Wasit Leg Kedua Jadi Sumber Kekhawatiran Vietnam

Berita

by Gunanda Hasdiansyah

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Wasit Leg Kedua Jadi Sumber Kekhawatiran Vietnam

Laga semi final leg kedua Piala AFF 2016 yang mempertemukan Vietnam dan Indonesia malam nanti (7/12/2016) akan dipimpin oleh wasit asal Tiongkok, Fu Ming. Tapi ternyata penunjukan wasit asal Tiongkok tersebut oleh federasi sepakbola ASEAN AFF seperti menjadi mimpi buruk bagi Vietnam. Vietnam cukup trauma akan kejadian pada semi final Piala AFF 2014 ketika melawan Malaysia.

Pada waktu itu pertandingan berlangsung di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia. Sebenarnya pada pertandingan ini Vietnam berhasil meraih kemenangan atas tuan rumah Malaysia. Tetapi wasit asal Tiongkok, Fu Ming yang memimpin pertandingan saat itu dianggap terlalu merugikan tim tamu Vietnam. Terutama atas kejadian diberikannya tendangan penalti untuk tuan rumah.

Kekhawatiran Vietnam akan wasit asal Tiongkok ditunjukkan oleh salah satu media mereka, Bongdanet.vn. Mereka menulis “mimpi buruk di Piala AFF 2014 di Malaysia bisa kambuh di stadion My Dinh.” Bahkan media tersebut melabeli para wasit asal Tiongkok dengan sebutan “raja hitam”.

Sebelumnya Fu Ming juga dikutuk oleh Thailand atas kepemimpinannya yang buruk dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Asia antara Arab Saudi melawan Thailand.

Menjelang 10 menit akhir dari laga tersebut, Fu Ming menunjuk titik putih atas pelanggaran yang dilakukan oleh Sarach Yooyen terhadap Fahad Al Muwallad. Yooyen mengatakan bahwa Al-Muwallad pada waktu itu melakukan diving. Tetapi hal itu tidak digubris oleh Fu Ming, bahkan Yooyen harus mendapatkan kartu kuning kedua pada laga tersebut.

Kejadian tersebut menjadi puncak kekesalan Thailand atas kinerja Fu Ming pada laga tersebut. Setelah sepanjang pertandingan mereka terus menerus dirugikan oleh wasit tersebut. Bahkan akibat dari kinerja buruk Fu Ming pada laga tersebut, asosiasi sepak bola Thailand sampai menyampaikan protes ke FIFA.

Fu ming sebenarnya wasit yang bagus. Walaupun ia baru menjadi wasit FIFA pada tahun 2014, ia telah dipercaya untuk memimpin beberapa laga besar. Ia pernah memimpin laga di turnamen International Champions Cup, walaupun hanya bertajuk turnamen pra musim tetapi turnamen ini diikuti oleh kesebelasan-kesebelasan top Eropa. Laga ICC yang pernah dipimpinnya yaitu laga antara Inter Milan vs Real Madrid pada 27 Juli 2015 dan Borussia Dortmund vs Manchester City pada 28 Juli 2016.

Selain itu ia juga pernah ditugaskan untuk memimpin laga AFC Cup, Piala Asia u-19 dan kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia.

Salah satu laga AFC Cup yang pernah ia pimpin adalah laga antara Persib Bandung melawan New Radiant. Pada laga yang berkesudahan 4-1 untuk kemenangan Persib tersebut, ia memberikan dua kartu kuning bagi pemain Persib, satu untuk I Made Wirawan dan satu lagi untuk Achmad Jufriyanto.

Untuk rekam jejaknya di piala AFF, pada Piala AFF 2014 ia pernah memimpin laga antara Timor Leste vs Kamboja dan Laos vs Timor Leste. Ia juga termasuk ke dalam ofisial pertandingan dalam laga Malaysia melawan Vietnam pada semi final Piala AFF 2014. Ketika itu ia menjadi ofisial keempat.

Selama memimpin laga internasional sebanyak 9 kali baik pada Piala Asia U-19, kualifikasi Piala Dunia Zona Asia maupun Piala AFF, Fu Ming telah mengeluarkan kartu kuning sebanyak 31 kali. Dan tiga diantaranya merupakan karu kuning kedua. Hanya pada satu pertandingan saja yaitu pada laga Piala Asia U-19 antara Iran melawan Vietnam ia tidak mengeluarkan kartu.

Tentu hal ini menjadi peringatan bagi para pemain Vietnam dan Indonesia agar lebih berhati-hati dalam melakukan pelanggaran maupun melakukan protes mengingat rekam jejak Fu Ming terlihat sangat royal dalam mengeluarkan kartu.

Pada laga antara Vietnam melawan Indonesia nanti, Fu Ming akan didampingi oleh Ma ji sebagai asisten wasit 1, Cao Yi sebagai asisten wasit 2 dan Wang Di sebagai wasit cadangan.

Komentar