Kemalangan Everton di Tenggat Waktu Transfer

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Kemalangan Everton di Tenggat Waktu Transfer

Everton sungguh tidak beruntung, utamanya dalam bursa transfer musim panas 2016 ini. Tiga nama yang mereka incar musim ini, semuanya gagal didapatkan, bahkan sampai deadline day atau tenggat waktu transfer, mereka masih mengalami penolakan dan gagal mendaratkan pemain incaran mereka.

Siapa sajakah tiga nama itu? Mari kita telaah satu per satu:

Yacine Brahimi

Everton dikabarkan sudah melepaskan penawaran kepada Porto untuk salah satu pemain andalannya, Yacine Brahimi. Gelandang serang asal Aljazair itu sudah ditawar oleh The Toffees dengan harga 40 juta euro (kisaran 34 juta paun). Namun, alih-alih menerima tawaran tersebut, Porto malah melakukan hal yang lain.

Saat Everton melemparkan tawaran, Porto tiba-tiba menaikan harga Brahimi menjadi 50 juta euro. Namun, di balik naiknya harga Brahimi ini, Porto ternyata memiliki pertimbangan lain. Klub yang bermarkas di Estadio Do Dragao ini hanya memiliki separuh dari hak ekonomi Brahimi sehingga mereka harus menjualnya dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

Akibat Porto yang menolak tawaran ini, maka Everton urung mendaratkan Brahimi ke Goodison Park.

Manolo Gabbiadini

Penyerang asal Italia ini sempat dikabarkan akan memperkuat Everton, dan The Toffees pun sudah mengeluarkan penawaran sebesar 19.5 juta paun untuk Gabbiadini. Namun, Napoli menolak karena mereka masih membutuhkan jasa Gabbiadini usai Gonzalo Higuain, penyerang andalan mereka memutuskan untuk hijrah ke Juventus.

Tapi, usai penampilan yang mengecewakan dari Gabbiadini pada pertandingan perdana Serie A 2016/2017 melawan Pescara, pelatih Maurizio Sarri menyarankan agar masalah Gabbiadini ini harus segera diselesaikan (Gabbiadini dijual). Apalagi sekarang Napoli sudah mulai menemukan sosok penyerang baru dalam diri Arkadiusz Milik, yang mencetak dua gol dalam laga melawan AC Milan.

"Masalah ini (perihal Manolo Gabbiadini) harus segera diselesaikan. Saya ingin ia bertahan, tapi, itu pun jika ia benar-benar mampu menunjukkan permainan yang baik. Jika tidak, maka ia harus segera mengambil jalan lain." ujar Sarri seperti dilansir Football Italia.

Namun, sekarang, bursa transfer sudah ditutup, dan Everton gagal mendaratkan Gabbiadini ke Goodison Park.

Baca Juga: Napoli Kembali Tawarkan Manolo Gabbiadini ke Everton

Moussa Sissoko

Mungkin inilah salah satu saga menarik dalam kisah Everton pada deadline day bursa transfer musim panas 2016. Nama Moussa Sissoko dikabarkan akan segera merapat ke Everton dalam deadline day. Hal ini semakin diperkuat dengan kedatangan perwakilan dari manajemen Everton ke Newcastle untuk membicarakan perihal harga transfer gelandang yang tampil gemilang bersama timnas Prancis dalam Piala Eropa 2016 ini.

Dengan hadirnya manajemen Everton ke Newcastle, manajer The Toffees, Ronald Koeman, mengira bahwa transfer sudah usai dan Sissoko akan segera merapat ke Everton. Namun, keadaan menjadi aneh ketika telepon Koeman kepada Sissoko yang berisikan ajakan untuk hadir dalam acara klub tidak diangkat oleh Sissoko.

Ternyata, saat telepon itu tidak diangkat, Sissoko sudah menjalin kesepakatan dengan Tottenham Hotspur. Mahar 30 juta paun menjadi harga yang harus ditebus The Liliywhites untuk memboyong gelandang Newcastle ini ke White Hart Lane, dan Sissoko lebih memilih Tottenham.

Ini menjadi kegagalan yang mungkin sedikit menyakitkan hati bagi Everton, apalagi, beberapa media melansir bahwa Everton sudah mempersiapkan pesawat jet pribadi untuk menjemput Sissoko ke Goodison Park. Malang sekali nasibmu, Everton.

***

Cerita Everton ini hanya satu dari sekian saga yang menarik yang terjadi selama deadline day kemarin. Sebenarnya, ada juga nama Axel Witsel yang gagal mendarat ke Juventus karena terhambat proses kepindahan Hernanes ke Genoa. Atau selain itu, musim panas lalu, ketika David de Gea yang gagal ke Real Madrid akibat dokumen transfer yang terlambat datang 28 menit. Klub-klub lain pun ternyata pernah mengalami hal yang sama. Setidaknya, Everton tidak sendiri.

Komentar