneh langsung terjadi setelah ia membuang (atau menyimpan) sesuatu di sekitar gawang tersebut. Usai Camara melakukan hal itu, Rayon pun mampu menyamakan kedudukan, dan Camara yang menjadi pencetak golnya

Kejadian ini pun langsung membuat federasi sepakbola Rwanda (FERWAFA) segera mengambil tindakan. Mereka mulai mengeluarkan aturan untuk menghukum pemain dan klub yang terlibat dalam praktik okultisme ini. Untuk pemain yang terlibat praktik okultisme, ia akan dikenakan denda sebesar 100.000 Rwandan Francs (setara 99 paun). Sedangkan untuk klub yang terlibat praktik yang sama, akan dikenakan denda sebesar 2,9 juta Rwandan Francs (setara 2.890 paun) dan akan mendapat sanksi pengurangan tiga poin.

"Dalam statuta FERWAFA, tidak ada hukum yang secara jelas mengatur tentang praktik okultisme ini, karena memang secara kasat mata, tidak ada bukti yang kuat yang bisa dijadikan acuan bahwa sebuah tim melakukan praktik okultisme. Namun, jika ada keributan dalam sebuah pertandingan diakibatkan dugaan praktik okultisme, ada hukum yang secara jelas mengatur tentang hal tersebut," ujar presiden FERWAFA, Vedaste Kayiranga, seperti dikutip Daily Mirror.

Sementara itu, pemain yang pernah membela timnas Rwanda, Jimmy Mulisa, mengungkapkan kesedihannya akan hal yang terjadi di kompetisi sepakbola negaranya ini. Ia menganggap bahwa hal-hal seperti inilah yang menghambat kemajuan sepakbola Rwanda dan Afrika.

"Saya merasa sedih ketika melihat kenyataan bahwa hal-hal seperti ini (praktik okultisme) masih terjadi di negara saya dan Afrika. Selain memberikan gambaran buruk, hal ini juga menghambat perkembangan sepakbola Afrika. FERWAFA harus bersikap tegas perihal kejadian ini, " ujarnya.

Sumber: Daily Mirror, Fox Sports

foto: mirror.co.uk

Komentar