Alasan Jamie Vardy Tolak Tawaran Arsenal

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Alasan Jamie Vardy Tolak Tawaran Arsenal

Bursa transfer musim panas 2016/17 Liga Primer telah berakhir. Beberapa kejadian menarik terjadi dalam masa jual beli pemain tersebut. Beberapa di antaranya adalah rekor transfer Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United, hingga hebohnya tenggat transfer yang dilakukan oleh beberapa kesebelasan sampai menghabiskan dana sebesar 169,31 juta paun hanya dalam satu hari saja.

Nama Jamie Vardy tak lepas dari berita di bursa transfer. Eks pemain Fleetwood Town ini sempat menjadi pokok bahasan beberapa media Inggris, lantaran ia disebut akan hengkang dari Leicester City untuk bergabung dengan Arsenal.

Menurut The Guardian, Arsenal bahkan telah mengadakan pertemuan intensif dengan petinggi Leicester untuk mendatangkan Vardy. Pertemuan tersebut bahkan telah menghasilkan satu hal; pengaktifkan klausul pembelian Vardy yang dikabarkan senilai 22 juta paun.

Pada akhirnya transfer Vardy tidak terlaksana. Beberapa pekan setelahnya, pemain yang memperkuat Inggris di Piala Eropa 2016 tersebut menjelaskan alasan mengapa ia menolak mentah-mentah tawaran untuk memperkuat The Gunners.

“Saat itu, saya tengah berada di sebuah hotel (di Chantilly, usai memperkuat Inggris di Piala Eropa 2016). Di sana tidak banyak hal yang saya lakukan. Oleh karena itu, saya memiliki banyak waktu untuk memikirkannya (kepindahan ke Arsenal),” terang Vardy kepada The Guardian, Minggu (4/9) dini hari WIB.

“Setiap waktu saya di sana, hal tersebut selalu datang, baik di kepala maupun di hati. Tapi pada akhirnya, setelah saya pikir, bertahan adalah keputusan tepat untuk saya ambil,” lanjutnya.

“Banyak hal yang melatarbelakangi saya untuk tetap bertahan, yang paling utama adalah pandangan orang dan tentu saja keinginan untuk fokus bersama Leicester. Saat itu, saya berpikir orang akan menganggap saya seperti apa jika saya pindah,” pungkasnya.

Vardy tidak mengelak bahwa beberapa kali ia bertemu manajer Arsenal, Arsene Wenger. Seperti yang diketahui, Wenger berada dalam hotel yang sama dengan timnas Inggris, meskipun manajer Arsenal tersebut tidak memiliki sangkut paut dengan timnas Inggris karena ia juga memiliki pekerjaan sebagai pandit di Piala Eropa 2016.

“Saya berbicara kepadanya beberapa kali ketika kami bertemu di hotel tersebut. Pertemuan-pertemuan tersebut adalah alasan-alasan saya mengambil kesimpulan,” tambahnya. “Yang jelas, dalam karier saya, keputusan untuk menolak tawaran Arsenal adalah keputusan terbesar.”

“Leicester pernah berada di puncak dan kami akan berusaha untuk mengulanginya,” tegasnya. “Lihat transfer yang sudah mereka lakukan, terlihat bahwa mereka ingin terus menjaga hal tersebut. Jika hal tersebut berlanjut, saya tentu ingin kembali bagian darinya.”

Keputusan telah diambil oleh Vardy. Keputusan tersebut membuktikan satu hal, kesetiaan akan selamanya menjadi hal yang tidak bisa dibeli.

Komentar