Masalah Real Madrid Bukan Hanya Pada Casemiro Seorang

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Masalah Real Madrid Bukan Hanya Pada Casemiro Seorang

Real Madrid memiliki masalah yang cukup pelik pada awal musim 2016/2017 ini. Setelah meraih enam kemenangan beruntun, Madrid langsung meraih hasil negatif. Empat pertandingan terakhir mereka berakhir dengan hasil seri, termasuk dalam pertandingan terakhir La Liga Primera Division Spanyol ketika Madrid ditahan imbang oleh Eibar 1-1.

Hasil ini tentunya mengundang kekhawatiran tersendiri bagi para pendukung Madrid. Banyak sekali spekulasi mengenai turunnya penampilan Los Blancos ini, salah satunya karena cederanya Casemiro yang memengaruhi penampilan Real Madrid, terutama di lini tengah.

Menanggapi hal ini, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, menyebut bahwa masalah yang dialami Los Blancos bukan hanya sekadar absennya Casemiro semata. Masalah psikologis juga dinilai berpengaruh terhadap penurunan penampilan Madrid ini.

“Sekarang ini, kami memiliki masalah di dalam tubuh klub, sekaligus sekarang mencari solusi untuk menghadapi masalah tersebut,” ujar Zidane seperti dilansir ESPN FC.

“Tapi, saya tidak setuju jika masalah kami ini berkaitan dengan fisik dan kemampuan pemain. Masalah kami sekarang lebih kepada masalah psikologis, masalah mental. Inilah kenapa saya ingin Madrid mendatangkan psikiater,” tambahnya.

Ungkapan Zidane ini sekaligus membantah ucapan dari pelatih yang juga pernah melatih Madrid, Fabio Capello, yang mengatakan bahwa salah satu faktor menurunnya performa Madrid adalah karena menurunnya performa dari Cristiano Ronaldo.

Ronaldo memang sedikit mengalami masalah dengan kebugarannya akibat memulai pramusim lebih lambat dari kawan-kawannya karena cedera yang ia alami pada laga final Piala Eropa 2016. Pada laga melawan Las Palmas, Ronaldo digantikan pada menit ke-60 dan sempat marah-marah kepada Zidane.

“Cristiano? Marah? Itu adalah hal yang normal. Kemarahan itu adalah bentuk dedikasinya kepada klub, juga bentuk keseriusannya bermain untuk Madrid. Itu bagus, tapi, tak ada satu pemain pun yang sanggup bermain selama 60 pertandingan dalam satu musim,”

“Setelah ikut Piala Eropa, ia harus beristirahat terlebih dahulu. Pada 1998 lalu, saya juga melakukan hal yang sama, tidak beristirahat terlebih dahulu. Akhirnya saya mengalami musim yang buruk,” ujar Zidane.

Beberapa hasil minor yang diraih oleh Madrid ini sempat membuat Real Madrid sedikit terseok-seok dalam ajang La Liga Primera Division Spanyol. Untungnya, pesaing mereka, Barcelona pun acap meraih hasil negatif dalam beberapa pertandingan.

Tapi, bukan berarti Real Madrid harus berleha-leha. Selain harus mendatangkan psikiater, mereka juga harus memperbaiki performa dan segera menemukan pola permainan yang pas dengan cederanya Casemiro ini. Kalau tidak, bukan tidak mungkin prestasi musim lalu akan sulit untuk mereka ulangi.

Komentar