Mohammed Abdullah Hassan, Wasit Leg Kedua Final Piala AFF 2016

Berita

by Gunanda Hasdiansyah

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Mohammed Abdullah Hassan, Wasit Leg Kedua Final Piala AFF 2016

Mohammed Abdullah Hassan, wasit asal Uni Emirat Arab resmi ditunjuk oleh AFF sebagai pengadil pada leg kedua Final Piala AFF 2016 antara Thailand vs Indonesia. Leg kedua ini akan berlangsung pada Sabtu, 17 Desember 2016 di Stadion Rajamangala, Thailand.

Sejak laga semi-final, wasit yang memimpin laga di Piala AFF 2016 ini selalu menjadi sorotan terutama pada laga semi-final antara Indonesia vs Vietnam. Wasit asal Australia, Jared Gillet menjadi sorotan atas beberapa keputusannya yang dianggap merugikan Indonesia pada leg pertama semi-final saat itu. Sementara itu, Fu Ming, wasit asal Tiongkok menjadi sumber kekhawatiran Vietnam pada leg kedua semi-fnal.

Pada laga Final Piala AFF 2016 leg pertama antara Indonesia vs Thailand, wasit asal Jepang, Jumpei Iida ditunjuk sebagai pengadil. Kepemimpinan Jumpei pada pertandingan tersebut cukup baik, walaupun dalam beberapa keputusan yang diambilnya mendapat protes dari para pemain Indonesia.

Sama seperti sebelumnya, pertanyaan tentang rekam jejak wasit yang ditunjuk pada Final leg kedua kembali mengemuka. Jika melihat rekam jejak Abdullah Hassan, ia merupakan wasit yang cukup bagus tetapi ia juga tak lepas dari hal-hal kontroversial.

Abdullah Hassan merupakan wasit berlisensi FIFA paling senior di Uni Emirat Arab. Wasit berusia 38 tahun ini sudah memimpin 55 pertandingan internasional baik pada tingkat klub maupun tim nasional sejak memperoleh lisensi FIFA pada tahun 2010.

Selama memimpin 55 pertandingan tersebut, ia sudah mengeluarkan 13 kartu merah ( tujuh untuk tim tuan rumah dan enam untuk tim tamu), 183 kartu kuning (83 untuk tim tuan rumah dan 100 untuk tim tamu) dan 11 hukuman penalti (tujuh untuk tim tuan rumah dan empat untuk tim tamu).

Jika melihat data tersebut, kedua kesebelasan baik Thailand maupun Indonesia tentu harus lebih berhati-hati dalam melakukan pelanggaran. Mengingat Abdullah Hassan terlihat sangat royal dalam mengeluarkan kartu.

Bukti dari keroyalan sang pengadil tersebut dalam mengeluarkan kartu ini adalah pada leg pertama perempat-final Liga Champions Asia 2014 antara Western Sidney Wanderers melawan Guangzhou Evergrande. Abdullah Hassan mengeluarkan enam kartu kuning dan dua kartu merah kepada dua pemain Guangzhou (Zhang Linpeng dan Gao Lin) dalam rentang waktu satu menit (menit 89 dan 90).

Hal ini membuat pelatih Guangzhou, Marcelo Lippi naik pitam. Ia mengamuk kepada wasit tersebut sampai masuk ke dalam lapangan. Ia tidak menerima keputusan sang pengadil yang mengusir kedua pemainnya dalam waktu yang hampir bersamaan

Laga Final leg kedua nanti akan menjadi debut bagi Abdullah Hassan sebagai wasit di Piala AFF. Selain itu, ia juga belum pernah memimpin laga tim senior Indonesia dan Thailand.

Tetapi ia pernah memimpin laga tim Indonesia u-23 di Stadion Gelora Bung Karno pada laga kualifikasi Piala Asia u-23 2016. Ia memimpin laga ketika Indonesia menang 5-0 atas Timor Leste dan ketika Indonesia dikalahkan oleh Korea Selatan dengan skor 0-4.

Melihat rekam jejaknya, semoga saja Abdullah Hassan mampu memimpin Final leg kedua nanti dengan seadil-adilnya. Dan keroyalannya dalam mengeluarkan kartu dapat dipraktekkannya dengan tepat.

foto : thesun.co.uk

Komentar