Pintu Keluar untuk Mamadou Sakho

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pintu Keluar untuk Mamadou Sakho

Ketidakjelasan nasib Mamadou Sakho di Liverpool membuatnya sadar. Setelah tidak pernah dimainkan di laga resmi sejak April lalu dan hanya disuruh bermain di tim U23 oleh manajer Liverpool, Jurgen Klopp, L’Equipe menyebutkan bahwa pemain asal Prancis ini telah setuju untuk hengkang dari Liverpool di bursa transfer musim dingin mendatang.

L’Equipe menjelaskan bahwa Klopp secara tersirat menyebutkan bahwa kesempatan bermain bagi Sakho di Liverpool telah ia tutup. “Saya telah mengatakan semuanya kepada Mama (Mamadou Sakho). Tidak ada hal yang perlu disebutkan lagi.”

Keputusan Sakho untuk menanggalkan kostum Liverpool sebenarnya bukan keinginannya. Sekitar 13 bulan yang lalu, eks bek tengah Paris Saint-Germain ini mengaku ingin tetap bertahan di Anfield yang disertai dengan keputusannya menandatangi kontrak baru yang membuatnya berada di Liverpool dalam lima tahun ke depan.

Situasi yang dihadapi oleh Sakho mulai menjadi sulit ketika ia menunjukkan sikap indisipliner dalam masa persiapan yang dilakukan oleh The Reds di Amerika Serikat. Sikap ini pun membuatnya dipulangkan ke Inggris lebih cepat oleh Klopp.

“Itu (dipulangkannya Sakho) bukan suatu masalah yang besar. Dia saya pulangkan karena tertinggal pesawat terbang, telat menghadiri sesi pertemuan dan saat makan,” ujar Klopp seperti dikutip The Guardian kala itu. “Tugas saya di sini adalah membentuk suatu tim. Dan saya pikir memulangkan Sakho ke Liverpool adalah hal yang masuk akal.”

Express menyebutkan bahwa pemulangan Sakho mendadak berubah menjadi sebuah kasus yang serius. Klopp disebut telah kehilangan kesabaran terhadap bek bernomor punggung tiga ini. Menjelang berakhirnya bursa transfer musim panas lalu, ia disebut akan dipinjamkan ke kesebelasan lain, namun pada akhirnya gagal karena gaji yang ia terima dari Liverpool tidak dapat dipenuhi oleh peminatnya.

Pada September 2016 lalu, Sakho mengungkapkan banyak hal mengenai nasibnya di Liverpool melalui Snapchat-nya. “Sudah tiga pekan sejak saya benar-benar layak untuk tampil di sebuah pertandingan. Mereka tidak menginginkan saya untuk berada di lapangan dan saya tidak tahu mengapa.”

“Saya menerima kondisi ini namun saya tidak dapat berbohong. Para pendukung berhak tahu apa kondisi yang saya alami saat ini.”

Status tersebut pada akhirnya membuat posisi Sakho semakin sulit. Pasalnya, Klopp semakin marah atas pernyataan tersebut. “Saya kecewa atas hal yang saya lihat pagi ini. Saya merasa yang ia lakukan (memajang kondisinya di sosial media) adalah suatu hal yang negatif.”

Dengan demikian, pintu keluar bagi Sakho semakin terbuka lebar. Bahkan mungkin sekarang ia sudah mulai mencari kesebelasan mana yang hendak ia tuju.

Komentar