Sergio Ramos, Spesialis Pencetak Gol pada Menit Akhir di Laga Penting

Berita

by Gunanda Hasdiansyah

Gunanda Hasdiansyah

Pecandu game Football Manager yang mencintai sepak bola dengan segala keindahannya

Sergio Ramos, Spesialis Pencetak Gol pada Menit Akhir di Laga Penting

Laga El Clasico antara Barcelona melawan Real Madrid, Sabtu malam (3/12/2016) berakhir dengan kedudukan imbang 1-1. Kedua kesebelasan harus puas dengan hasil imbang tersebut. Mungkin hasil tersebut tidak terlalu bermasalah bagi Real Madrid, tetapi bagi Barcelona tentu menjadi kehilangan besar karena gagal meraih kemenangan di kandang sendiri.

Aktor utama dibalik hasil imbang pada laga tersebut adalah sang kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Gol Ramos pada menit ke-90 membuyarkan kemenangan Barcelona yang sudah di depan mata. Setelah sebelumnya Barcelona sempat unggul melalui gol yang diciptakan oleh Luis Suarez.

Menurut sportskeeda, dengan gol yang dicetaknya pada pertandingan tersebut, Ramos mengukuhkan dirinya sebagai bek pencetak gol terbanyak keempat di La Liga dengan 47 gol melewati legenda Real Madrid, Roberto Carlos yang mencetak 46 gol. Tetapi ia masih tertinggal dari dua legenda Madrid lainnya, Pirri yang mencetak 52 gol dan Fernando Hierro dengan 60 gol. Sedangkan pemuncak daftar bek pencetak gol terbanyak di La lIga diduduki oleh legenda Barcelona, Ronald Koeman dengan 67 gol.

Ramos tentu masih mempunyai peluang untuk menyusul jumlah gol para legenda yang ada di atasnya. Apalagi musim ini saja menurut data whoscored, Ramos sudah mencetak tiga gol di La Liga.

Selain berhasil menjadi bek pencetak gol terbanyak keempat, ada fakta menarik lainnya yang dibukukan oleh Ramos dari gol tersebut. Gol tersebut menjadi gol ketiga bagi Ramos yang terjadi pada menit 90an yang membuat Real Madrid terhindar dari kekalahan.

Ketiga gol tersebut terjadi bukanlah pada pertandingan sembarangan. Kejadian pertama terjadi pada final Liga Champions 2013/2014 ketika Real Madrid melawan Atletico Madrid. Atletico yang telah unggul 1-0 dan sudah di atas angin untuk mengangkat trofi Liga Champions dihancurkan oleh gol Ramos pada menit ke-93. Gol tersebut betul-betul menghancurkan mental Atletico sehingga harus kebobolan tiga gol lagi pada babak extra time.

Kejadian kedua terjadi bulan Agustus 2016 lalu, ketika Real Madrid melawan Sevilla pada ajang Piala Super Eropa. Lagi dan lagi Ramos mencetak gol pada menit ke-93 yang membuat kedudukan saat itu menjadi imbang 2-2. Dan Real Madrid berhasil meraih kemenangan berkat gol Dani Carvajal pada babak extra time.

Kejadian ketiga memang tidak terjadi di laga final, tetapi gengsi laganya bisa dikatakan tidak kalah dengan laga Final. Laga El Clasico sabtu malam lalu menjadi torehan ketiga Ramos. Berkat gol Ramos tersebut Real Madrid tetap mempertahankan jarak enam poin dari sang rival Barcelona.

Pada pertandingan tersebut Ramos seakan mengukuhkan diri sebagai spesialis pencetak gol pada menit 90an di laga penting. Atletico Madrid, Sevilla dan Barcelona yang sudah menjadi korban tentu sangat membenci spesialisasi Ramos ini.

Atletico Madrid dan Sevilla yang sudah terlebih dahulu menjadi korban, mungkin saat ini sedang memeluk dan mencoba menghibur Barcelona sambil berkata “I know that feel bro”.

foto : talksport.com

Komentar