Kembali Berulah, Kini Aurier Terancam Dihukum Penjara

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kembali Berulah, Kini Aurier Terancam Dihukum Penjara

Ketika didatangkan oleh Paris Saint-Germain dari FC Toulouse awal musim 2015/16, Serge Aurier diyakini bakal berkembang menjadi salah satu bek kanan terbaik di dunia. Keyakinan tersebut muncul melihat penampilannya yang begitu mengagumkan karena ia mampu menciptakan enam gol dan enam asis sebagai seorang bek kanan.

Namun seiring berjalannya waktu, keyakinan tersebut tampaknya harus segera dievaluasi. Sebab, kini nama Aurier lebih identik dengan kasus kontroversial di luar lapangan ketimbang peran yang ia jalani di Paris Saint-Germain di lapangan.

Yang paling baru, Aurier harus menerima nasib bahwa ia akan segera dikurung dalam penjara. Hukuman ini diberikan usai bek asal Pantai Gading ini diduga menyerang seorang petugas kepolisian di sebuah kelab malam di daerah Champs-Elysees, Paris, Mei 2016.

ESPNFC menyebut Aurier bakal menerima setidaknya dua bulan masa kurungan. Hukuman ini diberikan setelah pengadilan Paris melakukan persidangan pada Senin (27/9) waktu setempat. Jaksa menyebutkan bahwa Aurier diketahui beradu argumen dengan petugas kepolisian yang berlanjut dengan kekerasan Aurier dengan polisi tersebut.

Aurier dikabarkan tak puas dengan keputusan ini. Dilansir oleh RMC Sport, bek yang mengenakan nomor punggung 19 ini diketahui bakal meminta banding untuk menyatakan bahwa ia tak merasa bersalah dalam kasus ini.

Kuasa hukum Aurier, Claire Boutard de la Combe, juga menyatakan hal yang sama. Ia berkata, ”Kami akan melakukan banding atas kasus ini. Sebab, Aurier tidak salah dan harus dibebaskan.”

Paris Saint-Germain selaku kesebelasan yang dibela Aurier saat ini, belum mengambil sikap. Selama Aurier belum menjadi pihak yang resmi bersalah dalam kasus ini, mereka bakal tetap menggunakan asas praduga tak bersalah.

“Karena banding yang sudah ia lakukan, kami akan tetap menerapkan asas praduga tak bersalah baginya,” ujar pernyataan resmi Paris Saint-Germain. “Hal ini juga membuat ia akan tetap bermain dan melakukan tugas-tugasnya di Prancis serta kompetisi luar negeri.”

“Paris Saint-Germain juga ingin menekankan kembali bahwa ia sudah melakukan tugasnya secara profesional sejak kembali di tim utama kami Juli 2016 lalu. Kami tidak akan mengeluarkan komentar resmi untuk kasus ini lagi hingga banding Aurier diputuskan oleh pengadilan.”

Dengan kasus ini, nama Aurier diyakini bakal semakin hancur. Pasalnya, sudah sejak musim lalu, ia menerima banyak perkara akibat tindakan yang ia lakukan. Di musim lalu, beberapa kali ia diketahui bersitegang dengan beberapa nama, di antaranya adalah dengan eks pelatih Paris Saint-Germain, Laurent Blanc, Zlatan Ibrahimovic, Angel Di Maria, dan Salvatore Sirigu.

Hasil tindakannya tersebut, ia pun disingkirkan dari tim utama kesebelasan penghuni Parc des Princes tersebut oleh Blanc. Permasalahan ini pada akhirnya selesai usai Unai Emery ditunjuk menjadi pengganti Blanc di kursi pelatih kepala Paris Saint-Germain.

Kasus ini juga melengkapi daftar nasib buruk yang diterima oleh Aurier sebulan terakhir. Sebelumnya, pada 28 Agustus silam, pemain 23 tahun ini melakukan gol bunuh diri di laga penting melawan AS Monaco. Empat pekan setelahnya, Aurier kembali mengalami kesialan ketika diusir dari lapangan karena menerima dua kartu kuning dalam laga melawan Toulouse.

Komentar