Walau City Kembali Gagal Menang, Pep Tetap Senang

Berita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Walau City Kembali Gagal Menang, Pep Tetap Senang

Pep Guardiola lagi-lagi gagal memberikan kemenangan untuk Manchester City. Setelah dijungkalkan Chelsea 1-3 pada akhir pekan lalu, City harus puas berbagi angka 1-1 dengan Glasgow Celtic di laga terakhir fase grup Liga Champions (7/12/16) dini hari tadi. City bahkan tertinggal terlebih dahulu melalui gol Patrick Roberts pada menit ke empat, sebelum Kelechi Iheanacho berhasil menyamakan kedudukan empat menit berselang.

Pep Guardiola melakukan rotasi besar-besaran pada laga kali ini. Sembilan pemain yang tidak dimainkan melawan Chelsea, diturunkan sejak menit pertama. Selepas sepak mula, City langsung memperagakan gaya yang menjadi ciri khas mereka, possession football dengan memain-mainkan bola di area pertahanannya sendiri dengan maksud memancing para pemain Celtic agar mau menekan keluar.

Celtic pun berani meladeni permainan CIty dengan melakukan pressing yang cukup tinggi. Skema yang dimainkan pun berhasil terjadi di menit ke empat. Bermula dari lob pass yang dilakukan oleh Willy Caballero kepada Leroy Sane, Sane yang seharusnya dapat mengontrol bola dengan baik justru melakukan kecerobohan. Umpan Caballero yang tidak mampu dikontrolnya dengan baik itu menjadi liar, dan kemudian direbut oleh bek kanan Celtic, Mikael Lustig. Lustig kemudian memberikan bola kepada Patrick Roberts yang mampu melakukan solo run melewati tiga pemain City sebelum akhirnya berhasil menyarangkan bola.

Namun, City langsung meresponnya dengan cepat. Hanya empat menit berselang, diawali dari kerja sama yang dilakukan oleh Leroy Sane dan Nolito, Iheanacho mampu berlari melewati dua hadangan bek Celtic dan melakukan tembakan menghujam ke gawang Craig Gordon. Babak pertama pun berakhir dengan skor imbang.

Pada babak kedua, baik Pep Guardiola maupun Brendan Rodgers tidak banyak melakukan pergantian. Pep sebetulnya sempat meningkatkan daya serang City dengan memasukan Jesus Navas menggantikan Pablo Moffeo di menit ke-62. Akan tetapi, solidnya pertahanan yang digalang oleh The Celtc selalu membuat kesulitan para penyerang City. Skor 1-1 pun bertahan hingga babak kedua selesai.

Walau hanya dapat meraih imbang, namun rupanya Pep Guardiola cukup puas dengan hasil ini. Seperti yang dilansir oleh halaman resmi Manchester City, Pep sangat senang City dapat lolos ke babak 16 besar setelah melalui perjalanan yang sulit karena harus berada satu grup dengan tim-tim hebat.

“Kami harus menaruh rasa hormat di dalam Liga Champions dan juga mendapatkan hormat dari klub-klub lain, dan kami siap untuk undian yang akan dilakukan pada hari Senin."

“Saya cukup senang kami bermain sangat baik. Pemain berpengalaman seperti Pablo (Zabaleta), Bacary (Sagna), dan Nolito membantu para pemain muda. Sungguh menyenangkan dapat bermain melawan Celtic. Itu pertandingan yang bagus. Saya juga sangat senang ketika kita banyak menciptakan peluang untuk mencetak gol."

Pep pun tidak lupa mengomentari pencetak gol dari Celtic, Patrick Roberts. Roberts sendiri sejatinya adalah pemain milik Manchester City. Setelah dibeli dari Fulham seharga 12 juta paun pada musim lalu, Roberts kesulitan menembus skuad utama City. Beberapa klub di divisi championship pun dikabarkan ingin meminjam jasanya. Namun, Celtic lah yang berhasil meyakinkan Roberts untuk menyebrang ke Skotlandia pada Januari 2016 lalu. Klausul peminjamannya pun memperbolehkan Roberts bermain, andai City bertemu dengan Celtic seperti di ajang Liga Champions ini.

“Kami tahu kualitas yang dia miliki. Dia bekerja sangat keras dan juga mampu bertahan dengan baik, saya sangat senang terhadapnya. Kami mencoba membantu dirinya dengan membiarkan dia bermain setiap minggunya, tetapi yang paling penting, peminjaman ini sangat berarti buat kedua klub."

Sementara itu, pelatih Celtic, Brendan Rodgers pun mengaku bahagia dengan performa anak asuhnya.

“Tadi adalah kinerja tim yang sungguh luar biasa. Kami memulai permainan dengan baik, juga berhasil mengatur tempo. Penguasaan bola dan kontrol yang kami mainkan benar-benar baik. Gol cepat yang mampu kami buat pun memang benar layak untuk kami dapatkan. Tetapi sebenarnya saya kecewa dengan gol balasan yang terjadi. Saya kecewa karena kita punya kesempatan menang di pertandingan ini," ungkap Rodgers kepada media Skotlandia, The Scotsman.

Sama seperti Pep, Rodgers pun tidak lupa untuk mengomentari permainan yang ditunjukkan oleh Patrick Roberts.

“Itu mungkin tidak mudah baginya, tapi anak itu mampu menunjukkan kualitas yang dimilikinya. Dia menunjukkan dia berada di tempat yang tepat pada tahap kariernya saat ini. Bukan pilihan yang baik untuk menyimpan dirinya di bangku cadangan," tutur Rodgers seperti yang dilansir oleh Sky Sports.

“Keuntungan bagi City untuk membiarkan dirinya tetap bermain di situasi seperti ini. Kalian dapat lihat, pemuda berbakat dari Inggris – gol cemerlang, menekan sepanjang laga, dan berhasil menunjukkan kualitasnya."

“Saya yakin ketika dia kembali ke City di musim panas nanti, Pep dan para staffnya akan melihat betapa hebatnya dia. Mereka (City) benar-benar akan mendapatkan apa yang mereka lihat saat ini," tambahnya.

**

Walau Pep mengatakan dirinya cukup senang dengan hasil ini, namun kita semua pun tahu hati kecil Pep pasti tidak dapat menerima semua ini. Pep harus segera berbenah. Dirinya harus membangkitkan moral para anak asuhnya. Pep pun harus memutar otaknya lebih dalam lagi agar dapat menemukan formula yang bisa membuat para pemainnya cepat memahami skema yang diinginkannya.

Karena jika tidak, bukan tidak mungkin para pemain Manchester City akan selalu menampilkan permaianan yang serupa setiap minggunya.

foto: mancity.com

Komentar