Target Claudio Ranieri untuk Leicester City di Liga Champions

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Target Claudio Ranieri untuk Leicester City di Liga Champions

Leicester City akan memulai petualangannya mengarungi Liga Champions, Kamis (15/9) dini hari WIB. Kesebelasan Belgia, Club Brugge, akan menjadi lawan perdana bagi juara Liga Primer 2015/16 tersebut di kompetisi akbar antar kesebelasan Eropa tersebut.

Tak heran, hasil baik menjadi target Claudio Ranieri selaku juru taktik Leicester. Dalam konferensi pers yang ia gelar beberapa saat jelang laga, ia berharap cerita indah yang dilakukan oleh anak asuhnya di Liga Primer musim lalu berlanjut di Liga Champions musim ini.

“Saya pikir memenangkan Liga Champions adalah sesuatu yang mustahil karena banyak kesebelasan besar terlibat di kompetisi ini. Tapi, kami tidak akan berpikir seperti itu, karena kami akan menyiapkan cerita indah jilid kedua,” ucapnya seperti dilansir Daily Mail.

Ranieri pun diberi pertanyaan oleh wartawan mengenai peluang tim asuhannya di Liga Champions musim ini. “Tentu saja tidak mungkin. Tapi ingat, Leicester bisa mengubah hal yang mustahil menjadi sesuatu yang mungkin untuk diraih.”

“Kami bersama Rostov menjadi unggulan terakhir di kompetisi ini. Dan tentu saja berharap bisa menampilkan yang terbaik dan berusaha untuk menang. Ini adalah musim yang baru dan tentu saja kami ingin menciptakan sesuatu yang bagus,” imbuhnya.

Tidak hanya peluang, wartawan yang hadir juga menanyakan mengenai target yang ingin didapatkan Leicester City di Liga Champions. Pasalnya, penampilan mereka di Liga Primer tak kunjung menghasilkan hasil yang baik.

“Target kami sekarang adalah untuk mencoba agar mampu melaju hingga fase gugur,” tambahnya. “Tapi, jika tidak memungkinkan, kami harus mencapai posisi ketiga untuk setidaknya menambahkan pengalaman (peringkat tiga grup akan terlempar ke babak 32 besar Liga Europa). Selain itu juga, berada di posisi ketiga juga akan membuat kami berada di Liga Europa," tambah Ranieri.

Liga Champions musim 2016/17 sendiri bakal menjadi musim perdana Leicester City bermain di kompetisi teratas antar kesebelasan di Eropa tersebut. Namun, sebelumnya Leicester sudah pernah lolos ke kompetisi Eropa sebanyak tiga kali (1 Piala Winners dan 2 Piala UEFA).

Meski baru pertama, Leicester memiliki peluang yang cukup seimbang jika dibandingkan kesebelasan lain. Pasalnya, mereka berada di grup yang peta persaingannya cukup seimbang. Selain Leicester, di grup H terdapat pula Club Brugge, FC Copenhagen, dan raksasa Portugal, FC Porto.

Untuk mendapatkan sebuah memoar indah mengenai kompetisi ini, The Foxes pun melakukan beragam cara. Di antaranya adalah mengubah bentuk maskot mereka, Filbert Fox, hingga mengubah desain rumput kandang mereka, Stadion King Power.

Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Leicester pada akhirnya memicu kekaguman dari berbagai media dunia. Salah satu harian Amerika Serikat, New York Times, pun mengatakan bahwa langkah Leicester di Liga Champions musim ini akan membuat dunia ingat bahwa mereka pernah bekerja keras demi sebuah kejayaan.

Baca juga: Bercerminlah pada Blackburn, Leicester (About the Game - detikSport)

Komentar