Kalah dari Suriah, Suporter Tiongkok Minta Ketua Federasi Diganti

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kalah dari Suriah, Suporter Tiongkok Minta Ketua Federasi Diganti

Bergelimangnya uang serta pemain-pemain bintang dalam ajang Chinese Super League ternyata tidak mendongkrak prestasi tim nasional secara langsung. Dalam ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia grup A, Tiongkok masih menduduki peringkat kelima (dari total enam tim). Dalam pertandingan terakhirnya, mereka dikalahkan oleh Suriah dengan skor 0-1.

Padahal dalam pertandingan tersebut posisi mereka adalah sebagai tuan rumah. Rakyat Tiongkok yang sudah kadung berharap bahwa Tiongkok akan meraih kemenanganpun akhirnya menjadi kecewa. Mereka berbondong-bondong turun ke jalan usai pertandingan melawan Suriah, peringkat 114 FIFA, dan meminta presiden federasi sepakbola Tiongkok diganti akibat kekalahan dari Suriah ini, sekaligus melukai revolusi sepakbola yang sedang dicanangkan oleh presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Xi Jinping memiliki rencana yang cukup ambisius. Presiden yang juga penggemar sepakbola ini berencana untuk menjadikan Tiongkok sebagai juara dunia pada 15 tahun mendatang. Ia juga ingin agar kelak Tiongkok menjadi salah satu kekuatan sepakbola dunia di masa depan nanti.

Tapi tampaknya rencana dari Xi ini masih harus menemui jalan terjal. Kekalahan atas Suriah, tim yang peringkatnya berada jauh di bawah Tiongkok (peringkat 78 FIFA), juga disaksikan oleh 40.000 orang yang memadati Stadion Zhuque, membuat para suporter marah. Mereka menuntut Cai Zhenhua, presiden federasi sepakbola Tiongkok, dipecat dari jabatannya karena dinilai tidak becus dalam mengelola sepakbola Tiongkok.

Dalam sebuah video yang direkam oleh netizen dari Tiongkok, tampak ribuan suporter yang berbondong-bondong turun ke jalan di depan Stadion Zhuque meneriakkan kata "Cai Zhenhua, pecat!" beberapa kali. Mereka juga tidak segan untuk mengejek federasi lewat akun-akun sosial media yang mereka miliki.

Selain federasi sepakbola Tiongkok yang banjir hujatan, timnas Tiongkok pun tak luput dari caci maki suporter. Inilah cuitan dari para suporter Tiongkok seperti dilansir The Guardian.

"Sungguh, penampilan dari timnas Tiongkok ini seperti pemain amatir," ujar Dong Lu, komentator di salah satu stasiun televisi di Tiongkok.

"Suriah, tim yang negaranya menderita karena perang yang berlangsung selama beberapa tahun, yang manajernya hanya dibayar sebesar 2000 yuan (240 paun) per bulan, mengalahkan Tiongkok yang para pemainnya bahkan menerima gaji sampai jutaan yuan. Sekarang waktunya para pemain timnas untuk berpikir," ujar salah satu suporter.

"Timnas Tiongkok bahkan tidak mampu mengalahkan Suriah yang negaranya dilanda ketidakstabilan yang berkesinambungan. Jika seperti ini, buat apa timnas Tiongkok bertanding? Lebih baik ditiadakan saja daripada menyia-nyiakan uang pajak yang dibayar oleh warga," protes warga.

Revolusi sepakbola Tiongkok tampaknya menemui tantangan terberatnya usai kekalahan dari Suriah ini, apalagi kekalahan ini membuat peluang Tiongkok untuk melaju lebih jauh dalam babak kualifikasi Piala Dunia zona Asia semakin tipis.

Ternyata uang memang bukanlah segalanya. Proses lebih penting.

Komentar