Gelar "Freedom of the City", Hasil dari Kerja Keras Seorang Coleman

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Gelar "Freedom of the City", Hasil dari Kerja Keras Seorang Coleman

Dalam ajang Piala Eropa 2016, pelatih Wales, Chris Coleman, pernah mengatakan sesuatu yang cukup patriotis. Ia memiliki motivasi untuk membuat Wales masuk ke dalam peta persaingan sepakbola dunia. “Saya berharap bahwa setelah petualangan kami di Prancis, nama Wales akan tercantum dalam peta sepakbola dunia,” ujar Coleman.

Dan, perjalanan mereka di Prancis berakhir mengagumkan. Meski tidak menjadi juara karena kalah pada babak semifinal melawan Portugal, yang pada akhirnya menjadi juara, Wales tetap menjadi tim yang menarik perhatian dalam ajang Piala Eropa 2016. Di balik moncernya performa Wales ini, ada nama yang tentunya tidak bisa dilupakan sebagai juru racik strategi, Chris Coleman.

Melihat pencapaian Wales di Prancis, tidak heran kalau Coleman dianggap sebagai pahlawan. Apa yang ia cita-citakan untuk Wales akhirnya tercapai. Wales menjadi dikenal oleh dunia akibat sepak terjang mereka selama perhelatan Piala Eropa 2016.

Sebagai bentuk penghargaan kepada seorang Chris Coleman, maka Coleman diberikan gelar Freedom of The City, sebuah gelar yang diberikan oleh lord mayor (setingkat walikota) Swansea, David Hopkins atas sepak terjangnya selama di Prancis. Gelar ini, seperti yang diungkapkan oleh seorang Hopkins, adalah sebuah gelar yang terhormat bagi seorang warga.

“Freedom of the City adalah sebuah gelar terhormat yang hanya bisa didapatkan oleh seseorang yang sudah melakukan sesuatu untuk kota ataupun negaranya. Coleman sudah melakukan sesuatu yang luar biasa bersama timnas Wales di Prancis, maka, gelar itu memang cocok ia dapatkan,” ujar Hopkins.

Gelar ini adalah gelar yang cukup prestisius bagi seorang Coleman, yang tumbuh dan dibesarkan di daerah Mayhill, Swansea, dan belum pernah meraih gelar yang bergengsi sepanjang karier sepakbolanya. Sebagai pemain, ia pernah membela Swansea City dan timnas Wales. Namun, karier sepakbolanya harus berakhir lebih cepat karena ia pernah mengalami kecelakaan mobil saat masih menjadi pemain.

Ia pun menjadi manajer tim sepakbola. Pada 2012, ia diangkat menjadi manajer Wales, menggantikan rekannya Gary Speed yang meninggal dunia. Saat itulah, ia mulai menunjukkan kapasitasnya dengan mengantarkan Wales lolos ke Piala Eropa 2016.

Dalam ajang Piala Eropa 2016, mereka mencatatkan penampilan yang luar biasa dengan menjadi semifinalis, melebihi raihan mereka saat mengikuti Piala Dunia 1958. Saat itu mereka berhasil masuk ke babak perempatfinal sebelum dikalahkan oleh Brasil dengan skor 1-0.

Setidaknya, apa yang dilakukan oleh Coleman akhirnya mendapatkan pengakuan dari tempat asalnya, setelah gelar yang sama pun pernah diberikan kepada seorang John Charles, pemain yang merupakan bagian dari skuat Wales 1958 pada 2002 silam.

Komentar