Riedl dan Huu Thang Tak Pikirkan Adu Penalti

Berita

by Muhammad Firza Richsan

Muhammad Firza Richsan

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Riedl dan Huu Thang Tak Pikirkan Adu Penalti

Partai hidup mati bagi Indonesia untuk lolos ke babak final Piala AFF akan ditentukan Rabu (7/12/16). Walau berbekal kemenangan yang didapatkan di leg pertama, Indonesia tidak boleh berleha-leha. Skor tipis 2-1 pun mau tidak mau yang akan menjadi taruhannya.

Lolosnya Indonesia ke babak semifinal ditanggapi dengan rendah diri oleh Alfred Riedl. Riedl menuturkan jika skuat Merah Putih beruntung bisa berada di empat besar. Tetapi Riedl menekankan para pemainnya agar berjuang lebih keras dan memiliki keinginan yang kuat untuk lolos ke babak final karena Vietnam memiliki semangat luar biasa untuk membalas kekalahan, dan laga akan menjadi sangat sulit karena tekanan berada di pihak Indonesia saat ini.

Di sesi konfrensi pers kali ini Riedl ditemani oleh Muchlis Hadi. Muchlis pun berharap dapat ikut ambil bagian di laga esok.

“Tentunya saya berharap dapat bermain. Saya masih muda dan banyak belajar dari senior-senior. Rasanya bangga bisa main di sini."

Sementara itu, pelatih Vieynam, Nguyen Huu Thang memberikan selamat atas kemenangan yang diraih Indonesia di leg pertama kemarin. Namun pada pertandingan kali ini ia tidak akan membiarkan Indonesia untuk kembali memenangi pertandingan.

“Laga nanti akan menjadi sangat krusial karena kami kalah. Ini ujian psikologis kami dan kami mengupayakan segalanya untuk lolos."

Nguyen Huu Thang pun menyoroti Boaz Solossa sebagai pemain yang sangat diwaspadainya.

“Dia (Boaz) pemain kunci di tim Indonesia, juga memiliki kemampuan luar biasa mengangkat motivasi rekan-rekannya. Ia pemain yang sangat berbahaya di depan, tapi banyak pula pemain bagus lainnya di tim Indonesia. Jadi, bukan satu dua pemain yang harus dijaga, tapi seluruh tim."

“Pertandingan nanti pun akan menjadi penting bukan karena strategi, tapi psikologis. Saya ingin semua pemain bermain nyaman."

Sementara ketika disinggung mengenai kemungkinan laga akan diselesaikan melalui adu tendangan penalti, kedua pelatih memiliki pandangan yang sama.

“Saya tidak berpikir adanya penalti. Apakah latihan adu penalti memang menjadi rencana tim-tim lain? Apa jaminannya ketika memang terjadi adu penalti? Ini bukan soal Anda melatih adu penalti pemain hingga hebat. Ada perbedaan antara latihan dan pertandingan sebenarnya. Di pertandingan sebenarnya ada situasi bahwa Anda dalam tekanan penonton di belakang gawang. Hal ini tidak terjadi di latihan. Bagi saya, ini masalah," kata Riedl.

Riedl pun lebih memilih untuk kalah dengan skor 3-2 ketimbang harus menyelesaikan laga melalui drama tos-tosan. Hal senada diungkapkan oleh pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang.

“Saya pun tidak memikirkan skenario adu penalti. Dalam benak kami adalah meraih kemenangan meyakinkan untuk lolos ke final."

“Saya hanya fokus pada hasil 90 menit. Pada usia 18 tahun saya pernah menjadi pemain Riedl, memang masa yang mengesankan. Tapi fokus kami adalah pertandingan saat ini. Semua cerita hari ini akan ditentukan setelah 90 menit."

Nguyen Huu Thang tampaknya memang akan mengupayakan timnya mengakhiri perlawanan Indonesia selama 90 menit. Ia pun seolah telah memiliki rencana kejutan dengan tidak akan menampilkan skema yang sama seperti di leg pertama.

“Saya juga tak ingin membiarkan orang lain mendikte apakah saya akan memainkan dua striker sekaligus atau tidak. Dua atau satu striker di tim ini semuanya adalah keputusan saya dan saya yang bertanggung jawab terhadap hasilnya."

Sedangkan untuk Indonesia, Riedl tampaknya akan memainkan cara yang lebih defensif dengan memancing para pemain Vietnam memasuki wilayah pertahanan Indonesia untuk langsung melakukan serangan balik cepat. Hal itu diperkuat dengan pernyataan Riedl yang seolah-olah dirinya siap dikritik karena akan memainkan strategi bertahan.

“Saya tidak peduli tentang kritik karena yang penting fokus dengan permainan maksimal tim."

Akan tetapi, jika dilihat dari tiga pertandingan terakhir antara Indonesia melawan Vietnam (termasuk dua kali uji tanding), permainan terbuka akan disajikan oleh kedua tim. Kans laga akan ditentukan melalui adu tendangan penalti pun sangat memungkinkan untuk terjadi.

Andai laga benar-benar harus diakhiri dengan adu tendangan penalti,

Indonesia harus berhati-hati,

Sejarah kelam pernah menghantui,

Mahkota pun tercuri,

Komentar