Rindukan Rumah, Jan Vertonghen Mungkin Akan Tinggalkan Tottenham

Berita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Rindukan Rumah, Jan Vertonghen Mungkin Akan Tinggalkan Tottenham

Sebuah pernyataan mengejutkan dilontarkan oleh Ria Mattheeuws, ibu dari bek Tottenham Hotspur, Jan Vertonghen. Kepada Studio Brussels, Mattheeuws, Ria mengungkapkan jika Vertonghen tengah dilanda homesick dan menginginkan pulang ke kampung halamannya.

“Jan (Vertonghen) mulai merindukan rumahnya. Saya merasa ia akan segera pulang, mari kita lihat. Rumah bukan berarti hanya Belgia, tetapi bisa juga Amsterdam (yang telah menjadi rumah keduanya). Karena pacarnya pun berasal dari sana,” ungkap Mattheeuws seperti yang dilansir ESPN.

Vertonghen sendiri sebetulnya baru saja menandatangani kontrak hingga tahun 2020 pada awal bulan lalu. Namun, ia merasa begitu sulit untuk menghabiskan sisa kariernya di Tottenham, karena yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Belgia dan Belgia.

“Saya telah jauh dari teman dan keluarga untuk waktu yang lama. Terkadang mereka berkunjung ke Inggris untuk menemui saya. Tetapi, saya hanya memiliki waktu di sore hari untuk berbicara singkat dengan mereka. Ketika saya memiliki waktu libur di London, saya tidak bisa pergi mendadak untuk mengunjungi mereka, dan saya telah kehilangan hampir seluruh perayaan dan pesta keluarga,” ungkap Vertonghen kepada dailystar.

Vertonghen pun mengungkapkan salah satu alasan ia ingin kembali dekat dengan teman dan keluarganya adalah, karena ia merasa tidak memiliki sebuah pertemanan yang menyenangkannya di Tottenham.

“Dalam lebih dari sepuluh tahun, saya hanya memiliki tiga orang sahabat. Dengan Moussa Dembele misalnya, kami sudah saling mengenal sejak usia 12 tahun. Istri kami berasal dari Amsterdam. Dia pun tinggal di London, dan kami berdua telah memiliki anak.”

“Saya hanya berteman setidaknya dengan sepuluh orang di Tottenham, tetapi jika saya pergi (meninggalkan tim) besok, saya hanya akan mendapatkan sebuah pesan, itu saja. Ini sama seperti ketika di Ajax, dan itu seperti sebuah pertemanan di masa-masa sekolah,” ungkap Vertonghen seperti yang dilansir ESPN.

Vertonghen pun mengungkapkan jika Tottenham tidak memiliki psikiater yang dapat membuat para pemainnya untuk bisa fokus. Padahal, tim-tim lain di liga Inggris menggunakannya. Walaupun ia merasa itu tidak harus rutin dilakukan di setiap sebelum pertandingan, tetapi setidaknya itu akan membantu para pemain.

“Pada awal karier saya, saya memiliki masalah untuk tetap bisa fokus selama 90 menit. Tetapi untungnya sepakbola adalah sebuah permainan tim. Ketika kita mulai merasa tidak fokus, yang lain akan menutupinya. Dan saya memiliki Toby (Alderweireld) untuk melakukan itu,” ujar Vertonghen seperti yang dikutip Sport Witness.

Vertonghen didatangkan oleh Tottenham dari Ajax Amsterdam pada tahun 2012 silam dengan mahar sebesar 12,5 juta euro. Sejauh ini dirinya telah bermain sebanyak 184 kali, dan berhasil mencetak sembilan gol bagi Tottenham di semua ajang. Namun sayang, dari empat tahun masa baktinya di Tottenham, Vertonghen belum dapat mempersembahkan satu pun piala bagi timnya itu.

Foto: 101greatgoals.

Komentar