Liga Thailand Dihentikan, Muangthong United Juara

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Liga Thailand Dihentikan, Muangthong United Juara

Kepergian Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, pada Kamis (13/10) membuat seluruh negeri Gajah Putih berduka. Tak heran, semua pihak yang memiliki gelaran di tahun ini memberhentikan secara serentak kegiatan mereka.

Asosiasi sepakbola Thailand, FAT, menetapkan kebijakan yang sama dengan lembaga-lembaga lain. Pada Jum’at (14/10) sore WIB, mereka memutuskan untuk menghentikan Toyota Thailand League 2016 yang saat ini tengah bergulir, demi menghormati kepergian sang raja.

Dalam pernyataan resminya, FAT, mengumumkan bahwa semua kegiatan sepakbola, baik sepakbola, sepakbola pantai, dan futsal dihentikan. FAT mengatakan bahwa keputusan ini berkaitan dengan larangan pemerintah mengadakan kegiatan hiburan dalam waktu 30 hari.

Wakil Presiden FAT, Supansin Leelarit, mengatakan bahwa klasemen saat ini akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan tim pemenang dan degradasi di setiap jenjang kompetisi.

Keputusan ini membuat Toyota Thailand League yang masih menyisakan empat pekan lagi terhenti. Dengan keputusan ini juga, Muangthong United yang saat ini tengah memuncaki klasemen sementara musim ini berhak atas gelar juara.

Hal ini juga membuat persaingan untuk lolos dari jurang degradasi juga berhenti. Army United, Chainat Hornbill, dan BBCU, yang saat ini menempati posisi tiga terbawah di klasemen sementara pun harus rela terdegradasi ke divisi satu.

Tidak hanya di Toyota Thailand League, kompetisi domestik lain, seperti Piala Liga dan Piala Chang FA, juga dihentikan. Untuk Piala Liga, Muangthong dan Buriram yang berlaga di partai final disebut bakal menjalani undian untuk menentukan siapa yang bakal menjadi juara.

Penghormatan terhadap meninggalnya raja Bhumibol tidak hanya bakal dilakukan oleh federasi sepakbola Thailand. Salah satu kesebelasan Liga Primer, Leicester City, juga disebut bakal melakukan penghormatan terhadap Raja Bhumibol di laga melawan Chelsea.

Sebelumnya, pada latihan Jum’at (14/10) pagi waktu setempat, Leicester melakukan do’a bersama untuk menghormati Raja Bhumibol. Do’a tersebut diikuti hampir seluruh staf dan pemain The Foxes.

Seperti yang diketahui, Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, meninggal dunia, Kamis (13/10), pada usia 88 tahun, setelah sakit dalam beberapa tahun terakhir. Meninggalnya Raja Bhumibol membuat tampuk kekuasaan Thailand kini diserahkan ke putra mahkota Maha Vajiralongkorn.

Komentar