Perayaan Kemenangan Final Copa Libertadores 2016 yang Mengerikan

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Perayaan Kemenangan Final Copa Libertadores 2016 yang Mengerikan

Menjadi juara setelah lama puasa gelar bergengsi merupakan sebuah kebahagiaan. Tak jarang, kebahagiaan tersebut disikapi dengan sikap berlebihan. Nah, hal tersebut lah yang terjadi pada perayaan keberhasilan kesebelasan Kolombia, Atletico Nacional, saat berhasil menjuarai Copa Libertadores 2016, Jumat (29/6) dini hari WIB.

Perayaan berlebihan terjadi saat puluhan ribu pendukung Atletico Nacional memastikan kesebelasan idola mereka menjuarai Copa Libertadores pada laga kedua di Estadio Atanasio Girardot, Medellín, Kolombia.

Seperti dilansir CBS Sports, pihak kepolisian lokal mengklaim bahwa 600 orang yang diketahui terlibat perkelahian di jalanan Medellin usai laga berakhir. Hingga Jumat (29/6) pagi WIB, diketahui terjadi 163 insiden memakan 24 korban, yang satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Tidak hanya itu, Kepolisian Bogota, ibukota Kolombia, juga mengakui bahwa ratusan orang terlibat perkelahian di kota-nya usai laga final Copa Libertadores edisi ke-57 tersebut digelar. Kericuhan di Bogota pun memicu kekagetan. Betapa tidak, jarak antara ibukota Kolombia tersebut dengan venue adalah sekitar 419 km atau sekitar tujuh jam perjalanan darat.

“Sangat menyedihkan melihat kenyataan di Bogota bahwa ada 100 orang yang terlibat perkelahian karena pertandingan Copa Libertadores. Kami bahkan tidak tahu bagaimana sembilan orang bisa terluka dan dua lainnya meninggal dalam perayaan keberhasilan juara (Atletico) Nacional,” ujar Walikota Bogota, Enrique Penalosa, seperti dikutip Prothom-Alo.

Prothom-Alo menjelaskan bahwa pemerintah Kolombia telah mengantisipasi kejadiaan ini sebelumnya. Mereka disebut telah menempatkan beberapa petugas keamanan di setiap sudut Medellin dan Bogota.

Meski demikian, upaya preventif Pemerintah Kolombia rupanya sia-sia mengingat banyaknya penonton pada pertandingan ini, utamanya di Bogota, yang diklaim oleh AFP mencapai angka ratusan orang dari 40 lokasi nonton bareng.

Perayaan ini muncul usai Atletico Nacional de Medellin berhasil merengkuh trofi juara Copa Libertadores kedua sepanjang sejarah mereka. Keberhasilan ini mereka dapatkan usai mengalahkan kesebelasan non favorit, Independiente del Valle, dari Ekuador dengan kemenangan 1-0 lewat gol Miguel Borja pada menit kedelapan.

Kesuksesan menjuarai Copa Libertadores 2016 membuat kesebelasan yang pernah didukung penuh oleh kartel narkoba legendaris Kolombia, Pablo Escobar, ini menahbiskan diri sebagai kesebelasan terbaik di Kolombia soal pencapaian di kompetisi tertinggi untuk wilayah Amerika Latin ini. Sebab, sebelumnya, mereka berbagi gelar dengan kesebelasan Kolombia lain, Once Caldas, yang memenangi kompetisi ini pada 2004 lalu.

Tidak hanya itu, mereka kini menyamai pencapaian tiga kesebelasan Brasil yang sudah mengoleksi dua trofi, yakni Cruzeiro, Gremio, dan Internacional. Mereka juga menjadi kesebelasan Amerika Latin ke-13 yang mampu unjuk gigi dengan memenangi Copa Libertadores di atas satu gelar.

Komentar