Mencetak Gol Tanpa Sepatu, Sah atau Tidak?

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Mencetak Gol Tanpa Sepatu, Sah atau Tidak?

Kostum, pelindung tibia (tulang kering), kaus kaki, dan sepatu mutlak digunakan dalam sepakbola. Federasi sepakbola dunia, FIFA, bahkan memasukkan kelima peralatan tersebut dalam peralatan wajib pakai dalam setiap kompetisi resmi. Nah, bagaimana jika salah satunya tidak digunakan?

Kejadian unik terjadi di Eredivisie Belanda pekan ke-10 lalu dalam laga SC Heerenveen melawan Heracles Almelo. Di pertandingan tersebut, salah satu pemain Heerenveen, Jeremiah St. Juste, terpaksa meninggalkan salah satu sepatunya karena terinjak seorang pemain Heracles.

Terlepasnya sepatu bagian kiri St. Juste dari kakinya tidak membuat ia mengalami cedera atau kesakitan saat menginjak rumput. Hal lain yang tidak diduga oleh St. Juste malah terjadi setelah kejadian lepasnya sepatu itu. Sebab beberapa detik setelahnya, ia justru malah menciptakan sebuah gol indah dari luar kotak penalti.

Gol ini pun memantik perhatian netizen dan pendukung Heracles. Mereka berkilah, dalam peraturan permainan sepakbola FIFA disebutkan bahwa seorang pemain yang sepatu atau pelindung tibia-nya lepas, harus segera kembali memasangnya.

Meski demikian, gol ini tetap disahkan oleh wasit Kevin Blom yang memimpin pertandingan. Blom seusai pertandingan tidak menjelaskan alasan mengapa ia mengesahkan gol ini meski pun pendukung tim tamu berkilah bahwa gol ini tidak sah.

Sepatu St. Juste yang terlepas (diberi lingkaran berwarna hitam).

Video mulai dari menit 4:23

Tidak ada alasan yang jelas dari Blom membuat banyak wasit Belanda berkomentar. Salah satunya adalah Erwin Zeinstra, asisten dari wasit terkenal asal Belanda, Bjorn Kuipers. Menurut Zeinstra, kasus St. Juste tidak dapat disahkan jika menganut peraturan lama, sementara pada peraturan permainan sepakbola terbaru FIFA kasus ini akan dihitung menjadi sebuah gol.

“Gol yang dicetak oleh St. Juste memang luar biasa. Namun apakah tindakan yang dilakukan oleh Blom salah? Tidak. Jika mengacu pada peraturan lama, ia memang harus segera melepaskan bola, tidak peduli diumpan ke rekannya atau membuang ke luar lapangan,” jelas Zeinstra.

"Namun, di peraturan terbaru, pemain yang sepatunya terlepas harus menyelesaikan semua tindakannya terlebih dulu. Setelah itu, sepatu baru boleh dikenakan kembali,” ujarnya seperti dilansir oleh SoccerNews.nl.

“Keputusan Blom untuk mengesahkan gol ini cukup logis. Sangat tidak mendasar jika mereka (netizen dan pendukung Heracles) meminta agar gol ini dianulir karena kejadian tersebut. Harusnya mereka membaca peraturan terbaru dulu, bahkan saya pikir St. Juste juga tidak sebagai pihak yang tahu mengenai peraturan ini,” imbuhnya.

Jika wasit tidak mengesahkan gol ini sebenarnya tidak apa-apa. Sebab Heerenveen sebelumnya telah unggul 2-1. Pelajaran penting dari kasus ini tentu adalah kemauan untuk membaca peraturan sepakbola bagi penonton yang gemar protes. Ya, nggak?

Komentar