Sebelum Kalahkan Swansea, Mourinho Mendapatkan Tolakan Bermain dari Beberapa Pemain

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Sebelum Kalahkan Swansea, Mourinho Mendapatkan Tolakan Bermain dari Beberapa Pemain

Tren buruk yang tengah menimpa Manchester United di Liga Primer akhirnya berhenti. Bertandang ke Stadion Liberty, kandang Swansea City, United berhasil mendapatkan angka penuh setelah menang dengan skor 1-3.

Dua dari tiga gol United di laga ini diciptakan oleh penyerang asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic. Sementara, gol lainnya dibuat oleh pemain termahal dunia, Paul Pogba. Di sisi lain, Mike van der Hoorn mencetak satu-satunya gol Swansea City.

Meski mampu memeroleh tiga angka, setelah pada empat pertandingan sebelumnya gagal meraih kemenangan, manajer United, Jose Mourinho tampak tidak cukup puas. Kekecewaan seolah hadir di tengah kegembiraannya usai pertandingan.

Mental bermain pemain United menjadi hal utama yang menjadi sasaran kekecewaan Mourinho. Dilansir oleh FourFourTwo, Mourinho kecewa karena ada beberapa pemainnya yang menolak dimainkan karena alasan tidak dalam kondisi bugar.

FourFourTwo menjelaskan, beberapa pemain belakang yang tidak bermain di laga ini menjadi sasaran kekecewaan Mourinho. Dari beberapa pemain belakang, memang ada tiga pemain yang berhalangan tampil, yakni Chris Smalling, Luke Shaw, dan Daley Blind.

Ketiganya disebut oleh FourFourTwo, mengakui bahwa tidak dalam kondisi fit. Smalling dan Shaw berkilah tidak dapat bermain karena tidak cukup bugar untuk bermain, sementara Blind hanya dapat bermain di babak kedua pertandingan.

Dengan absennya tiga pemain tersebut, United pun terpaksa memainkan kombinasi empat pemain belakang yang belum pernah bermain bersama di era kepelatihan Mourinho, yakni Ashley Young, Phil Jones, Marcos Rojo, dan Matteo Darmian.

Tidak heran, kekecewaan Mourinho diungkapkan olehnya setelah pertandingan. Ia berkata, “Saya memiliki seorang teman yang notabene adalah seorang pemain tenis terkenal. Dia mengatakan kepada saya bahwa ia lebih banyak memainkan pertandingan dengan rasa sakit ketimbang bermain dalam kondisi bugar.”

“Untuk bersaing, para pemain harus bermain sampai level tertinggi yang dimiliki. Dan ini adalah budaya di beberapa daerah,” ujar Mourinho. “Namun hal tersebut bukanlah hal yang saya ingin terapkan. Saya ingin para pemain melakukan lebih dari itu karena ini adalah Manchester United.”

“Kami memiliki pemain dengan masalah-masalah seperti itu. Di olahraga lain—saya tahu karena saya memiliki teman yang bermain di olahraga lain—mereka selalu berupaya memberikan semua kemampuan,” imbuhnya.

“Dan mereka bahkan sering tetap bermain meskipun mereka tidak dalam kondisi fisik yang benar-benar bugar,” pungkasnya.

Mental bermain United yang tengah menurun memang menjadi persoalan. Meski demikian, jika Mourinho benar-benar orang yang spesial, tentu dia akan dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Komentar