Tak Lagi Menjadi Bagian FIFA, Ballon d`Or Ubah Peraturan

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tak Lagi Menjadi Bagian FIFA, Ballon d`Or Ubah Peraturan

Perubahan pada ajang penghargaan pemain dunia, Ballon d’Or, seperti yang dijanjikan oleh France Football pada akhirnya benar-benar terjadi. Dalam rilis terbarunya, France Football mengenalkan beberapa peraturan baru yang akan segera dilakukan di Ballon d’Or.

Perubahan yang paling mengejutkan adalah soal jumlah finalis. Dalam peraturan terbaru, Ballon d`Or akan memilih 30 nama pemain yang masuk ke dalam nominasi.

Nantinya, 30 nama pemain tersebut semuanya berhak untuk dipilih. Jumlah tersebut meningkat dari format lama yang hanya diisi 23 nama. Sementara itu, pengumuman tiga finalis yang sebelumnya selalu dimunculkan dalam beberapa saat jelang gala Ballon d’Or digelar tidak akan dilakukan.

Tidak hanya dari regulasi, dalam penghargaan di tahun 2016 ini, Ballon d’Or tak akan lagi menggunakan jasa pemain dan pelatih tim nasional sebagai salah satu pemilih dan membuat wartawan internasional sebagai satu-satunya pemilih.

Berakhirnya hubungan kerjasama antara France Football dengan federasi sepakbola internasional, FIFA, pada Jum’at (20/9) menjadi alasan banyaknya perubahan tahun ini. Tidak diketahui alasan keduanya memutuskan untuk mengakhiri kerjasama yang telah mereka bangun sejak 2010 tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui langkah apa yang akan dilakukan oleh federasi yang bermarkas di Zurich ini. Namun, salah satu harian Spanyol, Mundo Deportivo, melansir kabar bahwa presiden mereka, Gianni Infantino, disebut bakal mengagendakan kembali FIFA World Player of the Year.

Ballon d’Or sendiri menjadi ajang penghargaan pemain tertua di dunia. Ajang ini digelar pertama kali pada tahun 1956 yang pada saat itu pemain Inggris, Sir Stanley Matthews, berhasil menjadi pemenangnya.

Penghargaan Ballon d’Or yang setiap tahunnya hanya diberikan kepada pemain asal benua Eropa membuat FIFA mengadakan ajang serupa. Diberi nama FIFA World Player of the Year, mereka memberi kesempatan pemain non Eropa untuk mendapatkan gelar.

Tahun 1994, pemain asal Brasil, Romario, sukses menjadi pemain non Eropa yang mendapatkan gelar bergengsi ini. Tidak mau kalah, tahun berikutnya giliran Ballon d’Or yang memberikan status pemain terbaik kepada pemain AC Milan, George Weah.

Kedua ajang ini pun menjadi kiblat untuk menentukan siapa pemain terbaik di dunia. Seiring berjalannya waktu dan efektifitas penyelenggaraan, France Football dan FIFA sepakat mengadakan ajang ini bersama-sama dengan nama FIFA Ballon d’Or.

Komentar